Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 27, 2020

Redaksi sukabumiNews

Sayang! Objek Wisata yang Menyimpan Banyak Misteri Sejarah Ini Seolah Diabaikan oleh Pemda Setempat

Pantai Guha Gede dan Tanjung Jojongor Cilograng. (Istimewa)  

sukabumiNews.net, LEBAK – Pantai Guha Gede dan Tanjung Jojongor yang terletak di wilayah Ujung Selatan Desa Cilograng Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten cukup menyimpan banyak
  misteri sejarah. Sayang, keberadaan objek wisata ini seolah dianaktirikan pembangunannya oleh pemerintah setempat.

 

Informasi yang diperoleh, akses menuju tempat tersebut belum memiliki infra struktur yang layak untuk bisa dilalui kendaraan roda empat.

 

“Jika musim hujan tiba, keadaan jalan ini sangat licin, dan secara teknis jalur jalan ini haya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itupun harus pake rante roda belakangya. Sementara jarak dari ujung kampung pemukiman warga yaitu Kampung Angsana Desa Cilograng menuju Pantai Guha Gede lebih kurang sekitar 5 km jauhnya,” ujar Bapak Cepi kepada sukabumiNews, Selasa (27/10/2020).

 

Informasi ini juga dibenarkan oleh warga lainnya, bahkan menutrut mereka, di balik hamparan pasir putih dan haparan karang yang sangat indah  dan mempesona, ditambah air laut yang cukup bersih dan suara ombak yang tak henti menabrak karang hingga menghasilkan suara gemuruh tanpa putus, pantai ini meyimpan sejuta potensi dan misteri.

 


Seperti keberadaan bangker terowongan sumur misterius yang mengeluarkan air dari belahan batu, kebaradaan Tanjung Jojongor dan sejarah pembangunannya. Disinyalir keberadaan situs-situs di Pantai Cilograng ini ada kaitanya dengan pmberontakan PKI tahun 1965.

 

“Kalau saja akses jalan menuju pantai yang masih merupakan jalan setapak dan berbelok belok, bertatu dan berlumpur ini diperbaiki dan dibangun oleh pemerintah, pasti mendorong kepada perubahan ekonomi masyarakat setempat secara pesat, tanpa tanpa harus menjual tanah-tanahya,” ungkap Cepi.

 

Diceritakan Cepi, sejak dulu jalan menuju Pantai Guha Gede ini ini belum pernah sekalipun tersentuh oleh pembangunan. “Memang pernah terdengar kabar bahwa jalan menuju tempat wisata Pantai Guha Gede ini akan diperbaiki. Namun sampai sekarang hanya wacana dan wacana saja,” ucapnya.


BACA Juga: Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

 

Padahal informasi dari warga setempat menyebut, objek wisata Pantai Guha Gede ini sangat pnting dan sangat strategis, lantaran dianggap sebagai pendorong kemajuan ekonomi warga, karena jalan ini merupakan jalan penghubung ke beberapa titik lokasi sentra produksi pertanian yang menghasilkan berbagai macam komuditas seprti pisang galek, ambon, raja dan pisang seblot serta hasil pertanian lainnya.

 

Kebon pisang di sepanjang jalan menuju Pantai Guha Gede Tanjung Jojongor ini memang sangat menarik jika dilihat. Pisang Galek di sini pun memiliki kualitas cukup tinggi. Bahkan ada Pisang Seblot yang jika dibuat Sale, rasaya sangat mirip dengan buah kurma.

 


“Dan hasil produksi pisang sale ini menjadi andalan khas pengusaha UMKM Cilograng. Rasaya juga asli alami dan aman dimakan. Dan produksi sale ini bisa tahan sampai 1 thun, tanpa bahan pengawet yang berbahaya,” imbuhnya.

 

Diketahui bahwa sebayak 98 persen warga Cilograng merupakan petani yang selama ini cukup kesulitan menjual hasil pertaniannya lantaran akses untuk menuju ke kota sangat masih belum nyaman dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil)

 

Dengan adanya kondisi seperti ini, Warga Cilograng memohon kepada pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk bisa membangunkan jalan yang layak. “Jika ini dibangun, maka akan banyak warga yang diuntungkan. Dan pastinya bakal ada perubahan bagi pekonomian warga serta menambah masuhakn devisa pagi pemerintah,” harap Cepi.


BACA Juga: Pemdes Cibodas Berniat Jadikan Puncak Pantun Sebagai Agribisnis dan Agrowisata

 

Kontributor: Jahrudin

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close