![]() |
| Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian (Ist) |
Tiongkok (SUKABUMINEWS.net) – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk serangan udara gabungan Amerika Serikat dan ‘Israel’ yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, menyatakan tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara berdaulat.
“China dengan tegas menentang penggunaan kekuatan atau ancaman penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran merupakan agresi yang tidak dapat diterima,” ujar Wu Qian dalam konferensi pers rutin Kementerian Pertahanan di Beijing, seperti dikutip media pemerintah Xinhua News Agency.
Wu menegaskan bahwa pendekatan konfrontatif hanya akan memperburuk situasi keamanan global. “Kami mendesak pihak terkait untuk segera menghentikan tindakan militer dan kembali ke jalur dialog serta negosiasi,” katanya.
Dalam pernyataannya, Wu juga melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak militer Amerika Serikat. Ia menyebut Washington sebagai negara yang “gila perang” dan menyinggung bahwa sepanjang sekitar 240 tahun sejarahnya, Amerika Serikat hanya menikmati kurang lebih 16 tahun tanpa keterlibatan konflik bersenjata.
“Fakta sejarah menunjukkan bahwa kebijakan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan telah menjadikannya sumber ketidakstabilan global,” kata Wu, sebagaimana dilaporkan Global Times.
Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas dan mengancam perdamaian internasional.
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman Beijing tersebut. Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul serangan udara yang diklaim sebagai operasi gabungan Washington dan Tel Aviv terhadap sejumlah target strategis di Iran.
Pernyataan keras Beijing menandai sikap tegas China dalam isu Timur Tengah, sekaligus memperlihatkan rivalitas yang semakin terbuka antara dua kekuatan besar dunia tersebut di panggung geopolitik internasional. (Hidayatullah)
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

0Komentar