Breaking
Showing posts with label ekonomi-bisnis. Show all posts
Showing posts with label ekonomi-bisnis. Show all posts

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Alfamart Bersama Pemkot Sukabumi akan Dongkrak Managemen Retile bagi UKM

sukabumiNews, CIKOLE - Alfamart bersama Pemerintah Kota Sukabumi akan mendongkrak management pemasaran produk (retile /ritel, red) bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Beberapa program diluncurkan Perusahaan waralaba itu untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan dengan pedagang kecil.

"Visi misi kita adalah untuk pemberdayaan UMKM terutama untuk pedagang kecil, jadi kita melakukan pembinaan untuk mereka dari nol sampai mereka bisa sukses," ungkap Coorporate Communication Alfamart Cabang Cianjur-Sukabumi, Iwan Kurniawan, pada kegiatan Pelatihan Management Retail bagi UMKM yang di gelar di Gedung Djuang, Kota Sukabumi, Kamis (11/4/19).

Iwan menututurkan, beberapa program di luncurkan pihak Alfamart diantaranya program toko modal dan program untuk mempercantik warung para UMKM. Selain itu mereka juga diberi pengetahuan terkait teknis pengembangannya.

"Jadi mereka bisa tahu apa itu expired (masa kadaluarsa) dan Barcode. Jadi bisa sharring (berbagi, red) dan lebih mendapat ilmu, kita juga siap berkolaborasi dengan para pedagang," tambah Iwan kepada SukabumiNews di sela-sela acara.

Dijelaskan Iwan, kerjasama antara Alfamart dengan pedagang kecil tersebut dimaksud untuk membuktikan bahwa Alfamart tidak menyingkirkan para pedagang kecil atau warung.

"Disini kita justru sebaliknya kita ingin membina dan berkolaborasi, dan program ini berkelanjutan bahkan dari awal sampai saat ini kami sudah bekerjasama dengan 100 member di Sukabumi," ucapnya.

Iwan juga menjelaskan bahwa masih ada program Alfamart lainya termasuk toko OBA (Outlet binaan Alfamart). Dalam program tersebut kata Iwan, pihaknya membuka diri untuk UMKM yang mau bekerjasama dengannya, dan program itu sudah berjalan dengan member yang sudah tersebar di seluruh wilayah nusantara.

"Kita welcome kalau mau bekerjasama dengan kita, apalagi saat ini kita difasilitasi oleh pemerintah Kota Sukabumi, kami berterimakasih juga kepada Wali dan Wakil Walikota Sukabumi beserta jajaran yang sudah memfasilitasi kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa berlanjut," pungkas IwanKurniawan.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, April 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Melaui Pengusaha IKM Binaan Diskoperindag, Alfamart Ingin Kontribusi Pasarkan Produk Lokal Sukabumi

sukabumiNews, CIKOLE – Kontribusi yang diberikan Alfamart kepada masyarakat bukan sekedar menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Lebih jauh lagi, Alfamart juga ingin memajukan masyarakat melalui industri kecil menengah.

Salah satu yang dilakukannya yakni mengadakan kegiatan pelatihan bagi 100 orang pengusaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang merupakan  binaan Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi & Usaha Mikro Kota Sukabumi.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi itu dilaksanakan di Aula Islamic Center, Cikole, Kota Sukabumi, Selasa (9/4/19).

Acara yang diselenggarakan atas inisiatif Alfamart ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang bagaimana membuat produk yang unik dan menarik minat pembeli, serta memenuhi standar edar dari pemerintah dan perusaahan.

"Kami menyambut baik inisiatif Alfamart untuk turut mengembangkan potensi pengusaha daerah, khususnya di Kota Sukabumi," kata Kepala Diskoperindag, Ayep Supriatna kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Ia juga mengatakan bahwa potensi produk lokal belum tergali dengan maksimal dan masih dianggap sebelah mata. "Saya yakin, potensi produk-produk binaan dinas perindustrian kita ini bisa lebih diterima masyarakat umum sehingga nilai perekonomiannya bisa lebih menghasilkan lagi," tambah Ayep.

Ayep berkeyakinan, apabila ada sektor privat yang ikut mendukung, tentu para pengusaha kecil menengah ini pun akan sangat terbantu. “Hal inilah yang juga menjadi inisiatif Alfamart,” imbuhnya.

Semnetara itu Corporate License GM Alfamart, Ivan Hermawan mengungkapkan bahwa Alfamart sebenarnya terbuka bagi produk-produk lokal untuk bisa dipasarkan lewat toko-toko Alfamart. "Tentu ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi seperti izin PIRT, sertifikat halal, dan sebagainya, ini yang kita coba bagikan kepada peserta," terang Ivan.

Dengan tips-tips produksi yang diberikan oleh Alfamart, lanjut Ivan, ini membuka pengetahuan bagi peserta. "Materi ini kami desain khusus memang bagi pengusaha kecil bagaimana mereka bisa memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan perusahaan sekaligus memanfaatkan jalur pemasaran agar usaha mereka berkembang," ujar Ivan. 

Alfamart dan Pemerintah Kota Sukabumi juga, terang Ivan, sepakat bahwa hasil dari kegiatan ini nantinya bisa menciptakan sinergi dan integrasi kepada pengusaha-pengusaha kecil untuk bisa berkembang dengan memanfaatkan jalur pemasaran Alfamart.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, February 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Primkop Kartika Pidie Gelar RAT Tutup Buku Tahun Anggaran 2018

sukabumiNews, ACEH PIEDIE – Primer Koperasi (Primkop) Kartika Pidie menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-50 Tutup Buku Tahun 2018. Mengusung tema "Dengan Semangat Kebersamaan Profesonalisme dan Kerja Keras, Kita Tingkatkan Pengabdian sebagai insan Koperasi dalam rangka pencapaian tugas pokok dan Fungsi Koperasi Kartika", RAT dilaksanakan di Aula Salimuddin Makodim Pidie Gampong Lampeude Baro Jln. Prof A. Majid Ibrahim Sigli, Rabu (20/02).

Hadir pada kegiatan tersebut Dandim 0102/Pidie Letkol Arm Wagino SE, Perwakilan Dinas Perindagkop Kabupaten Pidie, Kasdim Pidie, Jajaran Danramil dan Anggota Babinsa Kodim 0102/ Pidie serta Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab XIX Dim Pidie.

Dalam sambutannya dihadapan para Pengurus dan Anggota, Dandim 0102/ Pidie Letkol Arm Wagino,SE menjelaskan, sesuai tata cara dalam koperasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) memiliki kekuatan tertinggi yang berhak menetapkan rencana kerja, rencana anggaran belanja dan pengesahan pertanggung jawaban pengurus.

“Mengingat peran stategis tersebut diharapkan setiap peserta dapat berperan dan berpartisipasi aktif dalam rapat ini, dengan menyampaikan secara jujur dan objektif tentang pelaksanaan program kerja tahun buku 2018, serta memberikan masukan guna penyempurnaan rencana kerja tahun 2019 sehingga berkwalitas dan dapat dipertanggung jawabkan,” terangnya.

Dandim menambahkan bahwa sumbangan dan pemikiran tersebut merupakan wujud nyata pertanggung jawaban sebagai anggota koperasi dalam meningkatkan kwalitas dan memantapkan fungsi dan peran koperasi sebagai salah satu alat komando dalam meningkatakan kesejahteraan anggota..

Orang nomor satu di TNI Pidie itu juga mengingatkan kembali apa yang telah disampaikan Ketua Koperasi dalam laporannya bahwa jumlah SHU tahu 2018 sebesar Rp886 juta lebih atau melebihi dari yang direncanakan.

Kendati demikian, menurut Letkol Arm Wagino SE, keberhasilan koperasi itu bukan hanya dilihat dari besaran SHU yang diperoleh, akan tetapi juga dilihat dari sejauh mana meningkatnya kesejahteraan anggota dan keluarga.

“Saya mengajak kepada pengurus yang baru terpilih, dan juga saya berharap supaya nantinya dapat  mengupayakan dan mengutamakan untuk dapat lebih meningkatkan tingkat kesejahteran anggota dan keluarganya,” tutupnya.

[Pewarta: Zoni Jamil]
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019

Monday, February 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

BNI Syariah Siap Fasilitasi Pedagang Raih Sertifikasi Halal

PT Bank BNI Syariah membangun fasilitas Hasanah Spot yang berlokasi di Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membangun Islamic Community berbasis ekosistem halal, dalam hal ini food and fashion, dengan memfasilitasi pedagang sertifikasi halal.
sukabumiNews, JAKARTA – PT Bank BNI Syariah membangun fasilitas Hasanah Spot yang berlokasi di Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka membangun Islamic Community berbasis ekosistem halal, dalam hal ini food and fashion, dengan memfasilitasi pedagang sertifikasi halal.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, salah satu bentuk Hasanah Spot adalah lokasi tempat berbelanja dimana lokasi tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim (food and fashion) khususnya di wilayah Bintaro dan sekitarnya, sesuai prinsip syariah baik dari produk, layanan dan fasilitas.

“Industri halal memiliki potensi besar. Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah senantiasa mendukung pengembangan sektor industri halal dengan menggandeng seluruh mitra stakeholdersdiantaranya pengusaha, e-commerce, UMKM, institusi pendidikan, rumah sakit, travel wisata dan ZISWAF (zakat, infaq, sedekah dan wakaf),” ungkap Firman seperti dikuti dari laman Beritasatu.com, Minggu (17/2/2019).

BNI Syariah menyuguhkan penawaran khusus bagi para pedagang di Pasar Modern Bintaro, salah satunya program Mitra Hasanah untuk produk pembiayaan Mikro 2 iB Hasanah dengan plafon pembiayaan antara Rp 5 juta sampai Rp 50 Juta.

