Breaking
Showing posts with label zona-jihad. Show all posts
Showing posts with label zona-jihad. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Turki Pasok Kelompok Pejuang Oposisi di Baratlaut Suriah dengan Senjata Canggih

Foto dok: Reuters.
-- 
sukabumiNews, IDLIB, SURIAH – Turki telah melengkapi beberapa kelompok pejuang oposisi dengan senjata canggih untuk membantu mereka mencegah kemajuan Tentara Arab Suriah (SAA) di wilayah barat laut Suriah, kata pejabat senior oposisi dan sumber pemberontak kepada kantor berita Reuters, Sabtu (24/5/2019).

Tentara Suriah melancarkan serangan udara dan darat skala besar ketika berusaha untuk mendapatkan kendali atas bentangan besar terakhir wilayah yang dikuasai oposisi di barat laut negara itu bulan lalu.

Ini telah menjadi eskalasi terbesar sejak musim panas lalu antara militer Suriah dan pejuang oposisi di provinsi Idlib dan sabuk wilayah di sekitarnya.

Menanggapi aksi militer ini, Ankara meningkatkan pasokan dalam beberapa hari terakhir setelah Turki dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Idlib dan Hama.

Kedua negara mengadakan pertemuan bulan lalu, di mana Presiden Turki Erdogan, di pihaknya, mengatakan Rusia dan Turki dapat "mengubah nasib seluruh kawasan" bersama-sama.

Setelah itu, Angkatan Darat Rusia pada hari Ahad menyatakan bahwa Tentara Suriah telah menghentikan tembakannya "secara sepihak" di barat laut Suriah, tetapi Turki membantahnya, mengatakan di situs web Kementerian Pertahanannya bahwa pasukan pemerintah Suriah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan Rusia untuk Idlib September lalu.

Ahad malam, konvoi militer Turki tiba di sebuah pangkalan di Hama utara dekat Jabal al-Zawiya yang dikuasai oposisi, tempat jet Rusia dan Suriah melakukan bombardir selama berminggu-minggu, kata seorang pejuang oposisi dan seorang saksi mata.

Pengiriman puluhan kendaraan lapis baja, peluncur roket Grad, dan rudal anti-tank membantu mengurangi beberapa keuntungan Tentara Suriah dan merebut kembali kota Kafr Naboudeh yang strategis, kata seorang tokoh oposisi senior, Sabtu.

Rudal TOW telah menjadi senjata paling ampuh dalam gudang kelompok oposisi yang memerangi militer Suriah sejak kedatangan mereka pada tahun 2014.

Sumber intelijen Barat mengklaim Washington telah memberikan "lampu hijau" kepada oposisi yang didukung Turki untuk menggunakan rudal TOW, yang telah disimpan dalam kampanye terbaru.

Seorang juru bicara Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki, Kapten Naji Mustafa, tidak mengkonfirmasi atau menyangkal pasokan baru oleh Turki, mengatakan oposisi telah lama memiliki gudang senjata besar-besaran mulai dari kendaraan anti-tank hingga kendaraan lapis baja "bersama bahan dan dukungan logistik lainnya oleh saudara-saudara Turki kami.” [Red*/Voa-Isalam]

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Belasan Sipil di Idlib Tewas dalam Serangan Rezim Asad

sukabumiNews, IDLIB – Sebelas warga sipil tewas dan 40 lainnya luka-luka dalam serangan roket oleh pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad dan milisi Syiah yang didukung Iran di provinsi Idlib, menurut pernyataan White Helmets.

Serangan itu menargetkan kota Maaret Al-Nu’man, Saraqib dan Kafranbel serta desa-desa Maaret Horma, Tal Mannas dan Al-Nayrab, ujar sumber seperti dilansir Anadolu, Ahad (7/4/2019)

Serangan juga dilaporkan terjadi di kota Kafr Zita, Al Hwaiz, Hawija, Al-Sharia, dan Qalaat Al-Madiq yang terletak di dataran Al-Ghab di provinsi Hama.

Laporan awal mengatakan korban tewas berjumlah 3 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin sepakat pada September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan sangat dilarang. Namun kesepakatan tersebut seperti tidak berarti karena serangan selalu terjadi dan warga sipil yang paling dirugikan.


