Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 21, 2020

Redaksi sukabumiNews

Berbeda dengan Jokowi Soal Pilkada 2020, Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Saya Lebih Baik Ditunda

Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020) (Sumber: Dok. KIP/Setwapres)  

sukabumiNews.net, JAKARTA – Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin menyatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 lebih baik ditunda. Mengingat, wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih merebak.

 

Pernyataan Ma'ruf Amin tersebut jelas bertentangan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

 

Seperti diketahui, bekas Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan Pilkada 2020 secara serentak agar tetap dilaksanakan sesuai jadwal atau pada 9 Desember mendatang.

 

Pernyataan Ma'ruf Amin agar Pilkada 2020 lebih baik ditunda disampaikan saat dirinya diwawancarai oleh Najwa Shihab.

 

Dikutip dari KOMPAS TV, awalnya, pembawa acara Mata Najwa itu melontarkan pertanyaan apakah Pilkada 2020 tetap akan digelar karena ada beberapa anak dan menantu pejabat yang ikut dalam kontestasi.

 

Termasuk putri Ma'ruf Amin bernama Siti Nur Azizah yang mencalonkan diri menjadi Wali Kota Tangerang Selatan berpasangan dengan Ruhama Ben.

 

Menjawab pertanyaan Najwa Shihab tersebut, Ma'ruf Amin mengelaknya. Menurut dia, pihak yang memaksakan untuk tetap digelarnya Pilkada serentak adalah petahana atau incumbent.

 

Sementara itu, anaknya yang maju Pilkada Tangerang Selagan bukanlah petahana. Karena itu, tak ada masalah jika pilkada 2020 harus ditunda.

 

"Saya kira kalau saya lebih baik ditunda. Sebab anak saya kan bukan incumbent. Yang berkepentingan tidak ditunda itu kan incumbent," kata Maruf dikutip dari kanal Youtube Najwa Shibab pada Rabu (21/10/2020).

 

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin lantas membandingkan jika misalnya lawan yang dihadapi putrinya dalam Pilkada Tangerang Selatan bukanlah seorang incumbent atau petahana.

 

"Sebenarnya mungkin lebih baik kalau lawannya tidak incumbent, jadi saya kira tidak ke sana (Pilkada dilanjutkan)" ujar Maruf.

 

Ma'ruf Amin menambahkan, dirinya mengklarifikasi bahwa putrinya maju pilkada Tangerang Selatan bukanlah karena dorongan dirinya.

 

Menurutnya, Situ Nur Azizah maju Pilkada Tangsel 2020 atas kemauannya sendiri. Terlebih dirinya tidak mempunyai partai politik sebagai kendaraan putrinya maju Pilkada.

 

"Saya tidak mendorong anak saya untuk jadi Wali Kota. Saya juga tidak punya partai. Saya masuk jadi wapres juga bukan karena saya anggota partai," kata Ma'ruf Amin.

 

"Jadi saya memang tidak bisa melarang anak saya dan siapa saja untuk mencalonkan diri."

 

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menegaskan, tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 akan tetap dilaksanakan meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.

 

Ia mengatakan, pemungutan suara pilkada yang akan berlangsung di 270 daerah akan tetap dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

 

Pernyataan Jokowi itu disampaikan melalui Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman pada Senin, 21 September 2020 lalu.

 

"Pilkada 2020 tetap sesuai jadwal, 9 Desember 2020, demi menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih dan hak memilih," kata Fadjroel.


 

Sumber: Kompas TV

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close