Selain itu, produk pembiayaan Mikro 3 iB Hasanah dengan plafon pembiayaan antara Rp 50 juta sampai Rp 500 Juta dengan jangka waktu sampai dengan 5 tahun, serta pembiayaan Wirausaha iB Hasanah dengan plafon pembiayaan antara Rp 500 Juta sampai Rp 1 Miliar dengan jangka waktu sampai dengan 7 tahun.

Pada kesempatan ini dilakukan simbolik penyerahan penyaluran pembiayaan mikro kepada mitra usaha Kios Bubur Monas, H. Marno dan Toko Sosis Mas Gondrong, Musrian dengan masing-masing plafon pembiayaan mikro sebesar Rp 100 juta dan Rp 50 juta yang diserahkan oleh jajaran Manajemen BNI Syariah.

Selain itu, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengungkapkan, pembiayaan ini bisa digunakan untuk penambahan modal kerja, investasi (produktif), maupun pembelian barang lain (konsumtif) dengan angsuran tetap.

“Pedagang-pedagang di pasar merupakan penggerak dalam sektor ekonomi, sehingga kami berharap menjadi jembatan para pedagang dalam akses permodalan mikro dimana nantinya modal ini diharapkan dapat memperlancar aktvitas dagang di lebih dari 100 kios yang ada di Pasar Modern Bintaro,” jelas Iwan.

Kinerja bisnis pembiayaan mikro BNI IB Hasanah sampai Desember tahun 2018 sebesar Rp 1,08 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya dengan total nasabah lebih dari 12.000 pedagang dengan target pertumbuhan pembiayaan mikro tahun ini sekitar 35 persen. [Red*/]

Wednesday, February 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Pelaku Usaha di Sukabumi Hadiri Acara Diseminasi Penerapan dan Penanganan Hukum Tahun 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mengadakan Desiminasi Penerapan dan Penanganan Hukum (DPPH) tahun 2019.
sukabumiNews, CICANTAYAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mengadakan Diseminasi Penerapan dan Penanganan Hukum (DPPH) tahun 2019. Sekitar 50 para pelaku usaha hadir pada kesempatan yang dilaksanakan di Hotel Augusta Jl. Raya Cikukulu Desa Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 13 Februari 2019.

Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa, Yudistira menjelaskan, kegiatan Diseminasi ini dilaksanakan agar para pelaku kegiatan usah pemahamannya dapat berpedoman pada Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Menyelaraskan, walaupun Undang-Undang No. 32 sudah lama yaitu pada tahun 2009, akan tetapi ada beberapa hal yang mesti disampaikan sebab akhir-akhir ini banyak sekali aduan-aduan kepada DLH, " terang Yudi kepada sukabumiNews dilokasi kegiatan.

50 pelaku usaha yang hadir pada Kegiatan Diseminasi ini di ambil secara acak dari berbagai pelaku usaha,  seperti dari Energi Panas Bumi, Pertambangan, Garmen, Industri Pengelolahan, baik itu Industri pengelolaan batu dan pasir kuarsa.

Mereka harus mengetahui ketika saat ada pengaduan dari Masyarakat di lingkungan Industrinya. Tidak semua orang mengerti bagaimana cara penanganan dan pengaduan, apalagi saat ini sudah lahir Peraturan Pemerintah No. 22, makanya diberikan pemahaman agar para pelaku kegiatan usaha dapat berpedoman kepada PP No. 22 ini, " jelas Yudi.

Tak hanya itu, sambung Yudi kegiatan dari para pelaku usaha ini juga dapat secara prinsip menanamkan musyawarah untuk mufakat sesuai yang tercantum di dalam Undang-Undang No.22 Tahun 2009.

“Semua kegiatan usahanya berpedoman kepada peraturan ini, pertama mulai dari Dokumen upaya pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup yang sudah dipegang Izin Lingkungan, Izin Pembuangan Limbah Cair, semua itu harus berpedoman kepada aturan Undang-Undang ini, " tegasnya.


[Pewarta: Azis.R/Karim.R]
Editor: Red.

Saturday, February 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Harga Pertamax Turun Jadi Rp9.850 Per Liter

sukabumiNews, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter. Penurunan harga ini akan berlaku mulai Minggu (10/2) pukul 00.00 WIB.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid mengatakan kebijakan ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, lanjutnya, penurunan harga ini dilakukan setelah Pertamina memperhatikan daya beli masyarakat. Dia menjelaskan sesuai ketentuan pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah.

"Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM," kata Mas'ud Khamid dalam keterangan resmi yang dikutip dari situs Pertamina, Sabtu (9/2).

Lebih lanjut Mas'ud menjelaskan penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, berikut komposisi harga BBM non subsidi Pertamax Turbo turun dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter, Dexlite turun dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter, Dex turun dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter.

Pertamina hanya tidak mengubah harga Pertalite, tetap di angka Rp7.650 per liter.

Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.

Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.

Sumber: CNN Indonesia
close
close