Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, March 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Kp Legok Nyenang Bantah Pernah Diundang Kades Cikujang untuk Sosialisasi PT CPS

sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Kepala Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Uus Somantri mengaku bahwa PT Citatih Putra Sukabumi (CPS) pernah memohonnya untuk mensosialisasikan pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 1 km kepada warga yang lokasinya dekat dengan pembuatan akses jalan untuk PT CPS.

Pembuatan jalan untuk akses kendaraan Truk PT. CPS itu melitasi tiga Desa, yaitu Desa Cikujang, Desa Cibentang serta Desa Babakan Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi.

"Pada Saat itu, warga tiga Desa sudah berkumpul di Aula kantor Desa Cikujang terutama warga Kp. Legok Nyenang yang sangat berdekatan dengan wilayah PT CPS," kata Uus Somantri kepada sukabumiNews ditemui di Kantor Desanya, Senin (11/3/19) kemarin.

Bahkan terang Uus, Muspika Kecamatan Gunungguruh juga hadir pada pertemuan untuk sosialisasi ini.

Dia melanjutkan, setelah mengadakan sosialisasi dan bermusyawarah, kemudian  PT CPS meminta rekomendasi izin apabila nantinya akses jalan yang dibuat akan melewati pemukiman warga, dengan catatan pihak perusahaan akan membuat jalan khusus untuk kendaraan truk bukan melintasi jalan Kabupaten.

“Saat itu warga sudah menyetujui dan pihak perusahaan sepakat akan menggelontorkan dana CSR untuk perbaikan jalan, perbaikan rumah tidak laik huni, serta akan membantu kegiatan sosial bagi masyarakat terutama warga terdekat." jelasnya.

Akan tetapi tutur Uus, untuk perjalanan pembuatan pabrik yang saat ini tengah memasuki wilayah Desa Gunungguruh, ia belum lagi mendapatkan informasi tentang sudah sejauh mana perkembangannya kini. .

Uus Somantri juga mempertanyakan apakah warga di sekitar Desa Gunungguruh sudah mengijinkan apa belum. Karena menurut Uus walupun pembuatan akses jalan tersebut ada di sekitar lokasi Desa Gunungguruh, Tetapi Desa Cikujang yang nantinya akan mendapatkan dampak erosi dan limbahnya.

Dampak yang di khawatirkan warga  pada saat musim hujan adanya banjir yang sering terjadi, karena belum adanya tata Drainase (membuang, atau mengalihkan air. Red.)," jelas uus"
Menyoal permasalahan warga Legok Nyenang yang menurut Kades Uus pernah diundangnya ke Kantor Des Cikujang untuk sosialisasi, dilain pihak tokoh masyarakat yang juga Ketua RW. 23, Ali (36) membantah undangan tersebut.

Bahkan kata Ali, sampai detik ini sosialisasi kepada warga Kp.Legok Nyenang belum dan tidak pernah ada. “Yang diundang dalam acara sosialisasi itu hanya pemilik lahan yang dibeli oleh PT. CPS,” ucapnya.

Padahal menurut Ali, yang paling berdekatan dengan PT CPS itu adalah Kp. Legok Nyenang tepatnya warga RW 21, 22 dan 23. “Sehingga apalagi saat alat berat beroperasi di malam hari suaranya membuat bising dan mengganggu waktu istirahat warga,” keluhnya.

Meski demikian, Ali tidak manampik bahwa pihak perusahaan membuka pintu lebar untuk warga yang merasa di rugikan oleh PT. CPS. Bahkan tutur ketua RW 23 itu, pada saat kejadian banjir lumpur kemarin pun, Rukmalan selaku Direktur perusahaan PT CPS memberikan bantuan kepada warganya meskipun jauh dari lokasi PT. CPS.

Memang, tambah Ali, PT CPS saat ini tengah melakukan cutt and fill pembuatan saluran drainase. “Kalau tidak segera disesesaikan, jika salurannya mengalir kebawah Kp. Legok Nyenang, secara otomatis kami akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Pemuda asal Kp. Legok nyenang RT. 42/21 menuturkan, pekerjaan cutt and fill perataan tanah yang dilakukan oleh PT. CPS memang terdampak terhadap lingkungan.

Dikala Hujan turun genangan air beserta dengan lumpurnya menggenangi badan jalan sehingga jalan menjadi licin dan becek apalagi di halaman pemukiman rumah warga air dan lumpurnya naik keteras rumah," ucapnya.


BACA Juga:
Warga Padaraang Sukabumi Merasa Ketakutan dengan Rencana Kegiatan Tambang oleh PT CPS


[Pewarta: Rudi. Samsidi]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close