Sumber: arrahmah.com

Thursday, February 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

SDF Dukungan Amerika Serahkan Ratusan Petempur ISIS ke Irak

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyerahkan lebih dari 150 petempur Irak dan asing ISIS kepada Irak, Kamis (21/2).
[Pejuang perempuan Iran-Kurdi memegang senjata mereka saat pertempuran melawan kelompok ISIS di Bashiqa, dekat Mosul, Irak, 3 November 2016. (Foto: REUTERS/Ahmed Jadallah)].
sukabumiNews, BAGHDAD -- Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyerahkan lebih dari 150 petempur Irak dan asing ISIS kepada Irak, Kamis (21/2).

Penyerahan tersebut merupakan yang pertama, kata dua sumber militer Irak kepada Reuters, berdasarkan perjanjian yang ditengahi untuk menyerahkan sebanyak 502 anggota ISIS.

"Mayoritas petempur adalah warga Irak," kata kolonel militer yang unitnya ditempatkan di perbatasan Suriah. "Tetapi kami juga menawan petempur asing, yang jumlahnya sedikit."

Ahmed al-Mahallawi, Wali Kota Al Qaim, yang terletak di perbatasan Irak, mengatakan beberapa keluarga anggota ISIS juga diserahkan.

"Pagi dini hari, 10 truk yang membawa para anggota Daesh (ISIS, red) beserta keluarga mereka diserahkan oleh pasukan SDF kepada militer Irak," kata dia.

"Mayoritas para petempur (ISIS) adalah warga Irak dan konvoi tersebut mendapat pengawalan ketat menuju markas militer Jazeera dan Badiya." Basis keduanya terletak di Provinsi Anbar.

SDF dan koalisi dukungan AS tidak dapat dihubungi segera untuk dimintai komentar.

Berita penyerahan para anggota ISIS datang saat pasukan dukungan AS tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah kantong terakhir kelompok ekstremis itu di Suriah timur.

Menurut sumber SDF, Warga sipil diperkirakan akan dievakuasi terakhir kalinya pada Kamis, untuk membersihkan jalan serangan tersebut..

Menurut kelompok itu, sekitar 800 warga asing pegaris keras yang bergabung dengan ISIS, termasuk banyak warga Irak, ditahan oleh SDF di Suriah. Lebih dari 2.000 anggota keluarga juga berada di dalam kamp sementara puluhan lainnya berdatangan setiap hari.

Nasib mereka menjadi semakin tertekan dalam beberapa hari terakhir saat pejuang dukungan AS merencanakan serangan untuk merebut peninggalan terakhir kekhalifahan, yang digaungkan kelompok tersebut.

Pada Selasa, Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengatakan Irak secara hati-hati memantau situasi di perbatasan Suriah di tengah kekhawatiran bahwa para anggota ISIS yang tersisa dapat mengalir melintasi perbatasan.

Kelompok garis keras tersebut masih menjadi ancaman di Irak. Beberapa pejabat negara-negara Barat meyakini bahwa pentolan kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, kemungkinan masih bersembunyi di negara itu.


Sumber : Reuters/Antara

Sunday, November 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Rouhani Sebut Israel Negara Palsu Buatan Barat

Iran dukung Hizbullah dan Hamas melawan Israel.
Teheran, SUKABUMINEWS.net – Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Israel sebagai rezim palsu yang didirikan oleh negara-negara Barat. Menurutnya, Israel ibarat 'tumor kanker' yang ada di Timur Tengah yang memajukan agenda Barat.

Rouhani sering mengutuk Israel dan memprediksi kehancurannya, tetapi ia jarang menggunakan retorika semacam itu. "Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah pembentukan 'tumor kanker' di wilayah ini," ujar Rouhani dalam Islamic Unity Conference, Sabtu (24/11), dikutip Aljazirah.

Ia menegaskan, Iran akan terus mendukung kelompok-kelompok seperti Hizbullah dan Hamas yang berjanji untuk melawan pendudukan Israel di wilayah Palestina. Iran telah memperingatkan akan menyerang sasaran AS dan Israel, setelah penasihat keamanan Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan memberikan tekanan maksimum pada Teheran melalui sanksi ekonomi.

Rouhani mengatakan, AS telah memupuk hubungan dekat dengan negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk melindungi Israel. Pernyataannya itu diduga ditujukan untuk saingan regionalnya yaitu Arab Saudi beserta sekutu-sekutunya.

"Kami memiliki pilihan untuk menggelar karpet merah untuk para penjahat, atau untuk melawan ketidakadilan dan tetap setia kepada Nabi kami, Alquran kami, dan Islam kami," kata Rouhani.

Sebelumnya pada November lalu, AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, yang mempengaruhi ekspor energi dan industri perbankannya. Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran hampir tiga tahun lalu setelah para pengunjuk rasa Iran menyerang kedutaan besarnya di Iran sebagai tanggapan atas eksekusi pemimpin Muslim Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr.

