Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, November 3, 2020

Redaksi sukabumiNews

Tunjangan Anggota DPRD Kota Sukabumi Naik Saat Pandemi? Himpunan Mahasiswa Progresif akan 'Serbu' Gedung DPRD


sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Himpunan Mahasiswa Progresif Sukabumi, dikabarkan akan melakukan aksi Damai ke Gedung DPRD dan Pemerintah Kota Sukabumi pada Rabu (04/11/20) besok.

 

Mereka menyoroti kenaikkan Tunjangan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat pada APBD Perubahan Anggaran Tahun 2020, di tengah wabah pandemi Covid-19 (Virus Corona).

 

Koordinator Himpunan Mahasiswa Progresif, Rayhan, dalam pesan Whatsappnya mengatakan, di tengah badai pandemi "sangat miris", masyarakat Kota Sukabumi dikejutkan oleh kabar kenaikan tunjangan Anggota DPRD Kota Sukabumi pada APBD perubahan Tahun 2020, tanpa mempertimbangkan aspek ketidak adilan untuk masyarakat.

 

“Kenaikan tunjangan yang dimaksud diantaranya, kenaikan tunjangan perumahan yang awalnya  sebesar Rp 6,3 Miliar menjadi Rp 7,7 Miliar. Kemudian tunjangan transportasi yang awalnya Rp 4,1 Miliar menjadi Rp 4,8 Miliar. Kenaikan anggaran di atas adalah kenaikan yang sangat fantastis dan perlu direvisi,” beber Rayhan, Selasa (03/11/20).

 

"Ketika masyarakat kelaparan dan kesusahan, anggota dewan malah menaikkan tunjangan, dimana letak rasa iba, kasihan, dan sisi kemanusiaan walik-wakil rakyat itu?" Tanya Rayhan, tegas.

 

Rayhan menilai, angka tunjangan-tunjangan tersebut melebihi tunjangan perumahan dan transportasi Anggota DPRD lain di Kota/Kabupaten besar di Provinsi Jawa Barat.

 

"Maka dari itu, kami dari pengurus besar Himpunan Mahasiswa Progresif akan menyatakan sikap resmi terkait adanya kenaikan tunjangan anggota dewan tersebut dengan melakukan aksi demonstrasi pada Rabu 04 Oktober 2020 besok, dengan jumlah massa yang mengedepankan Protokol Kesehatan," jelas Rayhan.

 

Ditambahkan Rayhan, Himpunan Mahasiswa Progresif akan meminta kepada Anggota Dewan untuk membatalkan pengajuan kenaikan tunjangan terlebih di masa pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan.


"Kami juga akan meminta kepada Wali Kota Sukabumi untuk tidak menyetujui kenaikan tunjangan bagi Anggota DPRD Kota Sukabumi," tandasnya.

 

Pewarta: TNR

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close