Breaking
loading...
Showing posts with label pemilu2019. Show all posts
Showing posts with label pemilu2019. Show all posts

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Prabowo-Sandi akan Ajukan Gugatan ke MK Malam Ini

sukabumiNews, JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan pihak Prabowo-Sandi menunjuk mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, sebagai ketua tim hukum kasus sengketa Pilpres 2019

Total anggota lawyer disebut ada 8 orang,  namun Andre belum dapat menyebut siapa saja nama yang akan menjadi tim lawyer Prabowo-Sandi.

"Total anggota lawyer ada 8, nanti nama resmi diumumkan sore sebelum Maghrib, " Katanya.

Sebelumnya, Prabowo - Sandi akan mendaftarkan gugatan ke MK pada sore hari ini, namun pihaknya menunda jadwal. Menurut Andre, mereka akan ke Mahkamah Konstitusi pada pukul 20.30 WIB, dengan pertimbangan pimpinan akan berkumpul di kediaman Prabowo menjelang sore.

"Nanti ada rapat internal setelah itu,  salat tarawih dulu, baru berangkat ke Mahkamah Konstitusi," katanya pada Jumat (24/5).

Pewarta: IDN Times
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jokowi Nyatakan Niat Merangkul Pendukung Prabowo-Sandiaga

Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kemenangannya sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Foto:Antara
-- 
sukabumiNews,  JAKARTA – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk terus bersilaturahmi dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Selain itu, Jokowi juga menyatakan komitmennya merangkul seluruh pendukungan Prabowo dan Sandiaga.

Sebelumnya Jokowi juga menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Prabowo - Sandi. Namun, hal itu belum terwujud dikarenakan sulitnya waktu. "Rencana kan sudah sejak awal, tapi yang jelas kita ingin terus bersahabat bersilaturahmi dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Tidak hanya kepada pasangan lawan, Jokowi juga ingin merangkul masa pendukung pasangan tersebut. Jokowi berharap masyarakat dewasa menerima hasil pemilu 2019.

Jokowi bilang hasil pemilu merupakan bentuk kedaulatan rakyat. Oleh karena itu seluruh masyarakat perlu menghormati hasil pemilu yang disampaikan KPU.

"Oleh sebab itu kedaulatan rakyat yang telah dilaksanakan itu marilah kita hargai," terang Jokowi.

Meski begitu, kritik terkait pelaksanaan pemilu tidak dilarang. Pada kesempatan tersebut Jokowi bilang akan menghargai bila pasangan Prabowo - Sandi melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mekaniseme tersebut dinilai sesuai dengan aturan yang ada. "Itu memang sebuah proses yang sesuai konstitusi, sesuai dengan hukum dan undang-undang yang kita miliki," jelas Jokowi.


Pewarta: Kontan.co.id

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang 22 Mei, Ini Hasil Pilpres 2019 Pleno KPU di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Rapat pleno KPU (Foto: Danang Triatmojo/Tribunnews.com)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Berita terbaru hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 atau rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyajikan perolehan suara pasangan 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa anda simak di sini.

Berita terbaru hasil Pilpres 2019 ini merupakan rangkuman dari rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional dimulai pada Jumat (10/5/2019) lalu dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin malam, di tingkat nasional, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi di 32 provinsi.

Dari jumlah rekapitulasi yang telah selesai, Jokowi-Maruf menang di 20 provinsi.

Sedangkan Prabowo-Sandi menguasai 12 provinsi.

Dua belas provinsi tempat Prabowo-Sandi menang yakni di Kalimantan Selatan, Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Jambi, NTB, Banten, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

KPU masih menyisakan 2 provinsi tersisa.

Wilayah tersisa itu meliputi Papua, dan Maluku.

Rencananya, sisa provinsi dan PPLN yang belum selesai, akan dirampungkan seluruhnya Senin (20/5) ini.

Bila seluruh tingkatan rampung, selanjutnya KPU RI bisa langsung mengumumkan pemenang hasil rekap Pemilu 2019 pada hari yang sama.

"Bisa (diumumkan). Kalau hari ini yang diumumkan itu hasil perolehan suaranya," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Berikut rincian hasil Pilpres 2019 rekapitulasi Pleno KPU tingkat nasional di 32 provinsi hingga Senin:

1. Bali

Jokowi-Maruf: 2.351.057 atau 91,68 persen.

Prabowo-Sandi: 213.415 suara atau 8,32 persen.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 2.137.642 atau 83,36 persen.

2. Kepulauan Bangka Belitung

Jokowi-Ma'ruf berhasil mengungguli Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapat 495.729 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 288.235 suara.

Kedua kandidat Pilpres 2019 terpaut selisih suara yang cukup besar, yaitu 207.494 suara.

Presiden Jokowi meninjau langsung olahraga Paralayang di Desa Wisata Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019).

3. Kalimantan Utara

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat nasional Provinsi Kalimantan Utara, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 248.239 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 106.162.

4. Kalimantan Tengah

Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Provinsi Kalimantan Tengah.

Jokowi-Maruf memperoleh 830.948 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 537.138 suara.

Atas perolehan tersebut selisih suara Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 293.810 suara.

5. Gorontalo

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional KPU RI, di Provinsi Gorontalo, Jokowi-Maaruf menang tipis atas Prabowo-Sandi.
Jokowi-Maruf memperoleh suara sebanyak 369.803, sedangkan Prabowo-Sandi 345.129 suara.

Dari angka tersebut, selisih suara sebesar 24.674 suara.

6. Bengkulu

Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf dengan selisih tipis sebesar 2.511 suara di Bengkulu.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 583.488 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 585.999 suara.

"Nomor urut 01, 583.488 suara. Nomor urut 02, 585.999 suara," kata Ketua KPUD Bengkulu, Irwan Saputra membacakan rekap di Kantor KPU RI, Minggu (12/5/2019).

7. Kalimantan Selatan

Berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil Pilpres 2019, Prabowo-Sandi memperoleh 1.470.163 suara atau 64,09 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 823.939 suara 35,91 persen.

8. Kalimantan Barat

Rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah rampung, Jumat (10/5/2019) malam.

Hasilnya, Joko-Ma’ruf unggul di Kalbar dengan memperoleh 1.709.896 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 1.263.757 suara.

9. Sulawesi Barat

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Sulawesi Barat, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 475.312 atau 64,32 persen.

Sementara Prabowo-Sandi mendapat 263.620 suara atau 28,64 persen.

10. DIY Yogyakarta

Jokowi-Ma'ruf menyapu bersih kemenangan di lima kabupaten/kota DI Yogyakarta dengan memperoleh 1.655.174 suara atau 69,03 persen.

Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 742.481 suara atau 30,97 persen.

11. Kalimantan Timur

Berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Kalimantan Timur, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Hasil tersebut disahkan komisioner KPU RI, Viryan Aziz di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 1.094.845, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 870.443 suara.

12. Lampung

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional Senin (13/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 2.853.585, sementara Prabowo-Sandi mendapat 1.955.689 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 897.896.

13. Maluku Utara

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 310.548 suara di Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 344.823 atau selisih 34.275 suara.

14. Sulawesi Utara

Dikutip dari Kompas.com, KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/5/2019).

Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan rekapitulasi Jokowi berhasil meraup 1.220.524 suara. Sedangkan Prabowo mendapatkan 359.685 suara.

15. Jambi

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di kantor KPU RI Selasa (14/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapat 859.833 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 1.203.025 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 343.202 suara.

16. Sulawesi Tengah

Dari hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Jokowi-Maruf unggul dengan raihan suara sebanyak 914.588 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 706.654 suara.

17. Jawa Timur

Berdasrkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 oleh KPU, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraup 16.231.668 suara atau 65,7 persen di Jawa Timur.

Sementara Prabowo-Sandi hanya mendapat 8.441.247 dengan persentase 34,3 persen.

18. Nusa Tenggara Timur

Jokowi-Ma'ruf kembali menang telak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meraih suara sebanyak 2.368.982.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 305.587 suara di NTT.

19. Sumatera Selatan

Dari rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Sumatera Selatan, Prabowo-Sandi sukses meraih 2.877.781 suara.

Sementara Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.942.987 suara.

20. Sulawesi Tenggara

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara untuk provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (15/5/2019), Prabowo-Sandiaga unggul dengan mendapat 842.117 suara.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 555.664 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 286.453 suara.

21. Aceh

Di Aceh, pasangan Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara 2.400.746.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 404.188 suara.

22. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Prabowo-Sandi juga menang di NTB.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 2.011.319.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 951.242 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.050.077.

23. Banten

Di Banten, Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 4.059.514.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 2.537.524 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.521.990.

24. Kepulauan Riau

Jokowi-Ma'ruf menang tipis atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 550.692.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 465.511 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 85.181.

25. Jateng

Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 16.825.511 atau 77,29 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 4.944.447 suara atau 22,71 persen.

Perolehan suara yang didapat Jokowi-Ma'ruf hampir empat kali lipat dari perolehan suara Prabowo-Sandi.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 11.881.064.

26. Sumatera Barat

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat 2.488.733 suara.

Angka itu terpaut jauh dari Jokowi-Ma'ruf yang hanya mendapat 407.761 suara.

Selisih di antara keduanya mencapai 2.080.972 suara.

27. Jawa Barat

Prabowo-Sandi menang telak di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 16.077.446.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 10.750.568 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 5.326.878.

28. DKI Jakarta

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 3.279.547 suara.

Sementara itu, Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara. Selisih suara di antara keduanya 213.410

29. Papua Barat

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 508.997.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 128.732 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 380.265.

30. Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, Prabowo-Sandi mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 2.117.591 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 2.809.393 suara.

31. Riau

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 1.975.287.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.248.713 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 726.574.

Jokowi-Maruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Berdasar rekapitulasi KPU, Jokowi-Maruf memperoleh 3.936.515 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 3.587.786 suara.


Pewarta: Tribunnews

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tim Kuasa Hukum Habib Mustofa akan Usut Tuntas Kecurangan KPU Kota Sukabumi

Foto: Kuasa Hukum Habib Mustofa, Saleh Hidayat, SH. Saat diwawancarai wartawan, Sabtu (18/5) --  
sukabumiNews, CISAAT - Kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu terhadap suara Habib Mustofa Alhabsy, SE. atau HMA, caleg DPR RI Nomor Urut 3 dari Partai Gerindra Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi akhirnya di ungkap Tim Kuasa Hukum HMA, Saleh Hidayat, SH.

“Berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu Jabar), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi Pemilu,” ungkap Saleh Hidayat kepada wartawan dalam konferensi Pers yang digelar di kantornya, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Saleh, menyikapi hal tersebut Tim Caleg DPR RI Nomor Urut 3 dari Partai Gerindra Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi, Habib Mustofa Alhabsy akan mengungkap fakta-fakta kecurangan yang telah terjadi.

Saleh mengatakan, keputusan Bawaslu Jabar menjadi dasar baginya untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut.

"Ditafsirkan ada dua kesalahan KPU Kota Sukabumi, diantaranya kesalahan administratif human error, salah hitung, kesalahan catat, mungkin karena rumitnya sistem perhitungan atau karena faktor kelelahan,” kata Saleh.

Yang kedua, tutur Saleh, tidak menutup kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh KPU Kota Sukabumi adalah bentuk rekayasa yang dilakukan secara sistemik dan ini merupakan pelanggaran pidana pemilu..

"Kami selaku Kuasa Hukum dan Tim Mustofa telah mengantongi bukti-bukti yang akurat dan cukup kuat. Apabila KPU Kota Sukabumi tidak segera melakukan perubahan data serta mengembalikan klain kami yang seharusnya terpilih pada saat rekapitulasi, maka upaya hukum tindak pidana akan kami lakukan," tegasnya. 

Saleh menambahkan, berdasarkan tahapannya melalui Sentra Gakkumdu Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan setelah melakukan pelaporan ke Sentra Gakkumdu Bawslu RI, maka pihaknya akan menindak lanjuti temuan ini dengan melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota, Polda jabar atau ke Bareskrim Polri.

