Breaking
loading...
Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Monday, August 5, 2019

Redaksi3

Ketua Koni Kabupaten Sukabumi Lepas Atlit Sepakbola Putri Asal Cikembar guna Mengikuti Kejuaraan AFF di Thailand

sukabumiNews, CISAAT - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kab. Sukabumi Sirodjudin, SE. bersama Sekjen Ahmad Fakhrizal S.IP., dan Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi Pay Agustian dan Askab Sukabumi yang di wakili oleh M. Agus sekretaris Askab melepas atlit Sepakbola Wanita asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Ria Ristiani guna mengikuti Kejuaraan Asean Football Federation (AFF) di Thailand.

atlit sepakbola putri sukabumi
Atlit sepakbola putri Ria Ristiani (mengenakan kaos hijau, tengah) saat sebelum dilepas oleh ketua Koni Kab. Sukabumi, Sirojudin (ketiga dari kiri) berfoto bersama sekjen Koni Ahmad Fakhrizal (ketiga dari kanan) dan pengurus Koni Kab. Sukabumi Sekjen Askab Sukabumi M. Agus.*  
"Hari ini kita melepas salah satu atlit sepak bola putri daerah yang akan memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk berlaga di ajang kejuaraan AFF di Negara Thailand 2019," ujar Ketua Koni Kabupaten Sukabumi Sirodjudin SE kepada sukabumiNews di kantornya, Jln. Gelanggang Olahraga Cisaat, Ahad (4/8/19)..

Sirodjudin mengaku, ia merasa bangga lantaran ada putri terbaik asal Kp. Sukamantri Rt.05/08 Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mempunyai prestasi sangat Gemilang di Cabang Olahraga Sepakbola Putri.

KONI Kabupaten Sukabumi berharap akan lahir Ria Ristiani lainnya yang akan membawa nama baik Kabupaten Sukabumi sekaligus mengharumkan Negara Indonesia di kancah internasional.

Perlu diketahui, Ria Ristiani bergabung di Ladies Football Club (LFC) dengan karir sebagai berikut; Timnas piala AFF 2018 Senior, Timnas Asian Games 2018 Senior, dan Piala AFF 2019 senior Thailand.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 4, 2019

Redaksi3

Warga Belgia Lakukan Studi Banding Seni Bela Diri di Ponpes Dzikir Alfath

pencak silat
KH. Fajar Laksana saat mengajarkan ilmu bela diri Silat kepada Julian Miel asal Negara Belgia.*  
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Warga Negara Belgia belajar Seni bela diri Pencak Silat di Pondok Pesantren dzikir Al-Fath, Kota Sukabumi. Selain mempelajari olahraga bela diri Silat, pria yang saat ini tengah merantau di Negeri Kangguru itu juga sedang mempelajari olahraga tradisional Boles, Lisung Ngamuk dan Budaya Sunda.

Pimpinan pondok pesantren dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana mengatakan, pendekar dari Negara Belgia bernama Julian Miel (23), datang ke Al-Fath untuk melakukan studi banding melalui jaringan Al-Fath Family Homestay yang diakses oleh Julian melalui Website Help dot net yang mana homestay ini terindeks oleh seluruh Voulenteer wilayah Australia, New Zealand, Eropa, Canada, USA dan dunia Internasional.

"Julian datang kesini untuk melakukan studi banding dan mengabdikan kemampuan bahasa Inggrisnya tapi ia belajar silat, olahraga tradisional boles, ngagotong lisung ngamuk dan belajar sejarah Sunda selama dua Minggu,"kata Fajar kepada sejumlah awak media, Ahad (4/8/2019).

Fajar menjelaskan, di Negara asalnya Julian merupakan pria yang mempelajari beladiri asal Negara China yaitu chinese boxing . Julian berencana untuk mengkolaborasikan ilmu beladiri asal negeri tirai bambu dengan pencak silat.

"Untuk pencak silat, Julian diajarkan sekitar 20 jurus maung bodas namun saat ini Julian belum mempelajari jurus tenaga dalam, Ia akan mempelajarinya pada kesempatan berikutnya setelah melakukan beberapa pekerjaan di Australia," ucapnya.

bela diri silat
Julian Miel (kiri) dan KH. Fajar Laksana.*  
Sementara itu Julian Mien mengungkapkan, ada persamaan dan perbedaan antara beladiri Chinese Boxing yang selama ini Ia pelajari di Belgia dan Australia.

"Ada sedikit persamaan. Perbedaannya terdapat pada gerakan kaki. Ilmu beladiri Silat lebih didominasi oleh seni dan gerakannya lebih lembut," ungkapnya.

Julian menuturkan, selain dari gerakan seni beladiri Sunda juga bervariasi dengan gaya yang unik seperti gerakan dari jurus monkey (monyet), Tiger (harimau) dan ada musiknya.

"Yang paling unik adanya musik, dalam ilmu beladiri yang saya pelajari di Belgia dan Australia maupun jenis lainnya tidak ada musik. Ini unik," tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, tidak ada perguruan pencak silat di tempat asalnya semua perguruan beladiri di Belgia dan Australia oleh karena itu ia berencana untuk memperkenalkannya di Australia dan Negara asalnya.

"Di Negara saya semuanya profesional dan tidak ada tradisional semua perguruan sudah menjadi Industri. Kalau disini suasana kekeluargaan, saya senang belajar disini. Saya akan kembali untuk belajar lebih banyak silat," tandasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, July 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wakil Wali Kota Sukabumi Apresiasi Festival Sepakbola Piala Menpora U-12

Andri S Hamami
Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami membuka festival sepakbola piala Menpora u-21 di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, ditandai dengan menendang bola ke arah gawang, Sabtu (20/7/2019).*
sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi mengapresiasi ajang festival sepakbola Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) U-12 se-Kota/Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Bertempat di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, ajang ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami pada Sabtu (20/7/2019).

Hadir pada pembukaan kompetisi ini Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi Haickel Reza Balfas.

Wakil Wali Kota Sukabumi berharap, kegiatan festival ini menjadi momentum untuk kebangkitan dan kemajuan sepakbola di Kota Sukabumi dan sekitarnya.

“Sepakbola sebagai salah satu cabang olahraga yang merakyat dan sangat digemari oleh masyarakat tentunya haus akan prestasi baik di tingkat regional, nasional bahkan internasional,” ujar Andri Setiawan Hamami

Andri menuturkan, melalui kegiatan ini diharapkan muncul bibit-bibit baru pesepakbola handal di tanah air. Mereka ditargetkan mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab menurutnya, semua masyarakat merindukan dan memimpikan tim nasional bisa berlaga di Piala Dunia

Andri yakin target tersebut akan tercapai apabila semua pihak berusaha keras untuk mencapainya.

''Salah satu upayanya melalui pembinaan usia dini,'' kata Andri. Untuk itu, jelas Dia, Pemkot Sukabumi sangat mengapresiasi kegiatan festival sepakbola ini karena melalui kegiatan ini potensi bakat dan kemampuan anak-anak sejak dini sudah bisa dikembangkan dan diarahkan.

Oleh karenanya kata Andri, Pemkot menyampaikan terimakasih kepada jajaran panitia penyelenggara yang telah berupaya sungguh-sungguh menyelenggarakan acara festival sepakbola Piala Menpora U-12 se Kota/Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur ini.

''Selamat bertanding dan junjung sportivitas,'' imbuh Wakil Wali Kota Sukabumi, seperti dikutip dari laman humpro.sukabumikota,go.id.


Pewarta: Telly NR.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, July 21, 2019

Redaksi3

Desa Bojong Kecamatan Cikembar Butuh Gedung Olahraga untuk Mendorong Bakat Pemuda

sekdes dede nuryadin
sukabumiNews, CIKEMBAR - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengharapkan adanya pembangunan gedung olahraga. Sarana diperlukan untuk mendukung dan mendorong bakat anak muda dalam bidang olahraga.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Dede Nuryadin mengungkapkan, Pemdes Bojong memiliki tanah kosong di belakang kantor desa seluas 448 meter untuk pembangunan gedung olahraga. Namun, kata Dede, tinggal pembangunannya saja.

“Tahun 2013 hingga 2019, kami selalu mengajukannya melalu Musrenbang kecamatan, namun sampai saat ini masih belum masuk prioritas," ungkap Dede kepada sukabumiNews, Sabtu (20/7/19) kemarin.

Dede menambahkan, estimasi anggaran untuk pembangunan gedung olahraga itu ditaksir sebesar Rp. 800 juta. Dengan adanya gedung tersebut  jelas Dede, nantinya bisa dijadikan sarana olahraga warga, khususnya para pemuda untuk menyalurkan bakatnya.

"Adanya gedung olahraga tentu akan membuat masyarakat rajin berolahraga serta melakukan hal-hal positif. Selain itu, juga bisa disewakan ketika ada warga dari luar desa yang hendak menggunakannya. Ini kan bisa menambah penghasilan desa juga," ujarnya.

Dede optimis, dengan keberadaan gedung olahraga bisa mengembangkan potensi pemuda berbakat yang ada di Desa Bojong. Karena itu Dede berharap, pada 2020 mendatang pembangunan tersebut dapat terealisasikan. "Mudah-mudahan pembangunan gedung itu bisa terlaksanakan pada tahun mendatang demi mengangkat potensi olahraga yang ada di wilayah kami," tandasnya.

Di lain pihak, salah seorang warga Kp. Bojongkaler, Agus (32) berpendapat, bahwa pembangunan gedung olahraga itu sangat dibutuhkan untuk mendorong bakat para pemuda yang hobi dengan olahraga seperti, futsal, volley ball dan olahraga lainnya bisa maju.

"Ya tentunya untuk mendukung itu semua, perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai. Dalam hal ini salah satunya gedung olahraga. Mudah-mudahan kedepan bisa terlaksana," harapnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, July 18, 2019

Redaksi3

Bintang Timur FC Kukuhkan Pemain untuk Berlaga di Pertandingan Liga Tiga 2019

bintang timur fc
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur Football Club (FC) segera melakukan pengukuhan pemain yang akan berlaga dalam pertandingan Liga Tiga 2019. Pengukuhan akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang terletak di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Manager Bintang Timur FC, Deden Haerudin mengatakan, dalam tahapannya Bintang Timur FC sudah memenuhi semua persyaratan secara administratip. Bahkan, kata Dia, terbaik se-Jawa Barat.

deden haerudin

"Alhamdulillah Bintang Timur FC segera berlaga. Semua persiapan sudah di tempuh. Ini berkat dukungan semua pihak terutama Ketua KONI Kabupaten Sukabumi," tutur Deden kepada SukabumiNews di kantornya, Kamis (18/7/2019).

Deden mengungkapkan, ada berbagai kendala yang harus ditempuh Bintang Timur FC. Semisal dalam segi keuangan. Dalam peraturannya Bintang Timur FC harus mengantongi uang sedikitnya Rp200 juta.

"Kita disupport langsung sama Ketua KONI. Baik secara moril maupun materil. Bahkan dalam persiapan pertandingan. Persyaratan keuangan. Kita sudah melebihi ada sekitar Rp530 juta. Sehingga kami bisa lolos verifikasi dan terbaik se-Jabar secara administratif," ungkapnya.

Sebab dalam liga hari ini Bintang Timur FC menargetkan bisa masuk ke Liga Nasional. Sehingga komunikasi terus di jalan dengan KONI Kabupaten Sukabumi, Terlebih Sukabumi yang akan menjadi tuan rumah. Sarana prasarana pun difasilitasi baik untuk pelaksanaan meeting.

"Namun kita itu lemahnya dilapang, sebab WC nya ada satu, harusnya kan kalau pemain 30 maka WC harus ada 30 serta ada showernya. Kita kan showernya tidak ada. Namun kita terus bersemangat karena ada dukungan terus dari KONI, bahkan kami pun memasukan Ketua KONI sebagai wakil CEO Bintang Timur," jelasnya.

Dalam pengukuhan pemain pun akan dilaksanakan di Kantor KONI bersama Bupati dan Dispora. Yang direncanakan pada pada tanggal 1 namun karena verifikasi belum rampung maka diundur  pada tanggal 18 atau 21 Agustus 2019.

"Sebelum berangkat baik ketua KONI, Bupati atau Dispora yang akan mengukuhkan Bintang Timur sebelum berangkat di Liga 3 Nasional seri A. Sebab ada 2 seri. Seri A adalah seri yang lolos verifikasi sensor," pungkasnya


Pewarta : Azis. R
Editor: Agus S.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Cedera Parah, Deden Natshir Khatir Tak Bisa Kembali Merumput

Kiper Persib, Deden Natshir. (Foto: dok. Ayobandung.com)
sukabumiNews, CINCENDO – Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang karib disapa Deden Natshir mengaku terpukul atas musibah patah tulang kering yang menimpanya.

Hal tersebut disampaikan Deden kepada dokter tim Persib, Rafi Ghani yang mendampinginya selama menjalani perawatan di rumah sakit saat Maung Bandung bersua Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), belum lama ini.

Malang tak dapat dibendung, cedera tersebut harus memaksa pemilik nomor punggung satu di Persib itu mengakhir musim lebih cepat. Diketahui Deden minimal harus menepi dari lapangan hijau selama enam bulan lamanya untuk penyembuhan.

Seperti diberitakan laman Ayobandung.com, Rabu (10/7/2019) lalu, sebelumnya, kiper berusia 26 tahun itu terlibat benturan keras dengan gelandang Persib Bandung, Bruno Matos. Tak lama setelah kejadian, Deden langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seperti yang kita ketahui, Deden, saya pikir bukan hanya dari segi fisik drop tapi dari mental juga. Karena dia tidak bisa untuk bermain bola lagi kuramh lebih selama enam bulan, ungkap Rafi di Graha Persib, Jumat (12/7/2019).

Padahal kepada Rafi, Deden mengakui tengah menikmati pertandingan sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Alhasil Deden, kata Rafi sempat risau tak bisa kembali merumput. Namun untuk memberikan semangat, Rafi hanya mendoakan dan meminta Deden untuk sabar dan kuat agar proses penyembuhan cederanya bisa lebih cepat pulih.

Pada saat saya dampingi dia tanya saya, apa dia bisa main bola lagi atau enggak? Padahal dia ngaku lagi nyaman-nyamannya saat bermain melawan Persija. Terbukti dengan ada beberapa penyelamatan yang dia selamatkan pada saat pertandingan tersebut, ujarnya.


Pewarta: sNews
Sumber: Ayobandung
close
close
close