![]() |
| Ilustrasi Stasiun Pegaden Baru (Foto: Dok. KAI) |
Jakarta (sukabumiNews.net) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat tren positif pertumbuhan penumpang di Stasiun Pegaden Baru, setelah sempat sepi aktivitas karena tidak melayani naik turun penumpang kereta api jarak jauh.
Dalam beberapa tahun terakhir, suasana berubah. Kini, Stasiun Pegaden Baru kembali menjadi bagian dari aktivitas warga, tempat orang berangkat dan pulang dengan tujuan yang beragam.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba mengatakan tren positif tersebut terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan yang konsisten.
“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh. Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Ahad (19/4/2026).
Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan naik pada periode Januari–Maret 2022 sebanyak 3.252 orang, kemudian meningkat menjadi 8.488 pada 2023, 12.430 pada 2024, 12.847 pada 2025, hingga mencapai 16.110 pelanggan pada kuartal I-2026.
Sementara itu, pelanggan turun juga menunjukkan tren serupa, dari 3.146 orang pada 2022 menjadi 8.422 pada 2023, 12.612 pada 2024, 14.142 pada 2025, dan mencapai 16.063 pelanggan pada kuartal I-2026.
Menurut Anne, kenaikan ini membawa perubahan dalam keseharian masyarakat. Akses transportasi yang semakin dekat membuat warga tidak lagi harus menuju Stasiun Haurgeulis atau ke Kota Bandung untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Saat ini, Stasiun Pegaden Baru melayani berbagai kereta api jarak jauh, di antaranya KA Gunungjati, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium.
Lebih lanjut, Anne juga bilang pilihan perjalanan yang semakin beragam memberi fleksibilitas bagi masyarakat.
“Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau. Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen di akhir pekan,” ujar Anne.
Menurut Anne, sebagai satu-satunya stasiun yang melayani naik-turun penumpang di Kabupaten Subang, peran Pegaden Baru menjadi krusial. Dengan wilayah yang luas, kebutuhan akan akses transportasi yang terhubung semakin penting.
Konektivitas ini juga membuka peluang bagi pengembangan potensi daerah. Kawasan Sari Ater di selatan menawarkan wisata pegunungan, sementara Pantai Pondok Bali di utara menjadi alternatif destinasi pesisir.
Selain itu, keberadaan Pelabuhan Patimban turut memperkuat posisi Subang sebagai wilayah yang berkembang, dengan pergerakan orang dan aktivitas ekonomi yang semakin terhubung.
Anne menegaskan, KAI akan terus mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.“Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami. Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah,” tutupnya. (Red*/VOI)

0Komentar