Breaking
loading...
Showing posts with label internasional. Show all posts
Showing posts with label internasional. Show all posts

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

'Robot' Pengintainya Ditembak Iran, Amerika Juga Punya Drone Pembunuh

Kru Angkatan Udara AS mempersiapkan drone tipe RQ/4A Global Hawk untuk lepas landas (Reuters)  
Terlepas dari benar-salah aksi penembakan yang dilakukan Iran, ternyata AS mengandalkan jasa drone bukan hanya sebagai pesawat mata-mata. Paman Sam turut memakai drone sebagai senjata yang telah memakan sejumlah korban sipil.

sukabumiNews, IRAN - Militer Iran merilis cuplikan video saat mereka menembak jatuh drone mata-mata militer Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis (20/6/2019). Pesawat tanpa awak yang dirudal oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu adalah tipe RQ-4 Global Hawk.

Video yang dirilis disertai gambar grafis, memperlihatkan jejak rudal Iran sebelum menghantam drone AS. Dalam gambar grafis ditunjukkan pula bahwa drone pengintai tersebut telah memasuki wilayah udara Negeri Seribu Mullah.

Komandan IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan aksi itu merupakan pesan yang jelas kepada Washington. Penembakan drone AS merupakan sebuah konsekuensi yang harus diterima karena telah memasuki wilayah udara Iran di atas Provinsi Hormuzgan selatan.


Presiden AS ke-45, Donald Trump terkait hal ini mengatakan bahwa, Iran mungkin telah melakukan kesalahan. Menurutnya, Tehran seharunya tidak perlu melakukan tindakan konyol tersebut dan meminimalkan insiden itu agar tidak menimbulkan keributan baru.

Terlepas dari benar-salah aksi penembakan yang dilakukan Iran, ternyata AS mengandalkan jasa drone bukan hanya sebagai pesawat mata-mata. Paman Sam turut memakai drone sebagai senjata yang telah memakan sejumlah korban sipil.

Drone Pembunuh Amerika

Tercatat, Militer AS sejak Januari 2014 mulai mengoperasikan sistem Kendaraan Udara Tak Berawak atau UAV secara besar-besaran. Dikutip dari Military.com, jumlah drone yang dimiliki antara lain sebanyak 7.362 unit tipe RQ-11 Ravens dan 990 unit tipe AeroVironment Wasp IIIs

Kemudian ada pula tipe AeroVironment RQ-20 Pumas berjumlah 1.137 unit, lalu 306 unit tipe RQ-16 T-Hawk dengan sistem UAS kecil, 246 unit tipe Predator dan MQ-1C Grey Eagles, 126 unit tipe MQ-9 Reaper, 491 unit tipe RQ-7 Shadows, hingga 33 unit tipe RQ-4 Global Hawk dengan sistem besar.

Penggunaan drone sebagai senjata tanpa awak tercatat telah berlangsung di berbagai negara seperti wilayah Afghanistan yang menyasar Taliban hingga gerilyawan Al-Qaeda yang berada di Afghanistan dan Pakistan. Dari sinilah kemudian muncul istilah war drone atau perang drone.


The Intercept pada Oktober 2015 menerbitkan The Drone Papers, 8 seri laporan mengenai Pemerintah AS yang memakai pesawat tanpa awak sebagai senjata perang. Bocoran yang meliputi sejumlah dokumen, slide, visual, beserta analisisnya itu mengungkapkan proses birokrasi bagaimana penyerangan menggunakan drone mendapat persetujuan.

Cache dokumen yang didapatkan dari whistleblower yang berada dalam komunitas intelijen AS merinci bagaimana cara kerja program pembunuhan militer AS seperti di Afghanistan, Yaman, dan Somalia, termasuk mekanisme penargetan tersangka yang dijadwalkan akan dibunuh.

Sang pembocor mengatakan bahwa, publik Amerika punya hak untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh pemerintahnya. Hal itu termasuk soal bagaimana seseorang bisa ditempatkan dalam daftar target pembunuhan dan yang harus dimatikan, melalui proses rahasia tanpa dakwaan atau persidangan terlebih dahulu.


The Intercept melaporkan antara Januari 2012 dan Februari 2013, serangan udara operasi khusus AS di timur laut Afghanistan telah menewaskan lebih dari 200 orang. Dari jumlah itu, sebenarnya hanya 35 yang menjadi target.

Yang lebih mengejutkan, selama satu periode 5 bulan operasi, hampir 90 persen dari 10 orang yang tewas dalam serangan bukanlah target sasaran. Dengan kata lain, terjadi aksi pembunuhan kepada pihak-pihak yang tidak bersalah.

Penggunaan drone diklaim merupakan serangan yang lebih tepat ketimbangan aksi langsung dilapangan. Masalahnya, daftar target pembunuhan didapatkan dari pengumpulan data atas interpretasi komunikasi pada telepon dan komputer. Telepon dan email menjadi alat utama yang digunakan militer untuk menemukan, memperbaiki, hingga 'membereskan' targetnya.

Menurut sang pembocor, metode semacam ini mensyaratkan kepercayaan yang tinggi kepada teknologi yang digunakan. Bukan tidak mungkin terjadi kesalahan interpretasi. Sehingga, suatu aksi intelijen yang keliru akan menyebabkan pembunuhan orang yang tidak bersalah, termasuk warga AS itu sendiri.


Glenn Greenwald, salah satu jurnalis The Intercept menerangkan ada operasi drone di Afghanistan yang mengindikasikan bahwa Pemerintah AS mengkategorikan orang tidak dikenal yang terbunuh sebagai musuh, sehingga menutupi jumlah sebenarnya korban sipil.

Gedung Putih sendiri baru mengeluarkan serangkaian standar dan prosedur terkait serangan menggunakan drone pada Mei 2013. Padahal, aksi mematikan pesawat tanpa awak di luar zona perang telah dilakukan lebih dari belasan tahun lalu. Tercatat, eskalasi penggunaan drone sebagai senjata telah meningkat pada pemerintahan Barack Obama.

Adapun, insiden penembakan drone AS yang dilakukan oleh Iran merupakan kejadian terbaru dari serangkaian insiden yang tengah memanas di Timur Tengah.

Sebelumnya terjadi serangan ledakan terhadap sejumlah kapal tanker minyak. Otoritas Tehran berkali-kali membantah bahwa pihaknya tidak terlibat dalam sejumlah aksi tersebut.

Artikel ini telah tayang di: Kabar24.bisnis.com

Editor: Red

Wednesday, June 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Israel dengan Sengaja Menargetkan Rumah Warga di Gaza

sukabumiNews, YERUSALEM – Militer Israel dengan sengaja menargetkan bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza yang diblokade pada 3-6 Mei 2019, kata sebuah kelompok HAM Israel dalam sebuah laporan Rabu ini.

"Israel melancarkan serangan udara dan menembakkan peluru ke lebih dari 350 sasaran di Gaza, melukai 153 orang dan menewaskan 25 orang - termasuk 13 orang yang tidak terlibat dalam permusuhan dan tidak berafiliasi dengan kelompok-kelompok militan," kata laporan dari Pusat Informasi HAM Israel di Wilayah Pendudukan.

Menurut laporan itu, di antara para korban adalah dua anak di bawah umur - bayi perempuan berusia tiga bulan dan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun - dan tiga perempuan, salah satunya dalam kondisi hamil.

"Serangan ini adalah bagian dari kebijakan yang dirumuskan oleh pejabat pemerintah dan komando militer senior Israel," tambah laporan tersebut.

Laporan itu mengatakan militer Israel menghantam kantong pantai Palestina dengan serangan udara dan serangan artileri, sementara faksi-faksi perlawanan yang bermarkas di Gaza menembakkan sekitar 700 roket ke arah Israel selatan.

Dikatakan empat orang Israel tewas dan 123 lainnya terluka dalam pertukaran tembakan itu.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 27 orang terbunuh oleh serangan udara Israel.[voa-islam/sukabumiNews]

Thursday, June 6, 2019

Redaksi sukabumiNews

Muslim di Tunisia, Sudan, dan Nigeri Bersuka Cita Sambut Idul Fitri

Muslim Tunisia sambut Idul Fitri. FOTO: Istimewa. 
sukabumiNews – TRADISI perayaan Idul Fitri umat Islam di berbagai negara sangat beragam. Tradisi tersebut kembali kepada adat, budaya, dan karakter masyarakat di negara tersebut. Tak terkecuali di Tunisa dan Sudan.

