Breaking
loading...
Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Thursday, May 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Santri Ponpes Dzikir Al-Fath Tetap Jaga Stamina Meski Sedang Puasa

sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Ratusan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath tetap terlihat sehat meski dalam keadaan sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1440 H. Kondisi para santri yang begitu sehat ini disebabkan lantaran mereka selalu menjaga stamina tubuh dengan olah raga yang paling utama di Ponpes itu sendiri.

“Adapun olah raga yang paling utama di sini yaitu seni bela diri Pencak Silat,” ungkap Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana kepada sukabumiNews, Kamis (9/5/2019).

Dengan demikian, tambah Fajar, silat merupakan salah satu bentuk upaya untuk menjaga stamina tubuh dari pada santri agar pada saat mengaji dan belajar mencari ilmu tetap bugar. “Dan yang terpenting adalah Islam mengajarkan Bashotan Fililmi Waljismi artinya islam orang itu harus kuat ilmu serta kuat fisik,” imbuhnya.

Dikatakan Fajar, olah raga silat di ponpesnya ini sudah menjadi olah raga unggulan, karena santrinya sudah sering kali mengikuti beberapa Festival termasuk mengikuti Festival Internasional acara Golok dan mengikuti Dzakaroh Internasional di Banten.

"Alhamdulilah, hari ini para Santri Ponpes Dzikir Al-Fath langsung dilatih secara langsung oleh Pendekar Internasional sekaligus pemain Aktor laga Hollywood yaitu Kang Cecep Arif Rahman," ucapnya, bangga.

Fajar menambahkan, selama tiga hari ini para santri akan dilatih dan diajarkan gerakan-gerakan teknik jurus silat yang praktis yang suka dilakukan dalam Film laga.



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pendekar Indonesia Ajarkan Jurus Silat di Pompes Dzikir Al-Fath

sukabumiNews,  GUNUNG PUYUH - Pendekar Silat Internasional asal Indonesia yang juga sebagai pemeran Aktor laga Hollywood, Cecep Arif Rahman mengajarkan jurus-jurus silatnya kepada ratusan Santri Pondok Pesantres (ponpes) Dzikir Al-Fath di Aula Ponpes yang beralamat di Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi itu, Rabu (8/5/2019) malam.

Cecep Arif Rahmanyang biasa di sapa Kang Cecep mengungkapkan rasa senang bisa datang ke pompes Dzikir Al-Fath meski belum cukup lama kenal dengan Pimpinan Ponpes tersebut, yaitu KH. Fajar Laksana. “Ya, sekitar satu tahunan lebih saya tahu, Alhamdulilah baru tahun ini bisa bersilaturahmi ke ponpes ini,” kata Kang Cecep kepada sukabumiNews.

“Kalau di tahun yang lalu saya bertemu pak Kyai di Banten,” imbuhnya.

Cecep mengaku klop dengan pimpinan ponpes ini lantaran ayahnya termasuk Kyai juga. Selain itu tambah Cecep, diantara keluarganya di Pondok Pesantren, hanya Dia yang menjadi Pesilat dibandingkan dengan saudara yang mengikuti jejak kelurganya yang lain.

Cecep juga menyebut, dulu bapaknya pun mengajar silat, meski tidak secara fisik. Akan tetapi Pamannya lah yang mengajarkan silat dan menggemblengnya secara detail kepadanya.

Dia mengungkapkan, sejak dahulu memang Silat ini identik dengan Pesantren, karena di pesantren kita mengolah batin, tata krama, juga akhlaknya supaya sehat lahir batin.

“Ya, seperti di Ponpes Dzikir Al-fath ini, walau pun Full mulai dari Dzikir dan pelajaran Agama lainnya, ternyata untuk membina fisiknya ada Pencak Silatnya juga," tutur Kang Cecep.

Oleh karenanya Cecep sangat mengapresiasi karena memang ini yang harus dilakukan oleh semua pesantren. "Seperti pepatah orang Minang, silat di dalam suroh keluar dari suroh langsung bersile. Artinya, belajar agama di dalam suroh pas keluar suroh langsung belajar silat di halaman," jelas Dia.

Kang Cecep juga berinisiatif untuk mengamalkan ajaran tersebut. Lataran menurutnya, silat sama halnya dengan mengaji. “Kalau kita lebih mengamalkan, lebih mengembangkan, tidak akan ada ilmu silat atau pun ilmu mengaji yang hilang karena diberikan kepada orang lain, yang ada malah akan semakin bertambah,” jelasnya lagi.

