Breaking

Saturday, January 5, 2019

Redaksi sukabumiNews

Otoritas Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Kelompok Muslim di China terdiri dari 10 dari sekitar 56 etnis minoritas. Kehidupan mereka sering mendapat diskriminasi.
[Muslim China sedang shalat berjamaah di sebuah masjid (Foto- Getty Images)]
China, SUKABUMINEWS.net – Otoritas China telah menutup tiga masjid di Kota Weishan, provinsi Yunnan.

Demikian diberitakan media-media online bahwa masjid-masjid milik etnis Muslim Hui ditutup di provinsi Yunnan.

Seperti di kutip dari Indonesiainside.id, masjid-masjid milik Muslim Hui ditutup karena adanya “pendidikan agama yang ilegal,” lapor South China Morning Post, sebuah media yang berbasis di Hong Kong.

Sebuah video yang didistribusikan harian lewat situs webnya dikutip Anadolu menunjukkan lusinan petugas polisi berseragam yang berhadapan dengan jamaah Muslim Hui, yang berusaha mencegah penutupan masjid.

Tidak diketahui apakah pasukan keamanan menahan mereka.

Video itu juga menunjukkan bahwa pintu masjid dirantai dan disegel.

Tidak ada rincian tentang nama masjid yang ditutup tersebut.

Menurut People’s Daily China, lewat pernyataan resmi pemerintah komunis daerah Weishan mengatakan polisi berkoordinasi dengan Komite Urusan Etnis dan Agama Kabupaten Weishan melakukan razia ke desa-desa Huihuideng, Sanjia dan Mamichang untuk “melindungi stabilitas dan harmoni di kawasan agama.”

Diperkirakan 700.000 Muslim Hui China tinggal di provinsi Yunnan.

Kelompok Muslim di China terdiri dari 10 dari sekitar 56 etnis minoritas. Kehidupan mereka sering mendapat diskriminasi.

Kelompok tersebut adalah Hui, Uyghur, Kirgistan, Kazakh, Tajik, Tatar, Uzbek, Salars, Bao’ans, dan Dongshiangs .

Mayoritas dari mereka tinggal di China bagian utara dan barat laut. (sn/ii)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close