Breaking
loading...
Showing posts with label headline. Show all posts
Showing posts with label headline. Show all posts

Friday, June 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Klaim Kemenangan Berbeda-Beda, Ini Penjelasan Tim Hukum Prabowo-Sandi

Calon Presiden Prabowo Subianto sejak selesai pemungutan suara mengklaim menang dalam pilpres 2019. Enam jam setelah pemungutan dia mengaku mendapat suara 62 persen.

sukabumiNews, JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Subianto sejak selesai pemungutan suara mengklaim menang dalam pilpres 2019. Enam jam setelah pemungutan dia mengaku mendapat suara 62 persen.

Akan tetapi berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditetapkan Jokowi-Ma'ruf meraup 85.607.362 suara (55,50 persen) dan Prabowo-Sandi meraup 68.650.239 suara (44,50 persen).

Kuasa hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 selaku pemohon Bambang Widjojanto membacakan materi gugatan dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6). Agenda persidangan kali ini adalah pembacaan materi gugatan dari pemohon./JIBI - Bisnis/Felix Jody Kinarwan  
Tidak terima, pasangan nomor urut 02 ini mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum. Pada revisi gugatan, Senin (10/6/2019) lalu, klaim kemenangan itu berubah dengan perolehan 68.650.239 suara (52 persen) melawan Jokowi-Ma'ruf 63.573.169 suara (48 persen). Empat hari berselang naik sedikit jadi untuk pasangan 01 62.886.362 (48 persen) dan suara 02 71.247.792 (52 persen).

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan bahwa perbedaan klaim kemenangan terbaru ini diduga dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi karena ditemukannya indikasi proses rekayasa. Ini menurutnya sedari awal sudah didesain dengan komposisi atau target tertentu.

Berdasakan hasil analisis TI dan forensik tim Prabowo-Sandi atas sistem informasi hasil penghitungan suara KPU, ada kecurangan berupa penggelembungan suara di 25 provinsi. Ini menyebar di beberapa propinsi di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Bali, Nusa Tenggara Timur dan terjadi lebih dari 400 Kabupaten/Kota.

“Jika dilihat dari besar jumlah suara, penggelembungan suara terbesar terjadi di Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung,” jelasnya, dikutop dari laman Bisnis.com.

Jika dilihat dari persentase suara penggelembungan pasangan 01 dibandingkan dengan kehadiran pemilih, maka penggelembungan terbesar terjadi di Provinsi Jawa tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat dan Jambi, Kalimantan Selatan dan Bengkulu.

Perubahan kemenangan ini jelas Bambang karena ada perkembangan hasil perolehan dari tim TI Prabowo-Sandi. Inilah kenapa suara berubah-ubah.

“Data IT itu yang dijadikan dasar. Data itu kan lagi diproses terus menerus. Kita kan jeda saat menulis permohonan. Lalu ada perkembangan terus menerus,” jelasnya.

Pewarta: Bisnis.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Geger, Seorang Satpam Tewas Gantung Diri di Cikembar

Korban tergantung di dahan sebuah pohon (kiti). Korban saat ditolong untuk diturunkan oleh aparat dibantu oleh warga. (foto: Azis R/sukabumiNews)   
sukabumiNews, CIKEMBAR – Geger, seorang pria ditemukan tewas tergantung di ketinggian lebih kurang 1 meter di dahan sebuah pohon dengan leher terjerat seutas tali tambang. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cilaksana Bojongkembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sekira pukul 07.00 Wib, Jumat (14/6/2019) pagi.

"Sekitar pukul 07.00 Wib pagi tadi kami menerima laporan dari warga telah ditemukan sesosok pria tergantung di pohon, kita langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). kemudian kami membawa ke puskesmas dahulu untuk memastikan apakah masih bernyawa, dan ada luka lainnya atau tidak," ujar Kapolsek Cikembar, AKP. I. Djubaedi kepada sukabumiNews dikantornya, Jum'at.

AKP. I. Djubaedi mengungkapkan, korban diketahui bernama Eda Afriansyah (45) tahun, warga Kp. Cipanas Cikundul Rw. 006 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Menurut Informasi yang dihimpun, sebelum kerjadian, korban mengalami cekcok (perselisihan) dengan istrinya. Setelahnya, korban pergi ke rumah saudaranya di Kp. Cilaksana, Bojongkembar untuk menghadiri acara syukuran.

“Ke-esokan harinya korban sudah tergantung dengan kondisi tali terjerat di lehernya dengan lidah menjulur," terang AKP. I. Djubaedi.


Kapolsek menjelaskan, menurut warganya korban merupakan sosok yang baik dan mudah bergaul, akrab dengan masyarakat. Selain itu, tambah Kapolsek, dia bekerja sebagai Satpam di tempat pemandian Air Panas Cikundul.

Hingga berita ini ditayangkan, Pihak Polsek Cikembar belum bisa memastikan penyebab pasti dari kejadian ini. Pihak keluarga korban  pun tidak menginginkan untuk dilakukan Otopsi, bahkan saat instri korban dimintai keterangan oleh Aparat Kepolisian, ia malah tidak sadarkan diri.

“Dugaan sementara, korban melakukan gantung diri akibat depresi lantaran tuntutan ekonomi," tutup Kapolsek.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Selewengkan Dana, 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Dibidik Kejari Cibadak

sukabumiNews, SUKABUMI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak Kabupaten Sukabumi tengah membidik sedikitnya 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang diduga tersangkut kasus penyelewengan anggaran. Kejari mengetahui hal tersebut atas adanya laporan dari masyarakat.

"Ya saat ini kami masih melakukan pengumpulan data, jadi kita menerima laporan terus, kamudian kami telisuri kebenarannya apakah betul ada penyimpangan Dana. Kalaupun betul ya kita pastinya akan menindak lanjuti," beber Kepala Kejari Cibadak, Alex Sumarna, SH.,MH., kepada sukabumiNews di Aula Pendopo Kabupaten Subumi, Rabu (12/6/19) malam.

Namun terkain daftar nama-nama Kepala Desa di 6 desa yang kini tengah dibidiknya atas laporan dugaan adanya tindak penyelewengan anggaran tersebut Kajari belum bisa menyebutnya.

"Itu rahasia, tidak boleh ada yang tahu, nanti mereka orang malu, apalagi (ditanya) namanya siapa, jenis kelaminnya apa, desa mana," tegas Alex.

Kendati demikian, Alex memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menintindak lanjutinya dengan proses penyidikan dan penyelidikan.

"Secepat mungkin kita akan menggarapnya, selagi tenaganya masih ekstra kuat usai satu bulan menjalankan ibadah puasa," pungkas Alex.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 5, 2019

Ust Manatahan

Rahasia Tersirat Dibalik Doa “Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum”

sukabumiNews - RASA sedih dalam balut kegembiraan sangat terasa dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dari sudut hati, keceriaan dan rasa syukur itu kan tetap terpancar dari aura wajah seorang mukmin: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah : 185). Namun dari lubuk hati terdalam, rona kesedihan tetap kan terasa, antara rasa takut dan berharap, apakah amalan-amalan shalih dalam Bulan Ramadhan ini telah benar-benar diterima oleh Allah ta’ala atau tidak.

Oleh karena itu, untuk menutupi rasa sedih dan harap-harap cemas ini, sangatlah tepat bila dalam rangkaian euphoria Hari Raya selalu dianjurkan saling mengucapkan selamat yang terrangkai dari lafaz-lafaz doa dan harapan diterimanya suatu amalan, demi menghibur hati yang tengah gundah dalam harapan, serta mensirnakan rasa cemas dalam suasana bahagia, “Katakanlah: ‘Dengan (sebab) karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” (QS Yunus: 58)

Para salaf kita sangatlah paham dengan hal yang seperti ini, sehingga “Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum” yang merupakan salah satu doa selamat yang mereka ajarkan sangatlah tepat dan menyentuh dalam suasana keceriaan Hari Raya Ied.  Makna doa ini adalah “Semoga Allah menerima (amalan shalih/doa) dari kami dan dari kalian”. Sebuah doa yang memberikan harapan agar amalan ketaatan berupa puasa, qiyamullail, sedekah, zakat, doa dan amalan lainnya yang kita lakukan dalam Bulan Ramadhan diterima dan diberikan pahala oleh Allah ta’ala.  Berikut beberapa faedah terkait lafaz doa ini:
  
Diterimanya suatu amalan harus memiliki dua syarat:

Pertama: Amalan tersebut adalah baik/sesuai sunnah dan ikhlas, bukan amalan buruk, bid’ah atau dengan tujuan riya’. Dengan dalil: “Sesungguhnya Allah itu Baik dan Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik”. (HR Muslim)

Kedua: Orang yang mengamalkannya adalah orang yang bertaqwa. Dalam ayat: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”  (QS Al-Maaidah: 27). Sebab itu seseorang semakin bertaqwa, maka semakin sempurna proses penerimaan amalan dan pemberian pahalanya, bila taqwanya kurang, maka amalannya diterima sesuai dengan kadar taqwanya tersebut. Jadi, semua amalan tergantung pada taqwanya orang yang melakukannya. Wallaahu a’lam.

(lihat: Mirqaat Al-Mafaatih: 7/2905, dan Faidhul-Qadir: 2/144).

Hakikat Qabuul/diterimanya suatu amalan adalah amalan tersebut dianggap sah oleh Allah ta’ala dan diberikan pahala atasnya. Dan kadang amalan tersebut sah (artinya tidak diwajibkan lagi untuk diganti) namun pahala dan ganjaran amalan tersebut tidak diterima oleh Allah dan sama sekali tidak ada. Sebab itu para salaf termasuk Ibnu Umar radhiyallahu’anhu berkata: “Bila satu shalatku diterima oleh Allah, maka itu lebih aku cintai daripada seluruh isi dunia ini”.

(lihat: Fathul-Bari: 1/235, dan juga At-Taisir Syarh Jami’ Shaghir: 1/89).

Yang banyak dikhawatirkan oleh para salaf baik dari kalangan sahabat ataupun tabiin adalah apakah amalan mereka benar-benar diterima oleh Allah ta’ala atau tidak?? Sebab walaupun seorang hamba sepanjang hidupnya beramal shalih, namun yang menentukan bahagia tidaknya ia diakhirat adalah penerimaan amalannya disisi Allah ta’ala.

Ibnu Umar radhiyallahu’anhu berkata pada puteranya: “Seandainya saya tahu bahwa Allah menerima satu sujud saja dariku, atau sedekah satu dirham saja, maka tidak ada sesuatupun yang lebih aku cintai kecuali ingin mati saja (setelah itu), sebab tahukah engkau orang yang diterima amalannya oleh Allah ta’ala?? “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”  (QS Al-Maaidah: 27).

((Atsar ini Riwayat Ibnu Abdil-Barr dalam At-Tamhid; 4/256).

Simaklah kisah ‘Amir bin Abdullah bin Az-Zubair bin Awwaam, seorang ulama tabiin yang ahli ibadah dan zuhud, beliau memiliki kebun berisi 500 pohon kurma, setiap hari beliau shalat dua rakaat dibawah setiap pohon tersebut, dan ketika dalam keadaan sekarat beliau menangis, lalu ditanya: apa yang membuatmu menangis? Beliau menjawab: “Yang membuatku menangis adalah salah satu ayat dalam kitab Allah: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”  (QS Al-Maaidah: 27).

((HR Ibnu Abi Dunya sebagaimana dinukil oleh As-Suyuthi dalam Dur Mantsur: 3/57, juga ada dalam Al-Qabs Syarh Muwaththa: 1/1176).

Adalah sebuah ucapan/ungkapan kegembiraan dan harapan bagi diri kita dan oranglain akan diterimanya amalan-amalan kita dalam Bulan ini. Syaikh Ibnul-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Berikanlah kabar gembira untuk diri kalian sendiri dan juga untuk orang lain… bila anda telah melakukan amalan shalih maka berikanlah kabar gembira untuk dirimu bahwa amalan tersebut akan diterima oleh Allah darimu bila engkau bertaqwa kepada-Nya dalam amalan tersebut, karena Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.”  (QS Al-Maaidah: 27). Dan apabila engkau berdoa kepada Allah, maka berikanlah kabar gembira pada dirimu bahwa Dia akan mengabulkannya, karena Dia berfirman: “Dan Rabb kalian berfirman: Berdoalah memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya” (QS Ghafir: 60).

(Syarah Riyadh Ash-Shalihin: 3/589).

Semoga ucapan doa sekaligus selamat ini menjadi kabar gembira diterimanya amalan-amalan kita semua dan dikabulkan oleh-Nya…aamiin.