“Disini saya sambil mempelajari apa yang belum saya dapatkan. Dan apa pun yang saya dapatkan di sini akan langsung saya ajarkan kembali. Tidak harus menunggu sampai saya lulus, karena dalam silat tidak ada istilah lulus," pungkas Kang Cecep.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ternyata Seni Bela Diri Pencak Silat Dilestarikan Juga di Belanda

Pesilat Asal Nederland, sekaligus Ketua NPSF, Oliver, saat memperagakan keahliannya, Rabu (1/5). [ Foto: dok. Azis R./sukabumiNews]
--- 
sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Seni bela diri Pencak Silat ternyata diterapkan oleh masyarakat di Negara yang dikenal Negeri Kincir Angin (Netherland). Tercatat lebih dari 60 perguruan silat sudah dibentuk di Negara tersebut dengan perkumpulan perguruannya yang bernama Netherland Pencak Silat Federation (NPSF).

"Yang sudah tergabung dalam (NPCF) sebanyak 40 perguruan dan tahun 2019 ini sudah ada empat sampai lima calon yang akan bergabung, diperkirakan akan tergabung sampai menjadi 45 perguruan Silat pada akhir tahun 2019," Kata Ketua NPSF, Oliver kepada sukabumiNews ditemui saat Mudzakaroh (diskusi) bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa.

Mudzakaroh bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa (Pendekar Internasional) itu digagas oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi pimpinan Mantan Walikiota Sukabumi, HM Muraz. Mudzakaroh dilaksanakan di Pondok Pesantren Dzikir Alfath di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2019) malam.


Oliver mengungkapkan, tahun ini ia mempunyai tujuan untuk merekrut sebanyak mungkin perguruan silat di Negara Belanda untuk bisa mengadakan kompetisi bersama, bertukar pikiran untuk meningkatkan seni bela diri pencak silat di Belanda menuju kompetisi Internasional.

"Lebih luasnya kami akan mengembangkannya secara global termasuk di belahan Benua Eropa," ungkapnya.

Oliver menjelaskan, pencat silat di Sukabumi berpotensi untuk go Internasional, lantaran pencak silat Sukabumi mempunyai ciri khas yang unik dan bisa bersaing dengan silat dari beberapa Negara lainya.

"Semua pencak silat dari daerah masing-masing ada kelebihannya dengan jurus-jurus yang khas, dan gaya yang sangat bagus, pasti di Amerika, Inggris, Belanda, Prancis akan senang,"ujarnya

Lebih jauh Oliver menuturkan, perguruan pencak silat di Indonesia sangat beragam dan mempunyai ciri khas yang unik. Setiap perguruan silatnya pun sangat terbuka untuk bertukar pikiran dengan perguruan manapun.

"Sukabumi, Cianjur, Bogor dan kota lainnya mempunyai gaya sendiri, disini ada yang gaya Sukabumi tapi tidak ada keberatan untuk tukar pikiran dengan kota lain, dan itu bertambah baik untuk meningkatkan kualitas silatnya,"pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, December 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Percasi Sukabumi Gelar Turnamen Catur Piala Bupati 2018

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat berpidato pada pembukaan Turnamen Catur Piala Bupati 2018 di Gelanggang Remaja Cisaat Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/12).
[Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat berpidato pada pembukaan Turnamen Catur Piala Bupati 2018 di Gelanggang Remaja Cisaat Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/12). Foto: Azis R/sukabumiNews]
Cisaat, SUKABUMINEWS.net – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sukabumi menggelar Turnamen Catur Piala Bupati 2018 di Gelanggang Remaja Cisaat Kabupaten Sukabumi. Turnamen di buka secara simbolis oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Sabtu (22/12).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, pemerintah daerah dalam hal ini patut disyukuri karena intensitas pembinaan atau kejuaraan ini tidak harus menjadi beban pemerintah.

“Kita mengharapkan setiap cabang olahraga bisa memberikan terobosan-terobosan kegiatan, kemudian bisa mencari peluang baik itu dari pembiayaan mau pun dari pelaksaan kegiatan itu,” kata Marwan.

Intinya, lanjut Marwan, pada proses acara (event) ini  kedepan harus menjadi pemikiran bersama karena ini menyangkut pemberdayaan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Karena ini sifatnya program, waktunya juga tidak meleset terlalu jauh. Kemudian antara cabang olahraganya,  indukannya dan pemerintah ini harus singkron. Sehingga pembinaan akan berlanjut terus maka akan menghasilkan Atlet yang berprestasi yang akan mengangkat potensi sumber daya yang ada di Sukabumi,” jelas Marwan.

Dia juga berharap, dengan adanya kejuaraan Turnamen Catur Piala Bupati Sukabumi 2018 bisa melahirkan atlit yang berprestasi terutama kepada Junior yang harus kita bina dan diarahkan. Jangan sampai, lanjut dia, atlit yang sudah dibina, dibeli oleh orang lain.

Di saat dan tempat yang sama Ketua Percasi Kabupaten Sukabumi, Aom Aziz Ghaik menjelaskan bahwa event ini sudah 2 kali dilaksanakan organisasinya dalam 1 tahun. Sementara, untuk event Piala Bupati Sukabumi 2018 baru pertama kali dilaksanakan, sekaligus rekrutmen para junior dengan sistem degradasi.

“Saya baru 2 tahun menjadi Ketua Percasi. Tapi insya-Allah awal tahun depan kita akan membentuk pengurus Percasi di 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Aom Aziz Ghaik.

“Kalo kita sudah membentuk pengurus di setiap kecamatan maka akan ditugaskan rekrutmen atlit junior,” tambahnya.

Perlu diketahui, Turnamen Catur Piala Bupati 2018 ini diikuti oleh 45 Club, yang mana 1 Club terdiri dari 4 orang. Selain diikuti oleh pecatur junior Sukabumi, turnamen ini juga diikuti oleh para pecatur senior dari berbagi daerah seperti dari Kalimantan, Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok,  Cianjur,  Majalengka, dan Kota-kota besar lainnya.

Dengan adanya event seperti ini Aom Aziz Ghaik  berharap, Pemda Kabupaten Sukabumi dan Komite Olah raga Nasional Indonesia (Koni)  lebih serius untuk memberikan suport kepada semua cabang olah raga, bukan hanya Percasi.

“Saya ingin Koni lebih agresif,  jangan menunggu bola, akan tetapi menjemputnya karena induk semua cabang olah raga itu adalah Koni,” tegas Ketua Percasi Kabupaten Sukabumi.

Turut hadir dalam pembukaan even ini Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Reggi Affriansyah beserta Jajaran Polsek, Koramil dan Musfika.

[Pewarta: Azis.R/Karim.R.]
Editor: Red.

Monday, November 26, 2018

Redaksi sukabumiNews

Atlet Karate Kelas Junior Asal Purabaya Sukabumi Raih Medali Emas pada Kejurnas Kandaga Prana

Ahmad Ramdan Nasution, Peraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) Kandaga Prana
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Atlet karate kelas Junior Min-76 asal Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi Ahmad Ramdan Nasution, berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) Kandaga Prana.

Kejurnas Kandaga Prana  yang di gelar pada Jum’at 23 November 2018 ini merupakan kejuaraan yang pertama kali di gelar di Jakarta dan diikuti oleh 900 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami merasa bangga atas prestasi yang diraihnya," ucap Tubagus, sang pelatih kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Dijelaskan Tubagus, Ramdan yang juga peserta didik kelas XII dari SMK Nurul Huda, Nyalindung Kabupaten Sukabumi ini sering mengikuti ajang kejuaraan di tingkat daerah.

"Ini pengalaman pertama yang sangat berharga bagi saya bisa ikut kejuaraan di tingkat nasional,” kata Ramdan. “Alhamdulillah berkat kerja keras dan do'a dari seluruh rekan terlebih dari orang tua dapat membuahkan hasil." Pungkas Ramdan.

Pewarta: Jaka S.
Editor: Red.

Sunday, October 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Meski Belum Ada Suport dari Pemda, Burdan alias si Jampang, Siap Harumkan Nama Sukabumi di Kancah MMA One Pride TV One

Burdan alias si Jampang, siap mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di kancah pertarungan Mixed Martial Art (MMA) One Pride TV One
Lengkong, SUKABUMINEWS.net - Burdan alias si Jampang, siap mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di kancah pertarungan Mixed Martial Art (MMA) One Pride TV One. Dengan modal 2 kali menang 1 kali kalah, si Jampang siap bertarung untuk memperbaikan peringkatnya di ring MMA.

Saat di temui sukabumiNews, petarung asal Desa Langkap Jaya Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi itu mengungkapkan, dirinya akan bertarung tanggal 3 November mendatang.

Terkait Jadwal ini kata Burdan, ia baru mendapat kabar dari pihak TV One sekitar satu minggu yang lalu. “Memang kabar dari pihak TV One baru diterima sekitar satu mingguan yang lalu, sehingga membuat kami bergegas dalam persiapan fight." ucap Burdan didampingi pelatihnya, Robby, beberapa waktu lalu di tempat latihannya di camp BOSS, Jl. Siliwangi Kota Sukabumi.  

Sementara itu menurut Robby, untuk pertarungan Burdan di MMA nati, sampai saat ini belum ada sponsor karena pihaknya merasa kesulitan mencari seponsor. “ Untuk saat ini kita punya modal nekat dan kemauan. Dan kita berharap sekali ada, yang membantu terutama mengenai permodalan,” terang Robby.

Robby berharap semoga ada yang terketuk hati untuk membantu usahanya.

Sementara tambah Robby, perhatian dari Pemda Kota maupun Kabupaten Sukabumi juga belum pernah dirasakannya.  Kendati demikian, melalui perjuangan Burdan di pertarungan nanti, Robby siap untuk membawa harum nama Sukabumi di kancah MMA One Pride.

“Saya minta doa dan dukungan seluruh masyarakat Sukabumi agar kami, melalui si Jampang bisa memenangkan pertarungan perbaikan peringkat untuk mengharumkan nama Sukabumi, terutama Kabupaten Sukabumi " Pungkas Robby.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
close
close