News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketum GPI Menyebut, GPI Telah Mengalami Berbagai Peristiwa dan akan Tetap Ada Selama RI Ada

Ketum GPI Menyebut, GPI Telah Mengalami Berbagai Peristiwa dan akan Tetap Ada Selama RI Ada

Rakernas dan Kaderisasi Nasional Gerakan Pemuda Islam (GPI) di Hotel Pangandaran (12-14 Februari 2021). (Foto: Jaka Susila) 

GPI tidak akan pernah lepas dari kesetiaannya terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)

sukabumiNews, PANGANDARAN – Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kaderisasi Nasional untuk membentuk kader yang militan yang mencintai agama dan negara.

Acara yang digelas selama 3 hari, mulai dari tanggal 12-14 Februari 2021ini dilaksanakan di Hotel Pantai Indah Report Pangandaran, Jawa Barat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) Vredrik Diko Nugraha menyampaikan, sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) Islam yang berusia sama dengan lahirnya negara, nafas GPI tidak akan pernah lepas dari kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“GPI lahir di bulan Oktober 1945. Dengan demikian, usia GPI hampir sama dengan usia Negara Indonesia,” ujar Diko Nugraha di hadapan ratusan peserta Rakernas, Sabtu (12/2/2021).

Adapun untuk Rakernas GPI, diikuti oleh pengusus DPP. Sementara untuk Kaderisasi, diikuti oleh para pimpinan daerah se-Jawa Barat.

Diko Nugraha melanjutkan, OKP Islam ini telah mengalami berbagai peristiwa dan tetap akan ada selama negara Reublik Indonesia ini ada. Ia menyebut, saat ini ada 26 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GPI dengan sekitar 300 DPD (Dewan Pimpinan Daerah).

“Kami masih mampu berdiri tegak untuk menegakkan ideologi Islam wal muslimin sebagai wujud cinta NKRI dan merah putih. Jadi GPI dan Merah Putih adalah kesejatian untuk negara yang tak terpisahkan,” tegas Diko.

“Izzul Islam itu lebih dari sekedar hubbul watol minal iman. Hakkul yakin, siapapun orangnya, jiwa anggota Gerakan Pemuda Islam sesungguhnya adalah untuk merah putih. Tujuannya sudah pasti menjadi mujahid mempertahankan negara,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah mencatat, dari 9 perumus BPUPKI, 4 orang diantaranya adalah anggota GPI.

“Sejarah juga mencatat, Muhammad Natsir sang Ketua Umum GPI pada waktu itu membuat Mosi Integral untuk NKRI ini ketika Indonesia mengalami perpecahan 8 negara bagian saat itu,” bebernya.

Di akhir penyampaiannya Vredrik Diko berpesan kepada seluruh kader GPI untuk bersabar menghadapi segala fitnah yang ada dan percaya sepenuh hati akan kehendak Yang Maha Kuasa.

Diko juga meminta agar seluruh kader GPI, kembali membesarkan organisasi dan berbuat yang terbaik untuk bangsa.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) GPI Sukabumi yang juga turut mengikuti acara tersebut, Jaka Susila menyampaikan bahwa untuk kaderisasi, PD Kabupaten Sukabumi mengirimkan 7 delegasi.

Jaka berharap, semoga GPI bisa bangkit mewartani kehidupan keumatan dan kebangsaan di NKRI.

Kontibutor: JS

Editor: AM

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Berlangganan Artikel/Berita terbaru dari sukabumiNews.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas