Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, December 4, 2018

Redaksi sukabumiNews

PT Semen SCG Kembali Didemo, Warga Bermain Sepak Bola di Depan Pabrik

PT Semen SCG Kembali Didemo, Warga Bermain Sepak Bola di Depan Pabrik
Gunungguruh, SUKABUMINEWS.net – Puluhan warga menggelar unjuk rasa ke  PT Siam Cement Group (SCG) atau Semen Jawa di Jalan Palabuhan II, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/12/2018). Dalam aksinya, warga yang berasal dari dua desa yakni Desa Sirnaremi dan Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi bermain sepak bola di pelataran parkir di luar areal pabrik PT. SCG.

"Aksi ini merupakan bentuk tuntutan kami kepada manajemen PT SCG untuk mengganti lapangan sepak bola di desa kami," kata tokoh masyarakat Desa Sirnaresmi Asep Ulung ketika ditemui di depan pintu masuk pabrik semen tersebut bersama para pengunjuk rasa.

Permainan sepak bola yang digelar para pengunjuk rasa, ujar Asep, menujukkan bahwa masyarakat di Desa Sirnaresmi dan Desa Kebonmanggu membutuhkan lapangan sepak bola. Lapangan yang dulu pernah ada telah hilang ditelan oleh areal pabrik. Wajar jika warga meminta lapangan sepak bola baru sebagai ganti lapangan yang hilang.

Dalam permainan yang digelarnya, pengunjuk rasa mendirikan dua buah gawang di sekitar pintu akses ke pabrik. Atraksi olah raga ini membuat akses masuk ke areal pabrik semen dan akses keluar terblokir.

Rekan Asep bernama Yadi Deple menerangkan, sebenarnya PT SCG telah mengganti lapangan sepak bola, namun lokasinya di pelosok yang tidak memiliki akses jalan yang memadai. Warga tidak sepakat dengan lokasi yang ditentukan oleh PT SCG.

"Tuntutan warga sekarang meninginkan lapangan sepak bola yang lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan. Kami tidak akan mundur dari tuntutan ini. Warga akan terus bermain sepak bola di pintu masuk selama belum ada keputusan tuntutan kami akan dipenuhi," ujar Yadi.

Pada aksi itu, sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di sekitar lokasi. Beberapa orang perwakilan dari pengunjuk rasa diminta masuk untuk berdialog dengan perwakilan dari perusahaan. Namun, dialog tidak menghasilkan kesepekatan. Pihak PT SCG bersikukuh pada sikapnya, lapangan sepak bola tetap berlokasi yang jauh dari jalan. (*)

Pewarta: Rio Bagja Gumilar/Bsk

Editor: Red.
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close