![]() |
| Komandan Pasukan Quds Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani (Foto: Vahid Ahmadi/Tasnim) |
Teheran (SUKABUMINEWS.net) – Komandan Pasukan Quds IRGC mengatakan Amerika Serikat dan rezim Zionis harus meninggalkan kawasan ini tanpa meraih prestasi apa pun.
"Front perlawanan terpadu memiliki kehadiran yang kuat dan efektif di seluruh wilayah dan sedang menunggu musuh-musuh kemanusiaan," kata Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani dalam sebuah unggahan di jejaring sosial, seperti diberitakan media Iran, Tasnim News, Senin (13/4/2026).
“AS dan rezim Zionis harus ingat bagaimana mereka melarikan diri dengan tangan kosong dari Yaman yang heroik, Bab-el-Mandeb, dan Laut Merah,” tambahnya.
“Sekarang, mereka juga akan meninggalkan wilayah ini tanpa meraih prestasi apa pun,” kata jenderal IRGC tersebut.
Komentar-komentar tersebut muncul menaggapi pernyataan yang disampaikan Presiden AS Donald Trump pada hari Ahad (12/4). Dalam pernyataannya Trump memperingatkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz dan juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran.
Namun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan bahwa ini hanya akan menargetkan kapal-kapal yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran. CENTCOM juga mengatakan bahwa kapal-kapal internasional yang tidak menuju atau berangkat dari Iran akan memiliki kebebasan navigasi untuk melintasi selat tersebut.
Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran pada hari Senin pukul 14:00 GMT.

0Komentar