GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

Jadi Korban Penyiksaan di Penjara Israel, Kondisi Dokter Palestina Terus Memburuk

Dokter berusia 47 th ini menjadi korban penyiksaan, perlakuan buruk, dan pengabaian medis sistematis sejak penangkapannya di Kompleks Medis Al-Shifa.
Ukuran huruf
Print 0

Perlakuan buruk, penyiksaan, dan pengabaian medis sistematis oleh Israel di penjara (Sumber: Palinfo)

Jalur Gaza (SUKABUMINEWS.NET)– Pusat Pembelaan Tawanan Palestina mengeluarkan peringatan keras pada Kamis terkait penurunan drastis kondisi kesehatan Dr. Murad Walid Murad Al-Qouqa. Ia merupakan dokter spesialis asal Jalur Gaza yang Israel tahan di penjara.

Dokter berusia 47 tahun ini menjadi korban penyiksaan, perlakuan buruk, dan pengabaian medis sistematis sejak penangkapannya di Kompleks Medis Al-Shifa, Kota Gaza.

Dr. Al-Qouqa merupakan konsultan ahli bedah ortopedi dan tulang belakang sekaligus Kepala Unit Bedah Ortopedi di Kompleks Medis Al-Shifa. Ia terkenal karena dedikasinya yang tinggi dalam merawat pasien dan korban luka di tengah situasi berbahaya di Gaza. Iamemilih untuk tetap mendampingi pasiennya alih-alih melarikan diri.

Pasukan Israel menangkapnya pada 19 Maret 2024 dalam sebuah penggerebekan dan pengepungan brutal di RS Al-Shifa, saat ia tengah menjalankan tugas kemanusiaannya. Israel menahannya bersama sejumlah staf medis lainnya dan hingga kini masih mendekam di dalam penjara Israel.

BACA JugaJurnalis Palestina Lumpuh Usai Dibebaskan dari Penjara Israel

Istrinya, yang berada di Gaza selatan pada saat penangkapannya, mengatakan bahwa operasi militer mencegahnya untuk bertemu atau menghubunginya. Dia mengatakan keluarga mengetahui penangkapannya secara tiba-tiba kemudian menerima informasi dari seorang pengacara dan kesaksian lain. Mereka menunjukkan bahwa suaminya telah mengalami pemukulan, penyiksaan, dan perlakuan buruk.

Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa Dr. Al-Qouqa mengalami cedera mata serius yang memengaruhi penglihatannya. Ia juga menderita kekerasan fisik dan psikologis serta hidup dengan herniasi diskus, tekanan darah tinggi, dan tukak lambung. Ia tidak mendapatkan obat tekanan darahnya selama dua bulan atau lebih, yang secara signifikan meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan nyawanya. Kondisi fisiknya telah memburuk secara drastis, ia telah kehilangan sekitar 45 kilogram (99 pon) akibat kelaparan, pengabaian medis, dan kondisi penahanan yang keras.

Informasi terbaru yang tersedia menunjukkan bahwa Dr. Al-Qouqa dipindahkan antara beberapa penjara dan pusat penahanan. Ia selalu mengalami penyiksaan serta pelecehan fisik dan psikologis. Seorang pengacara akhirnya dapat mengunjunginya setelah sekian lama tidak dapat mengaksesnya, sementara Komite Internasional Palang Merah masih belum dapat melakukannya karena pembatasan kunjungan penjara.

BACA JugaPalang Merah Internasional Didesak Buka Akses ke Tawanan Palestina di Penjara Israel

Pernyataan itu menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kesehatan Dunia, Komite Internasional Palang Merah, dan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk bertindak segera. Ini bertujuan untuk menolong kondisi medis Dr. Al-Qouqa secara menyeluruh, memastikan ia menerima perawatan yang ia butuhkan, mengizinkan Palang Merah dan pengacara untuk mengunjunginya secara teratur, serta mengamankan pembebasannya segera bersama dengan semua dokter dan petugas kesehatan yang Israel tahan. (ADARA)

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026

Jadi Korban Penyiksaan di Penjara Israel, Kondisi Dokter Palestina Terus Memburuk
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin