Breaking

Friday, December 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Bocah 6 Tahun Penderita Tumor Batang Otak di Sukabumi yang Viral di Medos Itu Dijenguk Istri Bupati

[Lembaga Koordinator Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (LKKS) Kabupaten Sukabumi, Dra. Hj. Yani Marwan akhirnya menjenguk Bocah 6 Tahun Penderita Tumor yang Viral di Medsos. (Foto oleh: Azis/Karim - SN)]
[Lembaga Koordinator Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (LKKS) Kabupaten Sukabumi, Dra. Hj. Yani Marwan akhirnya menjenguk Bocah 6 Tahun Penderita Tumor yang Viral di Medsos. (Foto oleh: Azis/Karim - SN)]
Gunung Guruh, SUKABUMINEWS.net – Salwa Salwiyah (6) yang yang tinggal di Kp. Mekar Jaya Rt. 003/002 Desa Sirna Resmi Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, tergolek lemah dikasur rumah kontrakan akibat penyakit tumor yang dideritanya.

Keberadaan Salwa yang sebelumnya telah viral di postingan medsos lantaran dikabarkan tidak ada perhatian dari Pemerintah Daerah, anak ke 2 dari pasangan Yunita (29) dan Meta Setia Toni (32) ini kini di jenguk oleh Ketua Lembaga Koordinator Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (LKKS) Kabupaten Sukabumi, Dra. Hj. Yani Marwan pada Kamis (27/12/2018).

Bocah yang mengalami penyakit tumor ini sebelumnya telah viral di postingan medsos lantaran tidak ada perhatian dari Pemerintah Daerah. “Padahal dari pihak Puskesmas Setempat sudah memberikan layanan dan batuan dengan maksimal bahkan setiap hari untuk menggati perban dan yang lainnya,” jelas Yani Marwan.

“Saya turut prihatin dengan keadaan ananda Salwa, bahwa sekarang sangat membutuhkan perhatian yang sangat serius. Yang paling disesalkan adalah ibu kandungnya tidak mendampingnya saat kondisi dia seperti ini,” sesal Yani.

“Mungkin takdirnya sudah seperti ini jadi harus ikhlas untuk menerima dan merawatnya,” ucapnya .

Namun sambung Yani, pihak keluarga jangan putus asa karena kini sudah ditangani,  jadi apa yang sudah viral dipostingan Media Sosial bahwa tidak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah itu tidak benar karena kata Yani, pihak Puskesmas setempat sudah memberikan layanan dan batuan dengan maksimal, bahkan setiap hari untuk menggati perban dan yang lainnya.

“Artinya ini bukan pembiaran, segala bentuk perhatian dan upaya sudah kami lakukan,” katanya.

Yani juga menjelaskan bahwa Salwa telah menjalani operasi dan tinggal menunggu operasi yang kedua. Namun karena kondisinya yang masih lemah akibat asupan makanan yang di konsumsi saat ini hanya susu, akhirnya operasi ke dua ditangguhkan.

Selain menjalanai perawatan medis, Salwa juga dibantu dengan pengobatan melalui terapi. Ini memang harus dilakukan. Mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik, ada keajaiban sehingga Salwa Salwiyah bisa sembuh lagi," ibmbuh Istri Bupati Sukabumi itu.

Dilain pihak, Nenek Salwa kepada sukabumiNews menjelaskan bahwa sebelum mengalami sakit, cucunya itu pernah diajak jalann oleh kakanya ke warung terdekat, lalu jatu terpeleset dan dibawa ke tukang pijat.

“Setelah dipijit kondisinya semakin tidak baik malah tidak bisa bicara dan berjalan,” ungkap sang Nenek.

Nenek Salwa juga mengatakan bahwa sebelumnya Salwa Salwiyah sudah mendapatkan penanganan dari tiga Rumah Sakit (RS) terkenal di Sukabumi, yakni RS Syamsudin SH (Bunut),  RS Kartika, dan RS Hermina. Akan tetapi tutur neneknya itu, karena keterbatasan peralatan rumah sakit, maka Salwa pun harus dirujuk lagi ke Rumah Sakit yang ada di Bandung.

“Alhamdulillah saya selaku neneknya bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas kepedulian semua pihak mulai dari Rt hingga Pemerintah Daerah dan pihak swasta kepada kami,” ucapnya.

Akibat keberadaan dan kondisinya saat ini, kini anak ke 2 dari pasangan Yunita (29) dan Meta Setia Toni (32) ini sudah mendapat perhatian dan di jenguk oleh Muspika, Polsek, Koramil, BAZNAS Kabupaten Sukabumi, PT. SCG dan unsur masyarakat lain.
[Pewakialan dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi memberikan bantuan secara simbolis kepada Bocah 6 Tahun Penderita Tumor yang Viral di Medsos (Foto: Azis R/Karim R - SN)]
Baca: Bocah 6 Tahun Penderita Tumor Batang Otak Itu, Akhirnya Meninggal Dunia

[Pewarta: Azis.R/Karim.R]
Editor: Red.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu