News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

NGO Myanmar: 250 Tewas Sejak Kudeta Militer

NGO Myanmar: 250 Tewas Sejak Kudeta Militer

Seorang demonstran memegang foto Aung San Suu Kyi dan Jenderal Aung San saat melakukan protes di luar Kedutaan Besar Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021 (Guillaume Payen - Anadolu Agency). 
AAPP melaporkan total 2.665 orang telah ditangkap, didakwa atau dihukum menyusul terjadinya kudeta militer pada 1 Februari
SUKABUMINEWS, THAILAND – Kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan, pada Senin pagi, warga Myanmar yang tewas telah mencapai lebih dari 250 orang sejak kudeta militer 1 Februari lalu.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP),  Non-Governmental Organization melaporkan tambahan 3 orang tewas pada di kota Monywa di Wilayah Sagaing dan Wilayah Yangon.

“Jumlah korban sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Kami akan terus menambahkan,” terang AAPP, NGO mantan tahanan politik Myanmar di pengasingan, dalam pernyataan yang dikeluarkan di kantornya di Mae Sot, Thailand, seperti dilansir Anadolu Agensi, Senin (22/1/2021).

AAPP melaporkan total 2.665 orang telah ditangkap, didakwa atau dihukum menyusul terjadinya kudeta militer pada 1 Februari.

AAPP juga melaporkan Meskipun banyak orang tewas karena akibat kekerasan militer, banyak yang masih demonstran yang melakukan protes.

Pada Ahad, semua jenis pemogokan untuk menolak kebrutalan junta militer terus berlanjut.

Tindakan keras terjadi di Kota Monywa di Wilayah Sagaing, satu orang ditembak mati di kepala dan tiga warga sipil terluka ketika orang-orang memprotes polisi dan tentara yang menghancurkan barikade, dan kemudian menembakkan peluru tajam,” ujar AAPP.

Sementara itu, karena ancaman dari junta militer, kata AAPP, para petani lokal mengungsi dari rumah mereka.

Ribuan orang dari lima desa di Kotapraja Depayin di Wilayah Sagaing meninggalkan rumah mereka setelah militer bersumpah akan membalas mereka yang terlibat dalam pembunuhan dua anggota polisi dan melukai seorang kapten polisi pada Kamis lalu.

AAPP juga menerangkan junta militer melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, mencuri, menjarah, membunuh, menyembunyikan mayat di seluruh wilayah pusat kota.

“Ini adalah terorisme dan kami mendesak masyarakat internasional, termasuk ASEAN, untuk segera bertindak,” tukas AAPP.

Editor: Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas