Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, November 14, 2020

Redaksi sukabumiNews

Intensitas Hujan Cukup Tinggi, Tebing di Dekat Lokasi Pasar Cidadap Ambruk

Tebing di dekat lokasi kawasan Pasar Cidadap, Ambruk. (Foto: Dok. Istimewa)  

sukabumiNews.net, CIDOLOG - Intensitas curah hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Jum'at 13 November 2020 berakibat rawan terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor.


Seperti halnya di wilayah selatan Sukabumi. Dua desa di wilayah Kecamatan Cidolog. Yakni, Desa Cipamingkis dan Desa Mekarjaya tertimpa banjir dan longsor, Sabtu (14/11/2020).


Kepala Seksi (Kasi) Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eka Widiawan membenarkan bahwa pertistiwa banjir telah menerjang dua desa di wilayah Kecamatan tersebut.


""Banjir ini, telah menutupi akses jalan. Karena, air telah merendam jalan dengan ketinggian mulai dari satu sampai dua meter," kata Eka kepda wartawan, Sabtu.


Eka menambahkan, bencana longsor juga telah menyebabkan tebing di dekat kawasan lokasi pasar Cidadap ambruk, dan material longsoran berupa tanah dan bebatuan telah menerjang bangunan yang berada di bawahnya.


"Longsor itu, terjadi sekira pukul 17.20 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras," papar Eka.


Pihaknya mengaku belum mengetahui secara rinci soal bencana banjir dan longsor yang menerjang dua kecamatan tersebut. Pasalnya, saat ini anggota BPBD melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) setempat, tengah fokus melalukan mitigasi bencana.


"Laporannya, belum masuk ke BPBD. Meski demikian, petugas kita sedang di lokasi. Besok akan kita cek lagi ke lokasi bencana. Sepertinya mahkota longsoran masih ada, Sehingga longsor susulan dikhawatirkan bisa terjadi," pungkasnya.




Pewarta/Editor: Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close