Breaking
loading...
Showing posts with label rutilahu. Show all posts
Showing posts with label rutilahu. Show all posts

Sunday, June 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lurah Cikundul Punya Program “Tabarok” untuk Mengentaskan Kemiskinan

Agus Heryanto, Lurah Cikundul Lembursitu saat berada di depan Rutilahu milik Mak Unah yang Rampung Diperbaiki. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
sukabumiNews, LEMBURSITU – Lurah Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Agus Heryanto mengatakan, pihaknya memiliki inovasi untuk mengentaskan kemiskinan dengan program Tabungan Barokah (Tabarok). Perogram tersebut akan dilauncing (diluncurkan) pada 25 Juni 2019 mendatang.

Dikatakan Agus, saat ini di wilayah Kelurahan yang dipimpinnya masih terdapat 208 unit Rutilahu yang layak mendapatkan bantuan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya terus berusaha mengajukan permohonan kepada Kementrian PUPR dan Gubernur, yang akhirnya pengajuan tersebut sudah disetujui, meski baru sebagian.

"Alhamdulillah, tahun ini rencananya kami akan mendapatkan bantuan untuk 70 unit rutilahu, mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan program penuntasan rutilahu bisa segera terealisasikan," ungkapnya kepada sukabumiNews ditemui saat ia menengok rumah Mak Unah, Guru ngaji penyandang disabilitas, Ahad (2/6/2019).

BACA:

Lebih jauh Agus mengungkapkan, pihaknya mempunyai inovasi untuk masalah penanggulangan kemiskinan yang didasari oleh swadaya masyarakat. Nama program tersebut adalah Tabungan Barokah (Tabarok) yang akan diluncurkan pada tanggal 25 Juni 2019 mendatang.

"Program tersebut merupakan gerakan infaq sebesar Rp 1 ribu setiap hari yang akan dimulai di wilayah RW 01, Kelurahan Cikundul, infaq tersebut ditujukan untuk sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK)," katanya.

Agus menambahkan, dari program tersebut pihaknya menargetkan pengumpulkan infaq sebesar Rp1 Milyar per tahun. Nantinya uang tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam wilayah program untuk mengentaskan kemiskinan.

"Akan dimulai di RW 01 dan akan dilaunching oleh BAZNAS Kota Sukabumi, mudah-mudahan bisa berhasil dan akan dilanjutkan untuk RW lainnya." Pungkas Lurah Cikindul.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Berkat Peran Aktif Kelurahan dan Kepedulian Para Dermawan, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu Sudah Bisa Menempati Rumah Baru Sebelum Idul-Fithri 1440 H

sukabumiNews, LEMBURSITU - Pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Unah Lansia penyandang disabilitas warga Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi sudah mencapai 100 persen. Progresnya berjalan dengan baik dan diperkirakan akan ditempati sebelum Hari Raya Idul Fithri 1440 H.

"Alhamdulillah, pembangunan rumah Mak Unah sudah rampung dikerjakan, sehingga Mak Unah sudah bisa menempati rumah baru," kata Lurah Cikundul, Agus Heryanto saat ditemui sukabumiNews, Ahad (2/6/2019).
Agus menjelaskan, pembangunan rumah Mak Unah berjalan tanpa hambatan lantaran kondisi cuaca saat ini cukup mendukung. Selain itu antusiasme ketua RW dan masyarakat setempat cukup tinggi, sehingga pembangunan berlangsung dengan cepat.

"Rumah Mak Unah dibuatkan dengan ukuran 8X6 meter, yang dirancang untuk dua ruangan kamar, ruangan tengah, dapur serta WC agar Mak Unah tidak kesulitan jika akan melakukan kegiatan MCK," jelas Agus.


BACA:
Lurah Cikundul Punya Program “Tabarok” untuk Mengentaskan Kemiskinan



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, April 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jeepsi 4x4 Comunity Sukabumi Realisasikan Bantuan Bedah Rumah Mak Unah

Sekmat Lembursitu (paling kiri) menyusul Koordinator Jeepsi 4x4 Community dan Lurah Cikundul bersama Mak Unah, saat berada di lokasi dimana Rutilahu Mak Unah akan dibangun di atas tanah tersebut, Sabtu, 26 April 2019. (Foto: dok. Azis R/sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, LEMBURSITU - Jeepsi Sukabumi 4x4 Community bekerjasama dengan Kelurahan Cikundul dan Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi mendanai renovasi Rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Mak Unah, guru ngaji penyandang disabilitas yang terletak di Kampung Cikundul Girang RT02/07, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi Jawa Barat, pada Sabtu (27/4/2019).

Kordinator lapangan kegiatan bedah Rutilahu, Daeng Eldena R. mengatakan, dana bagi pembangunan rutilahu untuk Mak Unah itu berasal dari donasi seluruh anggota tetap Jeepsi.

"Dalam kegiatan bakti sosial Jepsi kali ini kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 80juta. Jumlah itu akan di alokasikan untuk membiayai Rutilahu Mak Unah sebesar Rp 38juta dan untuk pembangunan MCK Masjid Al-Hidayah sebesar Rp 15 juta, sisanya akan kami sumbangkan untuk rutilahu lainya," kata Daeng, kepada sukabumiNews dilokasi pembangunan.

BACA: Akhirnya Rumah Reyot Mak Unah, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu akan Dibedah

Dikatakan Daeng bedah Rutilahu ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosialnya dalam rangka ulang tahun Kota sukabumi yang ke-105.

Daeng juga menjelaskan bahwa rutilahu Mak Unah akan dibangun dengan luas 8X6 meter persegi, yang didesain untuk dua ruangan kamar, ruangan tengah, dapur serta WC agar Mak Unah tidak kesulitan jika akan melakukan kegiatan MCK.

"Kami menargetkan pembangunan bisa terselesaikan dalam waktu 30 hari, namun jika kondisi cuacanya mendukung insyaAllah bisa kelar dalam tempo 20 hari," jelasnya.

Koordinator Jeepsi 4x4 Community, Daeng Eldena R (kanan) bersama Lurah Cikundul, Agus Supriyanto.
Ditempat yang sama Lurah Cikundul, Agus Heryanto mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan komunitas pecinta mobil Jeep tersebut, Ia sangat berterimakasih kepada Jeepsi, lantaran komunitas tersebut setidaknya sangat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah rutilahu di Kelurahan Cikundul yang saat ini berjumlah 208 unit.

"Meskipun kami tahun ini sudah mendapatkan bantuan untuk sebanyak 70 rutilahu dari provinsi dan kementerian PUPR, setidaknya bantuan dari komunitas tersebut bisa lebih menghemat kuota,"ungkap Agus.

Agus menjelaskan, rutilahu Mak Unah awalnya sudah dimasukan ke dalam daftar penerima bantuan rutilahu tahun 2019, namun karena sudah mendapatkan bantuan dari Jeepsi, kuotanya akan dilimpahkan kepada rutilahu lainya, sehingga bisa menambah jumlah penerima bantuan dan otomatis akan mengurangi jumlah rutilahu di Kelurahan Cikundul.

"Selain itu kegiatan ini sangat mendukung terhadap program destinasi wisata di wilayah kami yang akan dikembangkan dalam waktu dekat ini di daerah Cigedud yang akan bardampak baik bagi pembenahan lingkungan, kami mengucapkan terimakasih," pungkas Lurah.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, April 25, 2019

Redaksi sukabumiNews

2019, Dana Bantuan RTLH dari Provinsi Naik, Penerima Manfaat di Kota Sukabumi Lebih Sedikit

Kasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kota Sukabumi, Rilda. (Foto: dok. Azis R./sukabumiNews)
-----
sukabumiNews, WARUDOYONG – Kasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Kota Sukabumi, Rilda mengatakan, Bantuan Rutilahu dari Provinsi untuk Kota Sukabumi mengalami kenaikan dari semula sebesar Rp 15 juta pada tahun 2018,  menjadi Rp 17,5 juta pada tahun 2019 ini.

"Jumlah bantuan dari Provinsi Jawa Barat tahun 2019 untuk setiap unitnya yaitu sebesar Rp 17,5 juta, jumlah itu sama besarnya dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari Menteri PUPR," kata Kasi Dinas PUPR PKPP Kota Sukabumi, Rilda, kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Namun jelas Rilda, jumlah sebesar itu berbanding terbalik dengan total jumlah penerima bantuan tahun 2019. Tahun ini jumlah penerima bantuan sekitar 260 unit Rumah,  jumlah tersebut relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan penerima bantuan pada tahun 2018 yang secara keseluruhan mencapai 874 unit.

"Jumlah tersebut merupakan hasil keputusan dari Pemerintah Provinsi dan Menteri PUPR, sedangkan untuk Dinas PUPR bertugas hanya untuk memonitoring evaluasi kegiatan yang selebihnya akan dibantu oleh tenaga-tenaga fasilitator, baik secara teknis dan administrasi," ungkapnya.

Lebih jauh Rilda mengatakan, pada waktu pelaksanaan kegiatan, Dinas PUPR akan melakukan verifikasi ke lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut agar tepat sasaran. Oleh karenanya tambah Dia, jika ditemukan pengusul bantuan yang tidak layak kemudian mendapatkan bantuan, maka akan dicarikan penggantinya.

"Syarat untuk penerima bantuan yaitu yang termasuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sedangkan syarat kelayakan menerima bantuan dilihat dari Atap, Lantai, Dinding (ALADIN) yang masih belum memadai, misalnya atap yang rapuh,lantai tanah atau rusak,dan dinding yang belum permanen misalnya masih menggunakan dinding bilik," jelas Rilda.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Akhirnya Rumah Reyot Mak Unah, Guru Ngaji Penyandang Disabilitas Itu akan Dibedah

Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Mak Unah, Sosok Guru Ngaji penyandang disabilitas, penderita cacat sejak lahir yang tinggal di Kp. Cikundul Girang, RT 002/007 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi akan dibedah.
Mak Unah (kanan) duduk bersama sadaranya yang selama ini membantu aktifitasnya (kiri) di teras rumahnya yang berukuran 4X5 Meter Persegi yang akan dibedah. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
------------
sukabumiNews, LEMBURSITU - Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Mak Unah, Sosok Guru Ngaji penyandang disabilitas, penderita cacat sejak lahir yang tinggal di Kp. Cikundul Girang, RT. 002/007 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi akan dibedah.

Seperti diberitakan sukabumiNews sebelumnya, keberadaan Rutilahu beserta kondisi pemiliknya, Mak Unah memang membutuhkan perhatian pemerintah. Kenapa tidak, Mak Unah yang tidak memiliki tangan dan kaki normal, layaknya orang lain ini mengaku bila saat hujan turun atap rumah dan dinding biliknya yang bolong kerap kemasukan air.
Atas bantuan dari para pegiat social, kini Rumah panggung reyot milik penderita cacat sejak lahir yang berukuran 4 X 5 meter persegi ini rencananya akan di bedah pada Rabu 24 April 2019 mendatang.

Lurah Cikundul, Agus Heryanto mengatakan, pembangunan tersebut didanai oleh salah satu komunitas mobil di Sukabumi yang diperoleh dari hasil donasi antara pihak komunitas ditambah dari Kelurahan dan Kecamatan Lembursitu.

"Dana tersebut berkisar sekitar Rp40 juta dan akan di alokasikan untuk membedah Rutilahu Mak Unah dan pembangunan MCK musholla Alhidayah yang terletak di RW 03 di wilayah Kelurahan Cikundul," kata Agus kepada sukabumiNews.

Camat Lembursitu, Hj. Nuraeni Komarudin, mengawali pembuatan MCK Musholla Alhidayah untuk Tempat Pengajian Santri Mak Unah, dengan peletakan batu pondasi pertama pada Ahad (21/4/19).
Agus menjelaskan, pembangunan telah dimulai dari pembuatan MCK Musholla Alhidayah yang diawali dengan peletakan batu pondasi pertama langsung oleh Camat Lembursitu, Hj. Nuraeni Komarudin pada Ahad (21/4/19) kemarin.

