Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, November 16, 2020

Red1

Seorang Nelayan Tewas, Diduga Lantaran Mabuk Laut

Korban (alm) Asep saat dievakuasi dari perahu. (Foto: Dok. sukabumiNews)  

sukabumiNews.net, CIRACAP - Seorang Nelayan pencari Baby Lobster atau Benur ditemukan tewas di wilayah perairan Ciroyom Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Senin (16/11/2020). 


Informasi yang dihimpun sukabumiNews dari Tim Sarda Ujunggenteng, Hadiat menjelaskan awalnya rekan korban Asep dan Ogut sebagai juru mudi atau anak buah kapal (ABK) berangkat menuju perairan Ciroyom untuk mencari baby lobster (benur). 


"Sekira pukul 06.00 wib Asep dan temannya Ogut pergi berangkat menuju ke perairan Ciroyom untuk mencari baby lobster  (benur), setelah sampai diperairan Ciroyom Asep mengalami muntah-muntah (mabuk laut) di atas perahu Fiber bernama Jaya Muda yang dimiliki Pepen (46) asal warga Jakarta," kata tim sarda Ujunggenteng Hadiat kepada sukabumiNews, Senin. 


Hadiat menjelaskan pada saat Asep terus menerus mengalami muntah, tak lama kemudian Asep pun tak sadarkan diri, bahkan saat diperiksa denyut nadinya, dia sudah tiada. Diduga Asep meninggal karena mabuk laut dan dehidrasi kehabisan cairan tubuh," bebernya.


Sementara itu rekan korban Ogut (40), warga asal kampung Desa Cikahuripan Kecamatan Cikakak yang juga sebagai ABK mengatakan, Almarhum Asep mengaku baru pertama kali ikut mencari baby lobster (benur) ke tengah laut. Dan Asep, lanjut Ogut, pernah ia coba membujuknya agar tidak ikut. 


"Keadaan badan dan fisiknyabkurang fit dan sudah di ingatkan agar tidak ikut berlayar ketengah laut," saya mau belajar teu nanaon mabok laut wae mah,"ucap Alm Asep kepada saya," jelasnya. 


Meskipun demikian sambung Ogut, pada saat malam itu kita sedang menuju peraidan laut Ciroyom Cibitung, sempat kita akan berbalik haluan untuk pulang dikarenakan terlalu malam sekira pukul 22.00 wib minggu malam senin hendak pulang pagi perjalanan dari kutamana menuju pantai ujunggenteng, saat saya bangunkan Asep sudah tidak bernyawa. 


"Semalam saat sedang menuju perairan laut ciroyom, cibitung, Kedua nelayan sempat berniat akan pulang di karenakan terlalu malam saat kejadian pukul 22:00 Wib minggu malam senin,  berniat pulang pagi dan siperjalanan menuju kutamara menuju pantai ujunggenteng waktu di bangunkan kondisinya sudah tak bernyawa. 


Dilain pihak Ketua Nelayan Ujunggenteng Asep Jk menambahkan Alm Asep sudah dievakuasi oleh tim relawan Sarda, Polairud dan Balawista. 


"Atas nama Rukun Nelayan Ujunggenteng berbela sungkawa, Kami Beserta pihak keluarga korban sepakat untuk tidak dilakukan otopsi terhadap Alm Asep dan Almarhum akan dikebumikan di tempat orangtuanya didaerah Jampangkulon,"tutupnya. 


Pewarta: My Kuncir

Editor: Red*

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020 

Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close