# “Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum”

Kata “Taqabbala” sama maknanya dengan “Qabila” yaitu menerima, namun dalam doa ini secara khusus dengan lafaz “Taqabbala/Taqabbul” karena maknanya lebih umum dari pada ” Qabila/Qabuul”, lantaran “Taqabbala/Taqabbul” menggabungkan dua makna yaitu:

Pertama: Makna   “Taqabbala/Taqabbul” sendiri secara khusus yaitu penerimaan amalan yang terus meningkat dari waktu-waktu.

Kedua: Makna ” Qabila/Qabuul” penerimaan amalan yang menyebabkan adanya pahala dan ridha Allah ta’ala.

(lihat: Taaj Al-‘Aruus: 30/209).

Jadi, doa ini selain mengharapkan penerimaan amalan dan adanya pahala dan ridha Allah atas amalan-amalannya yang telah berlalu, juga mengharapkan penerimaan amalan-amalannya dimasa mendatang ditingkatkan oleh Allah ta’ala.

Wallaahu a’lam

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqabbalallaahu Minnaa Wa Minkum !!!

Oleh Maulana La Eda, L.c


#khazanahIsalm
[Wadah.or.id]

Tuesday, June 4, 2019

Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Kota Ringkus 7 Geng Motor XTC yang Kerap Meresahkan Warga

Geng Motor XTC diringkus Polisi.
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Polres Sukabumi Kota meringkus 7 Geng Motor XTC. Dari ketujuh Geng Motor tersebut polisi berhasil mengamankan 16 orang yang di duga akan melakukan tindak pidana termasuk satu orang diantaranya akan melukai dan melawan Aparat Kepolisian.

Anggota kelompok yang kerap meresahkan warga itu diciduk polisi saat aparat kepolisaian sedang melaksanakan razia di Jln. Veteran pada Selasa (4/6/2019).

"Saat dilakukan razia, salah seorang dari 7 geng motor tersebut hendak melawan kepada petugas,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro saat konfersi pers usai menggelar Apel Kesiap siagaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di halaman Gedung Juang Kota Sukabumi, Selasa (4/6/2019).

Kapolres Sukabumi Kota tunjukkan barang bukti sajam yang disita.
Polisi juga berhasil menyita 1 Sajam pedang patimuran, 11 butir Obat Tramadol, 4 butir Trihexphendydyl dan 5 butir Hexyner.

“Yang kami tangkap adalah Genk Motor XTC dan dilakukan tes Urine, alhasil dari 10 orang positif mengkonsumsi Narkoba dan obat keras lainnya,” jelas Kapolres.

Dalam razia tersebut, polisi juga menindak sebanyak 385 pelanggar lalu lintas. Adapun terhadap pelanggal lalulintas polisi menyita 82 lembar SIM,, 224 Stnk, serta 79 unit kendaraan type R 2 dari berbagai merk yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Barang Bukti Motor yang disita.
Kendaraan mereka disita petugas lantaran menggunakan perlengkapan yang tidak sesuai dengan standarnya, baik itu menggunakan knalpot trondol dan sebagainya.

“Dengan adanya kegiatan ini kami harapakan pada malam takbiran diwilayah kota Sukabumi dan sekitarnya bisa aman dan kondusif,” tegas AKBP Susatyo.

Di akhir konferensinya, Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerabat kita dari lingkungan yang tidak baik supaya tidak terpengaruh, baik dalam mengkonsumsi Narkoba, Alkhol dan Obat keras lainnya.

Hadir pada Konfefeni Pers tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi didampingi Wakil Wali Kota, Andi S. Hamami.

Sementara Walikota sukabumi dalan kesempatan tersebut menuturkan bahwa ia akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Menurut Fahmi, para pelaku ini tampaknya para pelaku baru yang muncul dari generasi yang ada di wilayah Kota Sukabumi juga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang sering dilakukan Kapolres ini bisa semakin menekan dan dapat meminimalisir keberadaan Genk Motor yang hidup kembali di wilayah Kota Sukabumi," tutup Fahmi.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pemerintah Resmi Putuskan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H Jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) didampingi Ketua MUI Yusnar Yusuf (kanan) dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (kiri) memberikan keterangan usai melaksanakan Sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6/2019)
sukabumiNews, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sidang isbat yang digelar di Kementerian Agama pada Senin (3/6/2019), telah memutuskan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah.

"1 Syawal 1440 Hijriyah jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019," ujar Mendag saat konferensi pers usai sidang isbat di Kemenag Jakarta, Senin (3/6) petang.

Saat menggelar Konferensi pers Menag didampingi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong.


Pewarta: D. Muryadi
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close