Sejak 2012, Tunisia memberlakukan dua hari sebagai hari libur nasional, yakni pada hari pertama dan kedua perayaan Idul Fitri. Muslim Tunisia biasanya akan mulai mempersiapkan Hari Raya beberapa hari sebelumnya. Mereka akan membuat biskuit khusus yang dibagikan kepada teman dan kerabat pada saat Hari Raya.

Pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya hanya pria yang akan pergi ke masjid. Sedangkan, wanita ada yang memilih ikut ke masjid atau tinggal di rumah untuk mempersiapkan diri menyambut Hari Raya dengan mempersiapkan pakaian baru dan mainan untuk anak-anak mereka. Pada siang hari akan ada perayaan menari dan musik dan akan banyak hadiah yang dibagikan dalam tradisi ini.

Anggota keluarga akan saling mengunjungi. Biasanya anak-anak menemani ayah mereka untuk mengunjungi bibi, paman, kakek-nenek, dan teman-teman untuk mengucapkan selamat Idul Fitri.

Mereka akan menawarkan minuman dan kue khusus. Sementara itu, wanita akan tinggal di rumah dengan beberapa anak-anak untuk menyambut anggota keluarga yang datang.

Sedangkan, Idul Fitri di Sudan, mengutip laman resmi PBB, dengan 97 persen  populasi adalah Muslim, persiapan Lebaran juga dimulai beberapa hari terakhir pada Ramadhan. Makanan khas hari raya, yaitu kue gula bubuk, bettifour, (biskuit dipanggang).

Anak perempuan dan wanita menghias tangan dan kaki mereka dengan henna dan rumah akan dicat. Malam sebelum Idul Fitri, seluruh penghuni rumah akan mendekorasi rumah dengan perlengkapan yang indah dan baru. Mulai dari sarung bantal, taplak meja, dan lainnya.

Pada saat silaturahim, di rumah akan disediakan cokelat dan permen. Pada siang hari akan diadakan makan siang bersama dengan menu istimewa. Anak-anak diberi hadiah, baik berupa mainan maupun uang. 

Meski sekuler, Nigeria dihuni oleh mayoritas Muslim. Idul Fitri di negara ini dikenal sebagai "Small Sallah." Orang-orang pada umumnya saling menyapa dengan ucapan tradisional: "Barka Da Sallah", yang berarti "Salam dari Sallah" dalam bahasa Hausa.

Muslim melaksanakan shalat Id di lapangan. Pulang shalat akan dilakukan makan bersama dengan menu istimewa. Adapun liburan Hari Raya hanya berlangsung selama dua hari.


Pewarta: ROL

Monday, May 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Turki Pasok Kelompok Pejuang Oposisi di Baratlaut Suriah dengan Senjata Canggih

Foto dok: Reuters.
-- 
sukabumiNews, IDLIB, SURIAH – Turki telah melengkapi beberapa kelompok pejuang oposisi dengan senjata canggih untuk membantu mereka mencegah kemajuan Tentara Arab Suriah (SAA) di wilayah barat laut Suriah, kata pejabat senior oposisi dan sumber pemberontak kepada kantor berita Reuters, Sabtu (24/5/2019).

Tentara Suriah melancarkan serangan udara dan darat skala besar ketika berusaha untuk mendapatkan kendali atas bentangan besar terakhir wilayah yang dikuasai oposisi di barat laut negara itu bulan lalu.

Ini telah menjadi eskalasi terbesar sejak musim panas lalu antara militer Suriah dan pejuang oposisi di provinsi Idlib dan sabuk wilayah di sekitarnya.

Menanggapi aksi militer ini, Ankara meningkatkan pasokan dalam beberapa hari terakhir setelah Turki dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Idlib dan Hama.

Kedua negara mengadakan pertemuan bulan lalu, di mana Presiden Turki Erdogan, di pihaknya, mengatakan Rusia dan Turki dapat "mengubah nasib seluruh kawasan" bersama-sama.

Setelah itu, Angkatan Darat Rusia pada hari Ahad menyatakan bahwa Tentara Suriah telah menghentikan tembakannya "secara sepihak" di barat laut Suriah, tetapi Turki membantahnya, mengatakan di situs web Kementerian Pertahanannya bahwa pasukan pemerintah Suriah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan Rusia untuk Idlib September lalu.