“Dan kami selaku kuasa hukum HMA akan menempuh jalur tersebut,” jelas Saleh Hidayat.

Berdasarkan hasil analisa tim yang telah dipelajarinya, Saleh menduga adanya pemanfaatan penggelembungan suara di 7 Kecamatan wilayah Kota Sukabumi serta penggunaan daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus yaitu 100 persen ada diangka 8.171. Sementara data yang kita pelajari,.untuk Kabupaten Sukabumi hanya di angka 4000.

"Artinya 100 persen pemilih tambahan yang telah di sediakan dengan aturan 2 persen setiap TPS itu semua datang ke TPS inilah yang irasional, secara normatif hukum boleh dan ini yang kita patut curigai selisih klain kami dengan calon partai tertentu," tutur Saleh.

Salah satu bukti kecurangan yang dilakukan KPUD Kota Sukabumi, ungkap Saleh, yaitu adanya coretan dan ada perubahan dari C1 plano ke DA1 dengan alasan salah tulis, lalu dari data DPTB, DPK dia kosong dan pas masuk ke data hak pilih DPTB serta DPK ada. Kemudian dari DA1 nya juga ada.

“Seandainya dari DPTB, sebelum ada hak pilih, harus ada DPTB dulu yang diatas, nah ini ko tiba-tiba ada di bawah sama DA1. Kemudian yang kedua dari data C1 DPTB, DPK, DPT disitu semua kosong tidak ada pemilih lalu kita samakan dari DA1 dari Kelurahan disitu tercatat 100 lebih. DPT inilah sebagi buktinya,” beber Saleh mengakhiri keterangannya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Prabowo: Enggak Usah Takuti Kita dengan Makar!

Prabowo Subianto. (Foto:Suara.com/Novian)
-- 
Prabowo lantas membela sejumlah tokoh yang berada di belakangnya yang selama ini dituding akan menggerakkan makar.

sukabumiNews, JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengklaim bersama para pendukungnya tidak sedang melakukan makar. Maka dari itu, ia meminta agar pemerintah tidak lagi mengancam dengan menggunakan pasal makar.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan arahan dalam acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

"Enggak usah nakut-nakutin kita dengan makar, orang-orang ini tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar, jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya dari sejak muda. Mereka tidak makar," kata Prabowo seperti dikuti surara.com
Prabowo lantas membela sejumlah tokoh yang berada di belakangnya yang selama ini dituding akan menggerakkan makar.

"Djoko Santoso tidak makar, Amien Rais tidak makar. Kita membela bangsa ini," ujar Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan sikapnya terkait banyaknya kecurangan Pemilu yang telah dipaparkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat sore ini.

Prabowo dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan menolak segala penghitungan suara yang dilakukan secara curang.

"Tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penhitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidak adilan ketidakjujuran," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Sunday, May 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Situng KPU Minggu Sore Keunggulan Pasangan 01 Jokowi Terus Berlanjut Jelang Pengumuman?

Capture real count KPU (kpi.go.id). Selisih suara Jokowi dengan Prabowo berdasar Situng KPU mencapai 15.052.335 suara. 
-- 
sukabumiNews, JAKARTA - Penghitungan sementara real count dalam sistem penghitungan (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) H-10 jelang pengumuman resmi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, menunjukan keunggulan Pasangan Capres - Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin atas Pasangan Capres - Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Berdasar data yang diperbarui pada Minggu (12/5/2019) Pukul 17.15 WIB, Pasangan Jokowi - Maruf berhasil meraih sebanyak 67.359.534 suara atau 56,29 persen. Sedangkan, Prabowo - Sandiaga Uno mendapat 52.307.199 suara ataua 43,71 persen.

Data tersebut berdasar pengumpulan form C1 yang dihimpun dari 635.623 tempat pemungutan suara atau 78,14877 persen dari total 813.350 TPS yang ada di seluruh Indonesia. Berdasar penghitungan tersebut, selisih suara Jokowi dengan Prabowo berdasar Situng KPU mencapai 15.052.335 suara.

