News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Inilah Sekilas Sejarah Berdirinya Kelenteng Vihara Widhi Sakti Sukabumi

Inilah Sekilas Sejarah Berdirinya Kelenteng Vihara Widhi Sakti Sukabumi

Bangunan Kelenteng setelah direnovasi kembali pada Tahun 1957 disebut Vihara dan dibangun ulang pada Tahun 1987. 

Kelenteng Vihara Widhi Sakti Dirikan pada Tahun 1908, saat wabah Kolera menyerang Sukabumi.

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Tak disangka, Kelenteng Vihara Widhi Sakti, tempat peribadatan umat Budha yang berlokasi di Jalan Pajagalan Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warungdoyong Kota Sukabumi Jawa Barat ini, sejak mulai berdiri hingga kini usianya sudah mencapai 110 tahun.

Bangunan Kelenteng Vihara Widhi Sakti Sukabumi pada Tahun 1920-an. (Fofo: Istimewa/ Humas Vihara) 

Kisah ini diceritakan Arieffin Natawidjaja, Humas Yayasan Vihara Widhi Sakti kepada sukabumiNews, Jum'at (12/3/2021).

Arieffin menuturkan, dulu, sebelum Kelenteng Vihara Widhi Sakti ini dibangun, ada seorang warga Tionghoa yang hidup sederhana bernama Thung Hoat Tiat. Ia merupakan praktisi kungfu pada zaman Kolonial.

"Kala itu, sekitar tahun 1908, Sukabumi dilanda wabah kolera dan ratusan warga sukabumi pun tewas akibat wabah yang sudah menjalar tersebut, mayat-mayat berserakan di setiap jalan," ungkap Arieffin.

Bangunan Kelenteng pada Tahun 1950, ditambahkan dua bangunan Tingkat di sisi kanan bangunan utama. 

Lalu, Thung Hoat pun, sambung Arieffin, berupaya untuk mencari obat dan pergi kepada seorang ahli pengobatan (sin she) yang berada di Bogor dengan menggunakan kereta api.

"Setibanya di Sin She, Thung Hoat Tiat pun bertanya kepada ahli pengobatan. Sementara, ahli pengobatan itu juga tidak tau bagaimana cara mengobati warga yang tertular wabah kolera," kata Arieffin.

Kemudian lanjut Arieffin, ahli Sin She itu lalu menyarankan Thung Hoat Tiat agar melakukan ritual Kongco Han Tan Kong yang dipercaya dapat memberikan obat ramuan tradisional Tiongkok untuk mengobati penyakit yang tidak umum.

"Melalui ritual Ciamsi, nomor yang tertera pada kayu yang terlontar, yang akan menjadi petunjuk resep ramuan obat mana yang cocok untuk mengobati penyakit," jelasnya.

Thung Hoat Tiat pun lanjut Arieffin, kemudian kembali ke Sukabumi dengan menggunakan kereta api tersebut. “Setibanya di Sukabumi, Thung Hoat Tiat mengadakan untuk mendapatkan petunjuk dari Kongco Han Tan Kong, melalui medium spiritual kongco, dengan digotong keliling ke 4 penjuru di wilayah Kota Sukabumi,” sambungnya.

Ditambahkan Arieffin bahwa beberapa hari ke depan seusai menggotong Toapekong, dalam petunjuknya, akan ada angin kencang yang berputar. Saat angina kencang itu berputar, Thung Hoat Tiat diperintahkan agar membuat tongkat toya berujung yang dicat dengan warna merah untuk dilemparkan kepada angin yang berputar kecang tersebut.

"Lalu etnis Tionghoa waktu itu bersama sekelompok masyarakat minoritas Tionghoa  meminta izin kepada pemerintah Kolonial guna menggotong Toapekong untuk diarak keliling kota, seperti hal yang dikenal saat ini dalam acara Cap Go Meh dengan harapan wabah kolera mereda," bebernya.

Pada Tahun 2016 dibangun Area Tambahan di belakang bangunan utama. 

Dalam petunjuknya, kata Arieffin, usai mengarak Toapekong ke 4 sudut kota tersebut, alhasil wabah kolera itu akan muali mereda.

“Tak lama beberapa hari kemudian, sesuai petunjuk, kejadian angin yang berputar kencang itu pun terjadi. Sementara Tongkat Toya, pun berhasil dilemparkan kepada pusaran angin itu dan Tongkat Toya itu jatuh di pesawahan yang kini dijadikan Kelenteng Vihara Widhi Sakti,” bebert Arieffin.

“Sebagai bentuk rasa syukur atas wabah kolera yang telah mereda itulah, Thung Hoat Tiat pada masa itu bermasa masyarakat etnis Tionghoa bahu membahu bergotong royong untuk membangun dan mendirikan Kelenteng yang kini bangunannya masih berdiri kokoh dan sudah dilakukan renovasi beberapa kali menjadi tempat peribadatan Umat Budha Vihara Widhi Sakti pada setiap Hari Besar Perayaan Imlek termasuk pada Perayaan Imlek Tahun 2021,” terang Arieffin, menutup ceritanya.

Kelenteng Vihara Widhi Sakti aaat ini (tahun 2021). 

Pewarta: Azis Ramdhani

Editor: AM

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2021

Tags

Daftar

Berlangganan Artikel/Berita terbaru dari sukabumiNews.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas