GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

Trump Ancam Lumpuhkan Iran dalam Semalam Jika Tak Ada Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa pasukan negaranya mampu “melumpuhkan” seluruh wilayah Iran hanya dalam satu malam.
Ukuran huruf
Print 0
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Celal Güneş / AA)

New York (SUKABUMINEWS.net) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa pasukan negaranya mampu “melumpuhkan” seluruh wilayah Iran hanya dalam satu malam, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump kepada wartawan, dilansir Anadolu Agency.

Ia juga mempertegas tenggat waktu bagi Iran, dengan memperingatkan bahwa pada Selasa pukul 20.00 EDT (Rabu 00.00 GMT), seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan “dihancurkan” jika tidak tercapai kesepakatan.

Trump menyebut Washington kini berhadapan dengan “pihak yang aktif dan bersedia” dari Iran yang bernegosiasi dengan “itikad baik”. Ia menambahkan bahwa sejumlah “negara luar biasa” turut membantu mengakhiri permusuhan tersebut.

Misi penyelamatan

Trump mengatakan misi pemulihan kedua untuk anggota militer AS yang hilang melibatkan 155 pesawat, termasuk empat pengebom, 64 jet tempur, dan 48 pesawat pengisian bahan bakar. Sebelumnya ia menyebut sekitar 200 personel Pasukan Khusus turut membantu operasi tersebut.

Direktur CIA John Ratcliffe mengatakan badan tersebut menjalankan “kampanye penyesatan untuk membingungkan pihak Iran” sambil menggunakan aset rahasia untuk menemukan pilot di celah pegunungan terpencil.

Trump menggambarkan operasi penyelamatan itu sebagai langkah berisiko tinggi, dengan menyatakan ia menyetujuinya meski berpotensi menimbulkan korban besar.

Dua pesawat besar yang dikerahkan untuk mengevakuasi awak dilaporkan terjebak di pasir basah, memunculkan kekhawatiran tidak dapat lepas landas akibat berat personel dan peralatan. Untuk mencegah teknologi militer sensitif AS jatuh ke tangan Iran, Trump mengatakan pesawat tersebut dihancurkan di darat.

 

Ia juga menyebut dalam 37 hari terakhir, pasukan AS telah melakukan lebih dari 10.000 penerbangan tempur di atas Iran dan menyerang lebih dari 13.000 target. Trump menambahkan bahwa pesawat F-15 yang jatuh merupakan pesawat berawak pertama yang hilang akibat tembakan musuh dalam operasi tersebut.

Kebocoran media

Trump mengatakan pemerintahannya tengah “sangat serius” mencari pihak yang membocorkan informasi terkait pilot pertama yang diselamatkan dari Iran pekan lalu setelah pesawatnya ditembak jatuh.

Ia menuduh sebuah media yang tidak disebutkan namanya membahayakan misi penyelamatan kedua dengan membocorkan bahwa masih ada pilot yang hilang di Iran. Menurut Trump, informasi itu memicu perburuan nasional oleh Iran serta penetapan hadiah publik untuk penangkapan pilot tersebut.

Trump mengancam akan menindak jurnalis yang bertanggung jawab dan menyatakan media tersebut akan diminta mengungkap sumber informasi dengan alasan keamanan nasional.

Ia juga mengatakan lebih memilih Amerika Serikat “memungut biaya” di Selat Hormuz daripada membiarkan Iran melakukannya. Trump menyatakan Iran “telah kalah secara militer” dan AS sebagai pihak pemenang berencana mengenakan tarif di jalur tersebut.

“Mengapa tidak? Kami pemenangnya. Kami menang,” ujarnya.

Peran NATO

Trump turut menyampaikan kekecewaannya terhadap peran NATO dalam konflik tersebut. Ia mengatakan penolakan aliansi itu untuk membantu mengamankan Selat Hormuz merupakan “catatan buruk yang tidak akan pernah hilang.”

Trump juga menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak takut pada NATO, melainkan kepada Amerika Serikat, seraya menambahkan, “NATO adalah kita.”

Ia juga menyoroti Jepang, Australia, dan Korea Selatan, selain NATO, karena tidak membantu dalam kampanye terhadap Iran.

Negara-negara anggota NATO menyatakan Trump memulai perang tanpa berkonsultasi dengan anggota aliansi lainnya.

Trump juga menyarankan pasukan Kurdi untuk “menjauh” dari Iran menjelang kemungkinan eskalasi besar, dengan mengatakan kehadiran mereka dapat “membawa masalah” dan berisiko “membawa kematian bagi diri mereka sendiri.”

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan Senin akan menjadi “volume serangan terbesar di Iran sejak hari pertama,” dan operasi akan dilanjutkan dengan intensitas lebih tinggi pada Selasa.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dua personel berhasil diselamatkan setelah jet F-15E mereka ditembak jatuh oleh rudal bahu pada 2 April.

Sejak 28 Februari, serangan AS dan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz. (AA)

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin