Breaking
loading...

Friday, March 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Viral, Belasan Kades Aktif di Kabupaten Sukabumi Deklarasikan Diri Dukung Jokowi-Amin

sukabumiNews, CIBADAK – Viralnya video berdurasi 29 menit di Media Sosial terkait deklarasi dukungan oleh para kades aktif di dua kecamatan yakni Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi terhadap pasangan Capres dan Cawapres No.01 (Jokowi-Amin), mengundang polemik.

Menyikapi polemik tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi, akan segera membentuk tim untuk menelusuri ada atau tidaknya dugaan pelanggaran terhadap aturan Pemilu.

Komisioner Koordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Ari Hasniar membenarkan adanya laporan dan informasi mengenai video deklarasi dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres 01. Oleh sebab itu pihaknya akan segera memanggil dan meminta keterangan belasan kades yang terlihat dalam video tersebut.

"Menurut informasi, ada12 kades di dua wilayah kecamatan yang terlihat dalam video tersebut, dan tentunya akan kita mintai keterangan, dimana, kapan dan tujuan mengenai dibuatnya video yang sudah tersebar itu," terang Ari Hasniar, kepada sukabuminews.net, Kamis (14/03/19) kemarin.

Ari Hasniar menegaskan, dalam menelusuri kasus tersebut, Baswalu tentunya akan mengacu kepada aturan yang berlaku, dalam waktu penanganan dilakukan sesuai SOP, yaitu 7 hari dari sejak diketahui dan itu tidak boleh lebih.

"Kami dan tim sudah mulai bergerak menelusuri video ini, tujuh hari pertama waktu untuk menelusuri, bila penanganannya tidak selesai dalam 7 hari, maka ditambah 7 hari lagi dan saat ini penulusuran masih berjalan, perkembanganya nanti akan di informasikan kembali," jelas Ari.

Ari menegaskan, apabila nanti terbukti ada unsur pelanggaran, maka kades tersebut akan dijerat Pasal 490 Undang Undang No 7 tahun 2017, yang mana disitu tertulis bahwa setiap kepala desa atau sebutan lain yang dengan sengaja membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa kampanye, dapat di pidana penjara paling lama satu tahun, dan denda Rp12 juta.

Oknum Jaksa Diduga Berperan Giring Belasan Kades di Kabupaten Sukabumi Deklarasi Dukung Capres-Cawapres 01
Ada dugaan oknum Jaksa berperan dalam menggiring Para Kades di Kabupaten Sukabumi untuk berdeklarasi mendukung Pasangan Capres-Cawapres 01.
Disinggung mengenai isu tersebut, Ari enggan mengomentari lebih jauh. Namun kata Ari, Bawaslu akan menelusuri dan meminta keterangan dari semua pihak yang terlibat dalam melakukan dugaan pelanggaran Pemilu itu.

"Terkait hal itu saya belum mendapat laporan secara langsung maupun tertulis. Intinya, Bawaslu akan menelusuri semua laporan dugaan pelanggaran yang masuk.  Jika terbukti, akan ada tindakan tegas yang mengacu pada aturan yang berlaku," jelas Ari.

Dilain pihak, Direktur Lembaga Analisia dan Transparansi Anggaran Sukabumi (Latas) Kabupaten Sukabumi, Febriansyah menilai, perbuatan yang dilakukan para kades dan oknum jaksa seperti yang terlihat dalam video ini jelas merupakan pelanggaran berat dan perlu disikapi bersama. Hanya saja tambah dia, Bawaslu wajib membuktikannya terlebih dahulu, karena video tersebut sudah menyebar luas di medsos dan masyarakat.

"Bawaslu disini harus mengedepankan tupoksinya, dan segera menelusuri asal usul video berdurasi 29 menit tersebut agar tidak terus mengundang kegaduhan di tengah perjalanan Pesta Demokrasi 2019. Saya berharap Bawaslu bekerja secara profesional dan transparan," tutupnya.
Foto : [Screnshot bukti] belasan Kepala Desa di Kecamatan Warungkiara dan Bantargadung Deklarasikan Diri Dukung Paslon Capres dan Cawapres 01


[Pewarta: Azis R/Rudi S]
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close