Sedangkan menurut data Situng, jumlah provinsi yang sudah rampung dalam pengitungan rekapitulasi meliputi Provinsi Bengkulu, Bali dan Gorontalo. Sedangkan provinsi yang penghitungannya sudah mencapai lebih dari 90 persen telah mencapai 11 provinsi, meliputi Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara.

Meski begitu, saat ini KPU sudah melakukan rapat pleno reakpitulasi penghitungan suara tingkat nasional yang sudah mengesahkan suara dari tujuh provinsi. Dari tujuh provinsi tersebut Jokowi - Maruf Amin masih mengungguli Prabowo - Subianto di lima provinsi. Sedangkan, sisanya dikuasai pasangan Prabowo - Sandiaga.

Untuk diketahui, dalam disklaimer-nya, KPU menyatakan data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.


Pewarta: Suara.com
Redaksi sukabumiNews

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda

Kesal, Baliho Ucapan Kemenangan Prabowo Sandi Diturunkan, Massa Pendukung 02 Ontrog Kantor Kecamatan Parungkuda
Massa Pendukung Capres-Cawapres no 02 Datangi Kantor Kecamatan Parungkuda. (Foto: dok. Azis R.)
-- 
sukabumiNews, PARUNGKUDA - Ratusan massa pendukung Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi mendatangi Kantor Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/5/19), sekitar pukul 21.00 Wib lantaran kesal.


Kekesalan mereka lantaran dipicu oleh baliho ucapan kemenangan Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandi berukuran 30 meter yang dipasangnya di Jln. Nasional Palagan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diturunkan oleh Sekelompok massa yang diduga pendukung capres-cawapres lain.

“Ada warga khususnya di Parungkuda yang melihat pemasangan baliho ucapan kemenangan terhadap pasangan Capres- Cawapres nomor urut 02,” ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto kepada wartawan.

Menurut Teguh, mereka berinisiatif untuk menurunkan baligo yang bertuliskan ”Terima kasih kepada warga Kab. Sukabumi yang Telah Mendukung dan Memenangkan Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto, H. Sandiaga Salahuddin Uno Sebagai Presiden & Wapres Priode 2010-2024”.

"Sesuai dengan arahan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Surat edaran bernomor 0904, pada point buruf (b) No. IV yang berbunyi bahwa Peserta Pemilu tidak melakukan pemasangan alat peraga yang mengandung materi kemenangan sebelum ditetapkan hasil pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," jelas Teguh.

Kendati demikian, Teguh momohon kepada pendukung Jokowi Ma'ruf Amin dan Prabowo Sandi supaya tidak memasang sepanduk Ucapan Kemenangan yang mungkin akan memicu gesekan antara pendukung 01 dan 02. “Kita harus menghargai pesta Demokrasi ini dan kita bersabar untuk menunggu hasil keputusan Pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, siapa yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Teguh menjelaskan bahwa terkait hasil pertemuannya dengan Bawaslu Kabupaten Sukabumi di Kantor Kecamatan Parungkuda dalam mengantisipasi supaya tidak ada saling tuding antara kedua pendukung, maka dimohon untuk saling menghargai antar sesama lembaga dan masyarakat.

Dalam kesepakatannya juga, lanjut Teguh, mereka harus lebih memahami tentang situasi dan kondisi saat ini, jangan sampai memperkeruh suasana. “Intinya mari kita jaga dan junjung tinggi rasa ikatan pesaudaraan kita sebangsa dan setanah air dalam wadah Negara Kesatuan Repulik Indonesia,” papar Teguh.

"Apabila ada pemasangan Baliho Ucapan Kemenangan dari pendukung 01 dan 02, kami Bawaslu Kabu Sukabumi, sesuai arahan pimpinan kami akan patuh dan taat terhadap intruksi dari Bawaslu RI,” tambahnya.

Teguh juga megatakan, Bawaslu Kabupaten Sukabumi akan melakukan koordinasi dengan Pengawas Kecamatan (Panwascam) supaya berkomunikasi dengan pendukung kedua belah pihak, bahwa jika ada yang memasang baligo dan berisi ucapan kemenangan kepada pasangan capres-cawapres, sebelum ada keputusan dari hasil rapat Pleno KPU RI, agar menurunkannya kembali.




Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close