Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 6, 2020

Redaksi sukabumiNews

Pjs Bupati Sukabumi: PTM di Tengah Pandemi Harus Dicermati dan Dijalankan dengan Penuh Kehati-Hatian

Rakor Teknis perihal Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

sukabumiNews, PALABUHANRATU – Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhammad mengatakan, meski sesuai regulasi, kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan di zona hijau atau kuning, namun di tengah pandemi Covid-19 kebijakan ini mesti dicermati dan dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

 

Hal tersebut disampaikan R. Gani Muhammad saat mengikuti Rakor Teknis perihal Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kabupaten Sukabumi, bertempat di Pendopo Palabuhanratu, Senin (05/10/2020).

 

Kegiatan Rakor Teknis ini dipandu oleh Asda 1 Ade Setiawan dan diikuti oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Kadis Pendidikan, Perwakilan Kemenag, Kadis Kesehatan, Satgas Penanganan Covid dan SKPD terkait lainnya.

 

“Saya sudah perintahkan kepada jajaran Perangkat daerah bagaimana bisa melandaikan dulu covid ini supaya di zona kuning sampai ke hijau bisa bertahan, karena ini menyangkut putusan yang sangat beresiko menyangkut jiwa anak-anak sekolah jangan sampai ada kluster baru,” ungkap R. Gani Muhammad seperti disampaikan Humas Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Kabupaten Sukabumi, Senin.


BACA Juga: Level Kewaspadaan Covid-19 Kota Sukabumi Zona Oranye

 

Dia menambahkan, saat ini kabupaten Sukabumi memiliki agenda nasional yaitu Pilkada yang harus terselenggara karena untuk kesuksesan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sukabumi, makanya harus ada penurunan yang signifikan penyebaran covid-19.

 

“Dengan melakukan optimalisasi, sosialisasi, edukasi dan memberikan masker gratis, maka ini merupakan upaya pemerintah bekerja dengan langkah-langkah nyata untuk menurunkan laju penyebaran Covid,” terangnya.

 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan kab. Sukabumi M. Solihin mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus untuk memenuhi persiapan tatap muka yaitu daftar periksa, dalam rangka menyongsong kegiatan pembelajaran tatap muka.

 

“Kami menunggu hasil update terakhir dari satgas Covid-19, tetapi pada intinya kami juga akan mengadakan sekolah simulasi di beberapa lokasi yang saat ini sudah masuk tahap verifikasi,” kata M. Solihin.

 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Alrasid menjelaskan, dari 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi, 9 kecamatan diantaranya masuk zona orange, 25 kecamatan zona kuning dan 13 kecamatan zona hijau.

 

Kendati demikian lanjut Harun, dari 47 kecamatan tersebut secara keseluruhan kondisinya bisa dikatakan masuk pada zona kuning.

 

“Tentunya ini juga memerlukan perjuangan yang ekstra keras bagaimana upaya kita dalam dua bulan terakhir ini, kita akan berupaya percepat gerakan tangkal covid-19 di Kabupaten Sukabumi ini, minimal kita pada posisi dari curva epidomologinya yang landau,” ucap Harun.

 

Tentang pembelajaran tatap muka, pihaknya merekomendasikan sebuah sumbangsih pemikiran sebagai langkah awal, sample untuk melakukan Pertemuan Tatap Muka untuk di sekolah di zona hijau, tentunya diterapkan juga di uji coba dalam 14 hari masa inkubasi, jadi itu di awasi dari petugas kesehatan yang ada pada tingkat desa, bidan desa, perawat ataupun dari pemerintahan desa.

 

"Dalam simulasi ini yang harus dipikirkan tidak menimbulkan efek dan resiko bagi penularan, tapi memberikan satu pembelajaran untuk menentukan langkah langkah strategis dalam pertemuan tatap muka ataupun yang dikenal dengan PTM," katanya.


Foto: Dok. Humas DKIP Kabupaten Sukabumi.


BACA Juga: IDI Jabar Tetap Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan Meski Sudah Tak Ada PSBB

 

Pewarta: Andika AU

Editor: AM.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close