GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

Usai Diperiksa Penyidik KPK, Bos Agung Sedayu Group Bungkam

Usai Diperiksa Penyidik KPK, Bos Agung Sedayu Group Bungkam
Ukuran huruf
Print 0
sukabumiNews, JAKARTA - Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan telah selesai menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aguan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, tersangka kasus dugaan suap pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) terkait reklamasi di pantai utara Jakarta, Selasa (19/4/2016) lalu.

Seperti diberitakan Sindonews,  Aguan yang keluar dari pemeriksaan sekitar pukul 15.10 WIB saat itu, setelah diperiksa selama lebih kurang enam jam, dia tidak memberikan keterangan apapun kepada wartawan. Pemeriksaan hari ini merupakan kedua kali bagi Aguan. Dia pernah diperiksan KPK pada 13 April lalu. 

Dengan kawalan sejumlah polisi, dia langsung masuk ke dalam mobil Toyota Alphard warna putih bernomor polisi B 88 IF.

Seperti informasi yang dihimpun, hari ini penyidik KPK mendalami soal pertemuan yang digelar di kediaman Aguan pada akhir tahun 2015. Sejumlah nama seperti Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi dikabarkan hadir dalam pertemuan tersebut.

Pengacara M Sanusi, Krisna Murti membenarkan kliennya pernah bertandang ke kediaman Aguan. Kunjungan Sanusi ke kediaman Aguan diketahui atas permintaan M Taufik. Namun, hingga kini M Taufik masih bungkam saat ditanya soal pertemuan di kediaman Aguan itu. (Baca juga: Sanusi Pernah Datang ke RumahAguan)


Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro. Red***
Usai Diperiksa Penyidik KPK, Bos Agung Sedayu Group Bungkam
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin