APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3 persen defisit kita, 3 persen dari PDB
Jakarta (SUKABUMINEWS.net) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat pengeluaran negara menjadi bengkak, bahkan Indonesia hanya mengalami defisit 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Dalam pidato
Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan
Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo memastikan bahwa
kondisi fiskal negara tetap terjaga.
Ia menyebut Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada koridor yang telah
ditetapkan, meski program MBG berjalan.
"APBN kita tidak
keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas
yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3 persen defisit kita, 3 persen dari
PDB," kata Presiden, dilansir ANTARA, Jum’at.
Presiden menilai
program MBG merupakan kebijakan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menegaskan program tersebut mungkin tidak terlalu dirasakan manfaatnya oleh
kelompok masyarakat mampu, namun sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat.
Lebih lanjut,
Presiden mengatakan, program tersebut mendapat berbagai kritik dan ejekan,
termasuk dari kalangan akademisi sejak pertama diluncurkan. Bahkan, menurutnya,
terdapat pihak-pihak yang meramalkan program tersebut akan gagal dan hanya
menghamburkan uang negara.
Ia menilai tudingan
tersebut tidak berdasar, karena pendanaan program berasal dari hasil efisiensi
anggaran pemerintah.
Penghematan dilakukan
dengan menekan berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif, seperti
kegiatan rapat, seminar, konferensi, maupun perjalanan dinas yang tidak
memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala Negara
menegaskan bahwa pengalihan anggaran tersebut justru dilakukan untuk mencegah
potensi kebocoran dan praktik korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.


0Komentar