Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 21, 2020

Redaksi sukabumiNews

Soal UU Ciptaker, Menaker: Pak Jokowi Memilih untuk Menjalani Risiko

Foto: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Dok. Kemnaker)  

sukabumiNews.net, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil risiko dengan menggagas Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ida Fauziyah saat berbicara terkait satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang jatuh pada 20 Oktober 2020.

 

"Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan untuk mentransformasi situasi, yang digagas Pak Joko Widodo saat baru dilantik. Karena targetnya untuk mengubah, maka pasti ada risiko penolakan. Tapi Pak Jokowi memilih menjalani risiko itu," kata Menaker lewat keterangan tertulisnya, dikutip sukabumiNews dari Kompas TV, Selasa (20/10/2020).

 

Lebih lanjut Ida mengungkapkan, Presiden Jokowi sebetulnya bisa memilih untuk bermain aman, tanpa membuat terobosan yang mengubah banyak hal.

 

"Tapi beliau memilih meninggalkan legacy untuk kita semua. Bukannya cari aman," ujar Ida lebih lanjut.

 

Menaker mengakui tak semua aspirasi pekerja dan pengusaha dapat terakomodasi dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja.

 

Menurut Ida, hal terpenting merupakan kepentingan para pencari kerja yang harus segera dicarikan solusi.

 

Menaker pun mengajak semua pihak untuk berdialog meski ada penolakan terkait UU Cipta Kerja.

 

Baca Juga: Berbeda dengan Jokowi Soal Pilkada 2020, Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Saya Lebih Baik Ditunda


Sumber: KOMPAS TV

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020

Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close