"Sedangkan untuk renovasi Rutilahu Mak Unah rencananya akan di laksanakan pada Rabu 24 April 2019 sekitar pukul 08:00 WIB dan akan di hadiri oleh komunitas yang memberikan donasi," jelas Agus.

Agus jiga mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan dari salah satu komunitas di Sukabumi, Rutilahu Mak Unah sudah dimasukan dalam daftar penerima bantuan rutilahu dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Namun saat ini, tambah Agus, bantuan tersebut akan dicabut dan dilimpahkan kepada pemilik Rutilahu lainnya.

"Tahun ini kami mendapatkan bantuan untuk 70 unit Rutilahu dari pemerintah provinsi dan kementerian PUPR yang Insya Allah akan di realisasikan pada Bulan Juli mendatang." Pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, March 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Mak Unah, Sosok Guru Ngaji Tanpa Tangan dan Kaki Ini Hampir Luput dari Perhatian Pemerintah

Mak Unah yang tidak memiliki tanagan dan kaki normal, layaknya  orang lain ini mengaku bila saat Hujan turun atap rumah dan dinding bilik yang bolong kerap kemasukan air.
sukabumiNews, LEMBURSITU – Begitu malang nasib Mak Unah (71), warga Kp. Cikundul Girang Rt. 002/007 Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi ini.  Sudah cacat sejak lahir, ia juga tinggal di rumah panggung berukuran 4 X 5 meter persegi yang sudah reyot.

Mak Unah yang tidak memiliki tangan dan kaki normal, layaknya  orang lain ini mengaku bila saat Hujan turun atap rumah dan dinding bilik yang bolong kerap kemasukan air.

Rumah Mak Unah juga tidak memiliki kamar mandi juga tempat menyimpan air untuk memasak. Sehingga apabila ia mengambil, harus merangkak turun dengan kedua tangan yang tidak sempurna untuk menimba air sumur yang terletak di depan rumahnya. Saat memasak pun dia tidak menggunakan kompor karena tidak memilikinya.
Dapur rumah Mak Unah
Janda dengan dua anak ini kepada sukabumiNews menceritakan bahwa ia tinggal bersama cucunya, Ani (13) yang karena ketidak mampuannya dia tidak bisa bersekolah seperti anak-anak lain seusianya.

Mak Unah adalah sosok seorang guru mengaji untuk anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya. Dengan kesulitan karena keterbatasan kaki dan tangannya, ia berjalan merangkak menuju masjid yang berjarak 200 dari rumahnya.

Mak Unah terkadang mengajar ngajinya di mesjid, terkadang juga di rumahnya yang reyot. Kendati demikian ia tidak mengharapkan imbalan dari mengajar ngajinya. “Kalau dikasih Alhamdulilah, tidak juga tidak apa-apa, Emak Ikhlas," tuturnya, Senin (4/2/2019).

Namun Mak Unah berharap ada da yang peduli dengan tempat tinggalnya yang sudah reyot, karena ia mempunyai keinginan untuk memperbaikinya. Ia meminta kepada Pemerintah Kota Sukabumi untuk bisa membantu memperbaiki rumahnya.

Ditempat yang sama, Esih (43) salah satu saudara Mak Unah yang turut membantu kelangsungan hidup Mak Unah sehari-hari seperti memberikan makan dan kebutuhan lainnya mengatakan, kedua anak Mak Unah jarang mendatang dan membantunya.

“Untuk makan sehari-harinya saya yang memberi, terkadang juga murid-murid ngajinya,” kata Esih saat sukabumiNews mengunjunga rumah Mak Unah, Senin.

Selain itu,  Esih juga menjelaskan bahwa Mak Unah pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Sukabumi. Namun menurutnya sudah lama tidak mendapatkannya kembali.

Oleh sebab itu dirinya berharap supaya Pemkot Sukabumi lebih serius memperhatikan saudaranya agar bisa mendapatkan hak dan kewajibannya sebagai warga Kota Sukabumi.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close