News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pengacaranya Diduga Jadi Korban Pemukulan, Habib Rizieq Marah di Bareskrim

Pengacaranya Diduga Jadi Korban Pemukulan, Habib Rizieq Marah di Bareskrim

Habib Rizieq Shihab menolak menghadiri sidang online dan terlibat debat dengan jaksa saat dilakukan penjemputan menuju ruang sidang. Habib Rizieq meminta hakim melanjutkan sidang tanpa kehadirannya. (Foto: Sreenshot)   

SUKABUMINEWS, JAKARTA – Habib Rizieq ngamuk di Bareskrim Polri. Habib Rizieq Shihab marah karena diduga pengacaranya jadi korban pemukulan.

Habib Rizieq ngamuk terungkap dalam sebuah video yang merekam Habib Rizieq marah-marah.

"Hei jangan main kasar kau, awas main kasar kau. Kenapa kau pukul pengacara?" ujar Rizieq dengan nada lantang.

Habib Rizieq ngamuk dibenarkan oleh Pengacara Habib Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah. Alamsyah juga mengatakan bahwa Habib Rizieq sempat marah besar saat dipaksa untuk ikut sidang secara virtual di PN Jakarta Timur dari ruangan Rutan Bareskrim Polri.

"Kalau memang videonya begitu yah bener, karena saya kan adanya di PN Jaktim, sedangkan Habib Rizieq kan di Bareskrim. Kami denger dari berita sidang Youtube di sana dari kamera pengadilan," klarifikasi Alamsyah.

Di samping itu, kata dia, ia tak bisa memastikan apakah ada aksi kekerasan terhadap Habib Rizieq saat dibawa paksa.

Alamsyah sampai saat ini belum mengetahui bagaimana kondisi kliennya usai persidangan tersebut.

"Belum ada komunikasi juga dengan Habib, karena Habib kan di dalam sel tak bawa hape. Kami juga khawatir dengan kondisi Habib sendiri bagaimana saat ini," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Habib Rizieq menolak dengan keras perihal sidang virtual untuk kasus swab test.

Dirinya meminta agar dirinya langsung didatangkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur bukan di Rutan Bareskrim.

Editor: Red*
Sumber: Terkini.id
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a Comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas