Breaking
Showing posts with label headline. Show all posts
Showing posts with label headline. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kedatangan Mantu Presiden Jokowi untuk Meresmikan Perumahan Program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu Disambut Banjir dan Lumpur

Kedatangan mantu presiden Jokowi, Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).
sukabumiNews, CIKEMBAR – Rencana kedatangan mantu presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan Muspika Cikembar hadir dalam acara peresmian tersebut.

Penyambutan kehadiran Bobby untuk melaksanakan peletakan batu pertama pada pembangunan perumahan program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu yang semula dijadwalkan di lokasi Venue yang berukuran 12 X 15 Meter yang menampung tamu undangan sekitar 500 orang itu dipindahkan ke Aula Desa Bojongraharja karena lahan lokasi Vanue tersebut digenangi air dan lumpur.

“Dikarenakan intensitas curah hujan semakin besar maka acara pun di pindahkan ke Aula Desa. Bojongraharja, " ungkap Ketua Panitia EO Muhammad Fadil kepada sukabumiNews.

Terkait peruntukan perumahan yang akan dibangun dan diresmikan oleh mantu presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, Asda II Dodi Hadiat Soemantri, Finance Leadership Development Program (PFLDP) fasiliras likuiditas pendirian perumahan, dikonfirmasi di tempat terpisah mengatakan, perumahan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah diangka maksimum Rp4 juta.

“Perumahan ini menurut kita relatif baik karena bisa terjangkau untuk kalangan masyarakat kebawah,” kata Dodi Hadiat.

Akan tetapi Lanjut Dodi, ada persyaratan tertentu yang mungkin nanti oleh pihak Bank BTPN selaku bank yang memfasilitasinya akan di terapkan. “Ini adalah salah satu program Pemerintah Pusat dan Anggarannya pun kalo tidak salah hampir mengucurkan 60 Triliun se-indonesia,” jelasnya.


Sementara itu Bobby Nasuton yang tiba kemudian, kepada sukabumiNews menuturkan rencana kedatangan dia ke Sukabumi ini. Menurutnya, pada tahap pertama ia akan mengawali pembangunan dengan membangun sekitar 500 unit perumahan diatas luas tanah 15 hektar, dari total 1500 unit diatas total luas tanah 30 hektar.

“Selain kita membatu program Pemerintah Pusat,  ini sudah menjadi Visi Misi Nawacita. Target kita 1,5 tahun untuk melaksanakan pembangunan perumahan sebanyak 500 unit, dengan DP Rp500 ribu,” kata Bobby.

“Akad sudah disubsidi sesuai dengan regulasi dari kementrian PUPR dan kita menjalin kerjasama dengan pihak Bank BTN yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” tambahnya.

“Harapan kita mudah-mudahan saja bukan hanya Developer kita yang membangun (PFLDP), tapi banyak yang mengikuti jejak kita dan mendukung Program dari Pemerintah Pusat ini,” tutup dia.

Di akhir kunjungannya, Bobby memberikan santunan kepada 115 orang yatim piatu secara simbolis.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Monday, January 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kenapa Ya PKS Masih Belum All Out Buat Menangkan Prabowo-Sandi?

Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
sukabumiNews, PONTIANAK – Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Dewan Pembina Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi di Kalbar ini pun memuji strategi dari Djoko Santoso untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Ya itu sebuah strategi yang efektif, efesien, karena dibangun dari sebuah kesadaran kader, dibangun dari kesadaran relawan. Dan kalau menunggu gerak dari satu dengan yang lain tentu memakan waktu jika setiap kader, setiap relawan itu masiv bergerak untuk tetangganya, teman-temannya,” kata Arif, Senin (21/01/2019), dikutip Abadikini.

Arif juga menerangkan akan menerapkan strategi khusus, walaupun sejauh ini masih pasif untuk memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

“Saya rasa ini sebuah strategi yang patut untuk di prioritaskan sebagai grand strategi dan hari ini, di Kalbar optimis bapak Prabowo-Sandi menang, terbukti dari bahwa para pendukung partai koalisi masiv secara terang-terangan mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” katanya. [Red*/ak]

Thursday, January 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bunga Utang Pemerintah pada 2018 Bengkak Rp19,5 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan pembayaran bunga utang terjadi karena normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan.
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Pembayaran bunga utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencapai Rp258,1 triliun pada tahun lalu. Realisasi tersebut membengkak sebesar Rp19,5 triliun atau mencapai 108,2 persen dari asumsi awal sebesar Rp238,6 triliun.

Pembayaran bunga utang tahun ini juga tercatat meningkat dari tahun lalu dengan realisasi Rp216,6 triliun atau hanya mencapai 98,8 persen dari target.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan pembayaran bunga utang terjadi karena normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan.

"Selain itu ada pengaruh dari pelemahan nilai tukar rupiah," ujarnya di Kementerian Keuangan, seperti dikutip CNN Indonesia, Rabu (2/1).

Tercatat, depresiasi kurs rupiah sepanjang tahun ini mencapai 6,89 persen dengan rata-rata rupiah di Rp14.247 per dolar AS. Di sisi lain, meski pembayaran bunga utang meningkat, Sri Mulyani memastikan pembiayaan utang justru menurun pada tahun ini.

Pada 2018, pembiayaan utang dalam APBN hanya sebesar Rp366,7 triliun atau 91,8 persen dari target Rp399,2 triliun. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp429,1 triliun dan mencapai 93 persen dari target di APBN 2017. "Penurunan sekitar Rp62 triliun," imbuhnya.

Lebih lanjut, pembiayaan utang disumbang oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto mencapai Rp358,4 triliun atau hanya 86,5 persen dari target Rp414,5 triliun. Sementara pinjaman neto hanya Rp8,3 triliun.

Ia mengatakan penurunan jumlah pembiayaan utang sengaja dilakukan pemerintah karena mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan domestik. Sebab, kebijakan The Fed yang membuat imbal hasil (yield) SBN meningkat bisa memberatkan pembayaran utang pemerintah ke depan.

"Selain itu juga mempertimbangkan pengembangan pasar SBN, peningkatan investor ritel domestik, dan peningkatan peringkat kredit Indonesia menjadi investment grade," jelasnya.

Sementara pembiayaan investasi sebesar Rp61,1 triliun atau 93,1 persen dari asumsi awal Rp65,7 triliun. Pembiayaan investasi ini diberikan kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU).

"Termasuk untuk PT KAI Rp3,6 triliun, LPI, PMN Tapera, dan dana bergulir pusat investasi pemerintah ultramikro Rp2,5 triliun. Kemudian untuk LPDP Rp15 triliun dan LMAN Rp31,2 triliun," ungkapnya.

Kemudian, pemberian pinjaman Rp4,3 triliun atau 63,5 persen dari target Rp6,7 triliun, kewajiban penjaminan Rp1,1 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp200 miliar. Dengan begitu, total pembiayaan anggaran mencapai Rp300,4 triliun atau 92,2 persen dari asumsi awal Rp325,9 triliun.

"Ini gambaran pengelolaan sisi utang dengan hati-hati, oleh karena defisit mengecil secara dramatis," pungkasnya. (sn/cnn)
Redaksi sukabumiNews

Ridwan Kamil Janji Urus Hidup Hengki dan Farel yang Jadi Yatim Piatu Setelah Longsor di Cisolok

Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu korban bencana longsor dan menemui anak kakak beradik, Hengki dan Farel, Rabu (2/1/2018)
[Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu korban bencana longsor dan menemui anak kakak beradik, Hengki dan Farel, Rabu (2/1/2018)]
Cisolok, SUKABUMINEWS.net - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi lokasi bencana longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/1/2019).

Dalam kunjungan tersebut Ridwan Kamil bertemu dengan dua anak yatim piatu yang menjadi korban bencana longsor.

Kedua anak itu adalah kakak beradik bernama Hengki dan Farel.

"Dua anak itu selamat, karena saat kejadian waktunya Magrib. Dia sedang ngaleut ke masjid. Jadi Allah menyelamatkan kedua anak itu karena mau ngaji dan Salat Magrib," ujar Ridwan Kamil saat ditemui wartawan di Gedung PPPTK, Bandung, seperti dikutip Tribunnews, Kamis (3/1/2019)

Karena tidak berada di rumah, kedua anak itu selamat, tetapi kedua orang tua meninggal terkena bencana longsor.