Meski demikian, Rouhani menyatakan Iran siap membela Arab Saudi dari isu terorisme. "Kami menganggap Anda sebagai saudara kami. Kami menganggap orang-orang Makkah dan Madinah saudara-saudara kami," ungkapnya. (ROL).

Monday, October 29, 2018

Redaksi sukabumiNews

Serangan Udara Israel Tewaskan 3 Bocah Palestina di Perbatasan Gaza

Gambar Ilustrasi
[Gambar Ilustrasi]
Gaza City, SUKABUMINEWS.net - Serangan udara militer Israel di dekat perbatasan Gaza menewaskan tiga warga Palestina. Ketiga korban tewas diketahui masih anak-anak.

"Kru ambulans mengangkut jenazah tiga anak-anak berusia antara 12 dan 14 tahun dari lokasi serangan udara Israel di wilayah timur Gaza bagian selatan," sebut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Senin (29/10/2018).

Disebutkan Al-Qidra bahwa ketiga jenazah anak-anak itu dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah yang terletak di Gaza bagian tengah.

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengonfirmasi insiden ini. "Anak-anak itu berusaha merusak pagar keamanan dan tampak memasang sebuah bahan peledak," sebut militer Israel dalam penyataannya.

"Sebagai respons, sebuah pesawat IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melepas tembakan ke arah mereka," imbuh pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, dikutip sukabumiNews dari detiknews.

Insiden ini terjadi saat ketegangan tinggi menyelimuti perbatasan Gaza dan Israel akibat unjuk rasa yang digelar warga Palestina di perbatasan.

Selama tujuh bulan terakhir, warga Palestina di Gaza melakukan serangkaian unjuk rasa secara rutin di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. Unjuk rasa ini menuntut kembalinya hak-hak warga Palestina yang terusir dari tanah-tanah mereka yang dicaplok dan diduduki Israel sejak tahun 1948.

Aksi unjuk rasa ini juga menuntut diakhirinya blokade Jalur Gaza selama 12 tahun terakhir, yang mempersulit perekonomian Gaza dan membatasi kebutuhan pokok dua juta warganya.

Lebih dari 200 warga Palestina dilaporkan tewas sejak aksi unjuk rasa rutin digelar pada 30 Maret lalu dan tak jarang berujung bentrokan sengit. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama. Korban tewas dari Israel sejauh ini baru satu tentara. (*)

Monday, September 3, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jalur Gaza Terancam Kehabisan Energi

[Foto: Anak di Jalur Gaza di antara reruntuhan puing akibat serangan militer Israel].
Program bahan bakar darurat bantuan PBB kehabisan dana.

GAZA, SUKABUMINEWS.net - Juru Bicara PBB menyatakan krisis energi yang berlangsung di Jalur Gaza terancam bertambah buruk. Hal itu setelah Program Bahan Bakar Darurat Bantuan PBB kehabisan dana.

"Hari ini, koordinator kemanusiaan (Koordinator Residen PBB dan Koordinator Kemanusiaan bagi Wilayah Pendudukan Palestina), Jamie McGoldrick, menulis surat kepada masyarakat donor untuk memberitahu bahwa Program Bahan Bakar Darurat Bantuan PBB, yang menyediakan bahan bakar penyelamat nyawa untuk mengoperasikan generator cadangan yang sudah siap di pusat kesehatan penting, instalasi air, dan kebersihan telah kehabisan dana," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.

Menurut dia, jika dana segar tidak segera mereka terima, maka layanan di Jalur Gaza bisa berhenti. Padahal, program energi tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan di rumah sakit, klinik, pengolahan limbah, instalasi air, hingga kebersiah.

"Jika dana baru tidak segera diterima, kami akan menghadapi potensi bencana kemacetan dalam pengiriman layanan, sedangkan layanan yang diberikan di rumah sakit, klinik, serta pengolahan limbah, instalasi air dan kebersihan akan berhenti," kata Dujarric, yang mengutip McGoldrick, sebagaimana dikutip Xinhua.

Berdasarkan defisit listrik saat ini di Jalur Gaza, setidaknya 4,5 juta dolar AS diperlukan untuk memungkinkan pengiriman sebanyak 1,4 juta liter bahan bakar darurat per bulan. Dana itu dibutuhkan guna melanjutkan layanan itu sampai akhir tahun ini. Saat ini, krisis energi di Jalur Gaza menyebabkan pemadaman listrik sampai 20 jam per hari. (ROL)

Sumber : Antara
close
close
close