News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Meski Dilarang Pemerintah, 36 Juta Orang Nekat Mudik

Meski Dilarang Pemerintah, 36 Juta Orang Nekat Mudik

Ilustrasi: Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, pada Kamis (23/4/2020) lalu. (Fot: Bisnis - Himawan L Nugraha)

sukabumiNews.net, JAKARTA – Meski dilarang oleh pemerintah, 36 juta orang dikabarkan sudah nekat melakukan perjalanan mudik.

Dilansir KBRN, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut, 2.9 responden punya keinginan sangat besar untuk mudik tahun ini, dan 17.9 persen responden punya keinginan mudik cukup besar Lebaran ini.

"Ini bukan angka yang kecil, apalagi situasi pandemi belum selesai. Jumlah 20.8 persen dari total populasi pemilih, itu kurang lebih sekitar 36 juta orang," kata Burhan dalam jumpa pers daring, Selasa (4/5/2021).

Burhan menyebut, populasi yang diikutsertakan adalah orang yang punya hak pilih berjumlah sekitar 180 juta orang.

Indikator juga mencatat jumlah masyarakat yang mendukung larangan mudik tak sampai separuh populasi, hanya 45.8 persen responden.

"Yang tidak setuju 28 persen. Ini masukan buat pemerintah, termasuk Komite Penanganan Covid," tuturnya.

Survei dilakukan pada 13-17 April dengan melibatkan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan melarang mudik pada masa libur Lebaran Idul Fitri. Kebijakan akan diterapkan 6-17 Mei.

Presiden Joko Widodo sempat menyebut masih ada 18.9 juta orang yang akan mudik tahun ini.

"Angkanya masih besar, 18.9 juta orang yang masih akan mudik. Oleh sebab itu, harus disampaikan terus larangan mudik ini agar bisa berkurang lagi," ungkap Jokowi seperti disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (29/4/2021).

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas