GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

Qalibaf Mengejek Ancaman Blokade Angkatan Laut Trump di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengecam ancaman Presiden AS Donald Trump tentang blokade angkatan laut terhadap Iran.
Ukuran huruf
Print 0
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf (Sumber: Tasnim)

Teheran (SUKABUMINEWS.net) – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengecam ancaman Presiden AS Donald Trump tentang blokade angkatan laut terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut pada akhirnya akan menyebabkan meningkatnya kerinduan akan masa-masa membayar $4-5 untuk bensin.

Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada Ahad malam, Qalibaf menepis ancaman Trump tentang blokade angkatan laut terhadap Iran, menyiratkan bahwa tindakan tersebut akan menjadi bumerang.

“Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade', sebentar lagi Anda akan merindukan harga bensin $4–$5,” ia mengingatkan warga Amerika.

Unggahannya juga menyertakan foto peta yang menyoroti harga bensin di SPBU dekat Gedung Putih, yang semakin menekankan kritiknya terhadap ancaman Trump.

Pada hari Ahad (12/4), Trump memperingatkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz dan juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar tol kepada Iran.

Namun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan bahwa ini hanya akan menargetkan kapal-kapal yang menuju atau dari pelabuhan Iran. CENTCOM juga mencatat bahwa kapal-kapal internasional yang tidak menuju atau dari Iran akan memiliki kebebasan navigasi untuk melintasi selat tersebut. Militer AS mengatakan akan mulai memblokade pelabuhan Iran pada hari Senin pukul 14:00 GMT.

Pewarta: AM
Editor: Amalikasyari
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin