Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, April 10, 2019

Redaksi sukabumiNews

SDN Cimanggah 2 Minta kepada Pemerintah Segera Perbaiki Bangunan Sekolah yang Ambruk

sukabumiNews, CIKOLE - Kondisi bangunan SDN Cimanggah 2 Kota Sukabumi yang ambruk beberapa waktu lalu, hingga kini masih belum diperbaiki. Entah apa penyebab belum di bangunnya kebali Sekolah yang ambruk pada tanggal 5 Desember 2018 lalu akibat sudah tua dan rapuh itu.

"Masih belum jelas informasi kapan ruangan yang ambruk akan dibangun kembali, kita juga belum mendapatkan kabar dari pemerintah dan dinas terkait mengenai kepastiannya," ucap Salah seorang Guru SDN Cimanggah 2, Cecep Syarif Hidayat kepada sukabumiNews, Rabu (10/4/19).

Cecep menambahkan, sebelumnya sempat ada Informasi bahwa pembangunan akan dilakukan pada Bulan Februari 2019, tapi kata Cecep, hingga hari ini masih belum ditindak lanjutu.

"Memang sempat ada beberapa petugas yang datang, katanya dari konsultan, namun mereka juga belum bisa memberikan informasi kapan ruang kelas ini akan dibangun," jelasnya.

Cecep menjelaskan, akibat kondisi ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk kelas 1 dan kelas 2 kurang maksimal karena sedikit terganggu.

“Saat ini KBM untu kelas 1 dilaksanakan pada pagi hari dan untuk kelas 2 sesudahnya,” jelas Cecep. Proses belajar itu dinilai Cecep kurang efektif karena keterbatasan waktu. “Selian itu penyerapan materi untuk siswa kelas 2 tidak bisa maksimal karena terlalu siang,” ungkapnya.

"Kami berharap adanya perhatian pemerintah dan dinas terkait untuk membantu membangun kembali agar KBM bisa kembali berjalan dengan semestinya," harap Cecep.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close