Ahad malam, konvoi militer Turki tiba di sebuah pangkalan di Hama utara dekat Jabal al-Zawiya yang dikuasai oposisi, tempat jet Rusia dan Suriah melakukan bombardir selama berminggu-minggu, kata seorang pejuang oposisi dan seorang saksi mata.

Pengiriman puluhan kendaraan lapis baja, peluncur roket Grad, dan rudal anti-tank membantu mengurangi beberapa keuntungan Tentara Suriah dan merebut kembali kota Kafr Naboudeh yang strategis, kata seorang tokoh oposisi senior, Sabtu.

Rudal TOW telah menjadi senjata paling ampuh dalam gudang kelompok oposisi yang memerangi militer Suriah sejak kedatangan mereka pada tahun 2014.

Sumber intelijen Barat mengklaim Washington telah memberikan "lampu hijau" kepada oposisi yang didukung Turki untuk menggunakan rudal TOW, yang telah disimpan dalam kampanye terbaru.

Seorang juru bicara Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki, Kapten Naji Mustafa, tidak mengkonfirmasi atau menyangkal pasokan baru oleh Turki, mengatakan oposisi telah lama memiliki gudang senjata besar-besaran mulai dari kendaraan anti-tank hingga kendaraan lapis baja "bersama bahan dan dukungan logistik lainnya oleh saudara-saudara Turki kami.” [Red*/Voa-Isalam]

Saturday, May 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Warga Gaza Gelar Shalat Jenazah untuk Korban Pembantaian Israel

FOTO: dok. Istimewa.
sukabumiNews, GAZA - Ratusan warga Palestina menggelar soal jenazah pertama pada hari Sabtu ini untuk seorang pemuda, yang menjadi syahid oleh tembakan Israel selama aksi protes anti-pendudukan di Jalur Gaza sehari sebelumnya.

Para pelayat menguburkan jasad Abdullah Abdul Aal, 24, di kota Rafah di Jalur Gaza selatan di tengah teriakan menuntut pertanggungjawaban Israel atas pelanggarannya terhadap para demonstran Palestina.

Setidaknya 30 warga Palestina lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel dalam protes Jumat di dekat zona penyangga Gaza dengan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 demonstran telah mati syahid - dan ribuan lainnya terluka - oleh pasukan Israel yang dikerahkan di dekat zona penyangga.

Para demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina bersejarah yang menjadi tujuan mereka pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas sekitar dua juta penduduk dari banyak komoditas pokok.


Pewarta: fq/voa-islam

Wednesday, May 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

New York Times Sebut Trump Hindari Bayar Pajak

sukabumiNews, WASHINGTON - Bisnis Presiden AS Donald Trump kehilangan lebih dari $ 1 miliar dari tahun 1985 hingga 1994 dan ia menghindari membayar pajak penghasilan selama delapan dari 10 tahun, menurut media AS.

Bisnis inti Trump, termasuk kasino, hotel dan gedung apartemen, kehilangan $ 1,17 miliar selama satu dekade, The New York Times melaporkan Selasa kemarin.

Surat kabar itu mengatakan memperoleh cetakan dari transkrip resmi pajak Internal Revenue Service (IRS).

Trump membukukan kerugian lebih dari $ 250 juta pada tahun 1990 dan 1991, yang tampaknya lebih dari dua kali lipat setiap pembayar pajak AS, kata Times, seperti dilansir Voa-Islam.

Laporan itu muncul di tengah pertempuran baru antara Demokrat di Kongres dan pemerintahan Trump mengenai pembebasan pajak penghasilan presiden.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Senin membantah permintaan dari Perwakilan AS Richard Neal, ketua Demokrat Dewan Ways and Means Committee, untuk pengembalian pajak Trump.

Mnuchin mengatakan permintaan Neal "tidak memiliki tujuan yang sah," menimbulkan pertanyaan konstitusional dan mengancam privasi wajib pajak.

Demokrat menginginkan data pajak Trump sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas kemungkinan konflik kepentingan yang ditimbulkan oleh kepemilikannya yang terus-menerus terhadap kepentingan bisnis yang luas, bahkan ketika ia menjabat sebagai presiden. []
close
close
close