Kini Hengki dan Farel menjadi anak yatim piatu dan tinggal bersama kakeknya.

"Karena masih usia ini (kecil), saya inisiatif saja di lokasi, saya urusi hidupnya sampai dewasa insya Allah," ujar Ridwan Kamil.

Meski berjanji akan mengurus hidup Hengki dam Farel, Ridwan Kamil belum memastikan apakah akan membawa kedua anak itu ke Bandung atau tidak.

Hengki dan Farel masih tinggal bersama kakeknya, Ridwan Kamil harus bertanya pada keluarga dua anak tersebut.

"Tapi kalau sekolah saya rasa harus pindah karena sekolah yang baik masih banyak," ujarnya.

Sebelumnya, cerita Hengki dan Farel diposting Ridwan Kamil dalam akun pribadi Instagram @ridwankamil.


Dalam postingannya, ia bercerita mengenai Hengki dan Farek yang berhasil lolos dari bencana longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (31/12/2018).

Dalam postingan itu, Ridwan Kamil juga mengutarakan niat ia dan istrinya, Atalia Praratya, akan mengasuh kedua anak tersebut sampai dewasa.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Hengki dan Farel Jadi Yatim Piatu Setelah Longsor di Cisolok, Ridwan Kamil Janji Urus Hidup Mereka
Redaksi sukabumiNews

Korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, KPK Periksa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi keluar menggunakan rompi tahanan usai memjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018). KPK resmi menahan empat orang tersangka terkait OTT di Cianjur yang diantaranya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur Tubagus Cepy Sethiady dan mengamankan barang bukti Rp 1,5 miliar terkait gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur TA 2018. TEIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
[Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi keluar menggunakan rompi tahanan usai memjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018). KPK resmi menahan empat orang tersangka terkait OTT di Cianjur yang diantaranya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur Tubagus Cepy Sethiady dan mengamankan barang bukti Rp 1,5 miliar terkait gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur TA 2018. Foto: Tribunnews/Irwan Rismawan]
Cianjur, SUKABUMINEWS.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi.

Cecep merupakan salah satu tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Cianjur Tahun 2018. Namun kali ini ia akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IRM (Irvan Rivano Muchtar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (2/1/2019), dikutip dari tribunnews.

Selain Cecep, Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady juga turut menjadi terperiksa. Ia bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.

Irvan diduga memotong dana untuk pembangunan fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi, Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur bernama Tubagus Cepy Sethiady.

Irvan bersama sejumlah pihak diduga telah memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Padahal, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Beberapa di antaranya untuk pembangunan ruang kelas dan laboratorium.

Pemotongan dana tersebut diambil dari DAK Pendidikan yang telah dialokasikan kepada sekitar 140 sekolah di Kabupaten Cianjur. (sn/tribun)

Tuesday, January 1, 2019

Redaksi sukabumiNews

Longsor di Cisolok Timbun Puluhan Rumah, 4 Orang Meninggal Dunia

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
[BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban.] 
Cisolok, SUKABUMINEWS.net – Bencana longsor kembali terjadi di Sukabumi dan menimbun sekitar 34 rumah di kampung adat yaitu Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (31/12/2018).

Empat orang dikabarkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor dan 4 korban lainnya masih dalam upaya evakuasi.

''Empat korban lainnya dalam upaya evakuasi namun terkendala cuaca hujan dan gelap karena malam,'' kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Sutopo menjelaskan, tanah longsor itu telah menimbun 34 rumah penduduk di kampong tersebut.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan, dan masyarakat bersama melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan hingga kini masih dilakukan.

“Pendataan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor,” katanya.

Saat ini, kata dia, aliran listrik di lokasi padam dan komunikasi selular juga sulit. Untuk itu, upaya evakuasi akan dilanjutkan Selasa (1/1/2019) pagi.

Akses jalan menuju lokasi longsor jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

[Pewarta: Azis R].
Editor: Red.
close
close