Breaking
Showing posts with label Yusril. Show all posts
Showing posts with label Yusril. Show all posts

Thursday, March 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Bersama Yusril, Ribuan Guru PAUD Hadiri Sidang ke 5 Uji Materil UU Guru dan Dosen

Yusril Ihza Mahendra di tengah Ribuan Guru di Depan Gedung Mahkamah Konstitusi dalam rangka membela ribuan Guru Paud Non Formal yang didiskriminasi oleh UU Guru dan Dosen, Kamis (14/3/2019).
[Yusril Ihza Mahendra di tengah Ribuan Guru di Depan Gedung Mahkamah Konstitusi dalam rangka membela ribuan Guru Paud Non Formal yang didiskriminasi oleh UU Guru dan Dosen, Kamis (14/3/2019)]
sukabumiNews, JAKARTA – Nasib Guru PAUD memang menyedihkan. Mereka terdiskriminasi oleh UU Guru dan Dosen. Guru PAUD Non Formal dianggap bukan Guru. Yusril membela hak-hak Guru PAUD yang terdiskriminasi dan diperlakukan tidak adil dengan menguji UU Guru dan Dosen ke MK.

Sudah 4 tahun guru-guru PAUD Non Formal memperjuangkan nasibnya. Mereka datang ke DPR, menghadap Mendiknas dan menyurat kepada Presiden. Tapi seperti tidak ada yang perduli nasib mereka. Akhir 2018 HIMPAUDI datang ke Yusril minta bantuan. Yusril setuju dan membawa masalah itu ke MK.

Sidang Uji Materil UU Guru dan Dosen kini memasuki sidang ke 5. Kamis 14/3/2019 sidang akan dilanjutkan dan akan dihadiri ribuan Guru Paud Non Formal dari berbagai provinsi. Mereka minta persamaan hak agar diperlakukan sama dengan Guru PAUD Formal.

Karena dianggap bukan guru, maka Guru Paud Non Formal tidak bisa diangkat jadi pegawai, tidak bisa digaji resmi, diberi tunjangan dan disertifikasi sebagai guru. Akibatnya kebanyakan guru PAUD Non Formal mendapat honor 100 ribu sampai 400 ribu rupiah sebulan. Nasib mereka memprihatinkan.

“Hati saya tergerak membela nasib guru Paud Non formal yang jumlahnya hampir 400 ribu orang itu. Setelah segala jalan ditempuh namun tidak berhasil, maka biarlah MK yang akan memutuskan Guru Paud Non Formal itu guru atau bukan. Kalau mereka guru, maka nasib mereka akan berubah,” ujar Yusril dikutip dari Instagramnya, @yusrilihzamhd, Kamis (14/3/2019).
.
“Kalau mereka tetap dianggap bukan guru seperti diatur dalam Pasal 1 dan 2 UU Guru dan Dosen, maka selamanya nasib Guru Paud Non Formal akan terdiskriminasi dan diperlakukan tidak adil. Mohon doa restu agar uji materi di MK ini akan berhasil,” tegas Yusril seraya mengakhiri dengan ucapan “Salam”. [Red*]

BACA Juga: Kaum Honorer Gandeng Yusril 'Tarung'Lawan Kemenpan-RB di MA


Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, January 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dewan Pembina FPI Habib Muhsin: Maklumat IB HRS Tentang Partai Bulan Bintang Itu Hoax

Dewan Pembina Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas menyatakan semua berita yang mengatasnamakan Habib Rizieq Shihab dan FPI yang menyerang Partai Bulan Bintang (PBB) pasca Rakornas itu black campaign alis hoaks.
[Foto: Dewan Pembina PP FPI Habib Muhsin Ahmad Alatas bersama Yusril Ihza Mahendra sesaat setelah Rakornas PBB]
sukabumiNews, JAKARTA – Dewan Pembina Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas menyatakan semua berita yang mengatasnamakan Habib Rizieq Shihab dan FPI yang menyerang Partai Bulan Bintang (PBB) pasca Rakornas itu black campaign alis hoaks.

“INGAT… !!!. Semua Berita yang Mengatasnamakan IB HRS & FPI yang menyerang/black campaign kpd PBB itu HOAX,” kata Habib Muhsin lewat pesan singkat yang beredar di WhatsApp, Selasa (29/1/2019).

Ia, harapkan kepada para Advokasi & Hukum PBB untuk mengidentikasi sumber-sumber berita HAOX yang menyerang PBB untuk diserahkan kepada pihak yang berwajib (aparat kepolisian).

“Jadi mohon kepada seluruh umat Islam tetap rapatkan barisan jangan percaya kepada oknum2 pribadi caleg / simpatisan dari luar PBB sebagai pembuat berita palsu/hoax (tukang fitnah & tukang adu domba) sebagai bentuk black Kampaign,” tegas Caleg DPR RI dari PBB dapil 6 Jawa Barat ini.

Habib Muhsin juga tegaskan, perjuangan caleg PBB pro Ijtima Ulama tetap konsisten untuk perjuangan Islam.

“Perjuangan caleg PBB Pro Ijtimah Ulama, Pas Lantang & Poros Mekkah tetap konsisten untuk perjuangan Islam dengan landasan Lillahi Ta’alah (Alqur’an & Hadist),” tegasnya, seperti dikutip Abadikini.com.

Monday, January 28, 2019

Redaksi sukabumiNews

PBB Dukung Jokowi-Maruf, Tim Relawan TKN: Gerbong Tambah Panjang

[Foto: Wakil Direktur Relawan TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Mohammad Yamin]
sukabumiNews, JAKARTA – Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Mohammad Yamin, merespons positif keputusan Partai Bulan Bintang atau PBB mendukung pasangan Joko Widodo -Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

“Itu keputusan yang menggembirakan. Gerbong pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor 01 bertambah panjang,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 Januari 2019.

Yamin menegaskan setiap dukungan bagi Jokowi - Ma’ruf, dari mana pun datangnya, mesti direspons dengan baik. Apalagi dukungan itu dari PBB. “Ribuan kader dan caleg PBB tentu akan bersinergi dengan kader partai pendukung yang lain serta para relawan untuk memenangkan Jokowi–Ma’ruf,” katanya.

Para relawan, menurut dia, siap berkolaborasi dengan kader PBB untuk menggalang suara bagi Jokowi-Ma’ruf Amin. “Para relawan akan bahu- membahu dengan semua pihak, juga kader partai pendukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menegaskan, partai yang dipimpinnya menyokong Jokowi–Ma’ruf Amin.

"PBB secara resmi dan organisatoris memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin. Kalaupun ada pribadi-pribadi anggota yang berbeda pandangan, sebagai partai demokratis, PBB menghormati perbedaan pandangan itu. Namun ekspresi atas perbedaan itu wajib dilakukan atas nama pribadi masing-masing dan tidak melibatkan institusi partai," ujar Yusril melalui pesan singkatnya, seperti dikutip sukabumiNews dari VIVA, Sabtu 26 Januari 2019.
Redaksi sukabumiNews

Waketum PP Persis Hormati Lahkah Politik Partai Bulan Bintang Dukung Jokowi

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Dr. Jeje Zaenudin menyikapi dengan santai dan bijak keputusan DPP PBB mendukungan pasangan no 01 di Pilpres 2019 .
sukabumiNews, JAKARTA – Partai Bulan Bintang (PBB) telah resmi menyatakan dukungan politik terkait Pilpres kepada pasangan Colon nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin pada acara Rakornas PBB yang berlangsung di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

[Foto: Suasana Pembukaan Rakornas Partai Bulan Bintang di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta, Minggu (27-1-2018)]
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Dr. Jeje Zaenudin menyikapi dengan santai dan bijak. Persis juga menghormati langkah politik yang telah diputuskan PBB.

“Ya, Kita hormatilah keputusan DPP PBB, itu kan hak konstitusional PBB sebagai Partai Politik yang berpijak kepada asas musyawarah dan demokrasi,” kata Jeje saat seperti dikutip Abadikini.com, Minggu (27/1/2019).

Jeje Zaenudin yang saat Rakornas PBB berlangsung sedang berada di Medan, Sumutra Utara menuturkan, Persis sebagai Ormas yang independen tidak elok untuk menyatakan setuju atau tidak atas putusan PBB itu, apa lagi sampai meminta kepada DPP PBB untuk mengoreksi dan mengkritik.

“Persis sebagai Ormas yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, tentu tidak elok memberi tanggapan setuju atau tidak setuju apalagi untuk mengoreksi dan mengkritik,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Persis 69 Jakarta Timur dan penulis buku “Metode dan Strategi Peberapan Syariat Islam di Indonesia” ini juga menjelaskan, sikap politik Persis terkait dengan partai sudah tegas, yaitu menjaga jarak yang sama terhadap semua kekuatan politik.

“Tetapi tegas mendukung dan menyalurkan aspirasi politik nya kepada kekuatan politik yang berpihak kepada kepentingan Islam dan umat, termasuk perjuangan dibidang legislasi Islam,” jelasnya.

Selain itu, Jeje juga memaklumi jika saat ini terjadi kerisauan bahkan mungkin saja kekecewaan pada tataran akar rumput partai dan para simpatisan dari ormas yang simpati kepada PBB yang berbeda pandangan dengan DPP PBB, termasuk mungkin pada sebagian besar simpatisan dari Persis.

“Saya kira suatu hal yang wajar saja, sebab bagaimana pun Persis mempunyai irisan historis kuat dengan PBB, selain ikut membidani ide pembentukannya di BKUI (Badan Kordinasi Umat Islam) kader Persis banyak yang berhasil jadi anggota legislatif melalui PBB pada tahun pemilu 1999 dan 2004 di tingkat pusat maupun daerah.” Kata Jeje.

Jeje juga menuturkan, secara ideologis PBB sejatinya adalah melanjutkan cita-cita besar Masyumi yang menjadi rumah politik resmi Persis masa orde lama.

“Walaupun pada faktanya dalam beberapa pemilu pasca reformasi, kader dari jamaah Persis tersebar di berbagai partai politik, tetapi aspirasi dan suara politik jamaah Persis terbesarnya disalurkan kepada PBB dan PKS. Sekalipun itu bukan suatu kebijakan resmi yang diintruksikan secara struktural, melainkan panggilan nurani kolektif para jamaah Persatuan Islam secara alamiah saja”, pungkasnya.


Artikel ini telah dimuat di Abadikini.com
Editor: Red.

Sunday, January 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Bulan Bintang Putuskan Dukung Jokowi Di Pilpres 2019

sukabumiNews, JAKARTA – Partai Bulan Bintang (PBB) akan menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas) pada Minggu-Senin (27-28/1/2019) besok di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Salah satu agenda dalam rakornas adalah menentukan arah dukungan di Pilpres 2019 mendatang.

Sekjen PBB Afriansyah Noor (Ferry Noor) mengatakan PBB sudah menentukan arah dukungan di Pilpres mendatang. Ferry mengatakan akan mendukung pasangan capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sudah, sudah mengarah. Jadi sudah ada dukungan sudah menentukan arah. Sudah disepakati mendukung Pak Jokowi atau ke 01,” kata Ferry saat dikonfirmasi, Sabtu (26/1).

Ferry menjelaskan, keputusan itu diambil setelah PBB menggelar rapat pleno di kantor DPP PBB, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/1) malam. Dalam rapat itu dihadiri Ketua Umum, sekjen hingga pengurus DPP  lainya yang sesuai dengan aturan partai dalam rapat pleno. Rapat itu membahas mengenai dukungan PBB dalam Pilpres 2019.

Selain itu Ferry menegaskan PBB kubu Itjima Ulama yang mendukung pasangan capres 02 Prabowo-Sandi mau tidak harus menerima keputusan partai. “Ya menerima. Kan sudah menjadi keptusan partai, bukan keputusan pribadi atau perorangan begitu,” ucap Ferry seperti dikutip dari Kumparan.

Lebih lanjut, Ferry mengatakan rencananya dalam rapat besok akan diikuti oleh sebanyak 514 DPC dan 34 DWP yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia juga mengatakan berencana mengundang capres Jokowi dalam rakornas besok.

“Ada rencana (undang Jokowi) cuman belum di godok matang sama panitia. Jadi ada rencana,” tutup Ferry.

PBB sebelumnya terbagi menjadi dua kubu antara pendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dengan Prabowo – Sandiaga Uno. Kader yang mendukung Jokowi adalah kubu Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra –Yusril kini menjadi kuasa hukum Jokowi di Pilpres 2019. Sementara kader yang mendukung Prabowo adalah kubu Itjima Ulama. [Red*/ak]

Saturday, January 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Yusril Berhasil Yakinkan Jokowi untuk Bebaskan Abubakar Baasyir

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga Penasehat Hukum Jokowi Ma’ruf Amin berhasil meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan Ustad Abubakar Baasyir (ABB) dari LP Teroris Gunung Sindur, Bogor.
sukabumiNews, BOGOR – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga Penasehat Hukum Jokowi Ma’ruf Amin berhasil meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan Ustad Abubakar Baasyir (ABB) dari LP Teroris Gunung Sindur, Bogor.

Abubakar Baasyir sudah mendekam dalam LP selama sembilan tahun dari pidana lima belas tahun yang dijatuhkan kepadanya. Sudah saatnya Baasyir menjalani pembebasan tanpa syarat-syarat yang memberatkan. Jokowi berpendapat bahwa Baasyir harus dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan.

Baasyir kini telah berusia 81 tahun dan dalam kondisi kesehatan yang makin menurun. Jokowi menegaskan kepada Yusril bahwa beliau sangat prihatin dengan keadaan Ustadz Abubakar dan karena itu meminta Yusril untuk menelaah, berdialog dan bertemu Abubakar Baasyir di LP Gunung Sindur.

Semua pembicaraan dengan Baasyir dilaporkan Yusril ke Jokowi, sehingga beliau yakin bahwa cukup alasan untuk membebaskan Baasyir dari penjara.

"Pembebasan Baasyir akan dilakukan pekan depan untuk membereskan administrasi pidanya di LP. Baasyir sendiri minta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang2nya yang ada di sel penjara. Setelah bebas, Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim," tulis Yusril di akun Instgramnya @yusrilihzamhd.

Ustadz Abubakar Baasyir mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah atas pembebasannya ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengambil inisiatif pembebasan dirinya. Kepada juru rawat yang memeriksa kakinya yang sakit, Baasyir mengatakan “Pak Yusril ini saya kenal sejak lama. Beliau ini orang berani, sehingga banyak yang memusuhinya. Tetapi saya tahu, beliau menempuh jalan yang benar” kata Baasyir.

Yusril datang ke LP Gunung Sindur ditemani Dr Yusron Ihza dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor. Ia didaulat untuk menjadi imam dan khatib Jum’at di Mesjid LP. Keluarga Ustadz Abubakar Baasyir juga datang dari Solo. Hadir pula pengacara Abubakar Baasyir Achmad Michdan yang turut bersyukur atas bebasnya Baasyir. (Red*)
close
close