Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 28, 2020

Redaksi sukabumiNews

Indikasi Jokowi Mulai Tinggalkan PDIP, Faisal Jaya Daeli Bilang Begini

Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Dok. jawa pos)  

sukabumiNews.net, JAKARTA – Kesan Presiden Joko Widodo perlahan-lahan ingin meninggalkan PDI Perjuangan mencuat.

 

Publik mengindikasikan, Jokowi akan meninggalkan banteng lantaran tak banyak melibatkan kader PDI Perjuangan dalam kebijakan presiden.

 

Salah satu yang tampak yakni dalam pembentukan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan juga Satgas Penanganan Covid-19.

 

Indikasinya, tak ada satupun nama kader PDI Perjuangan muncul. Selama ini lebih banyak kader dari Partai Golkar dan juga profesional seperti Erick Thohir dan orang-orangnya.

 

Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Politik dan Keamanan (Puspolkam) Indonesia, Faisal Jaya Daeli menyampaikan tidak menutup kemungkinan adanya indikasi tersebut.

 

“Bisa jadi ada, dan itu bisa dilacak, karena sekarang dengan alam keterbukaan, apalagi dengan peran media yang sangat kuat,” ucap Firman, Selasa (27/10/2020).

 

BACA Juga: Ini Hasil Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf


Firman mengatakan, dengan adanya keterbukaan di ruang publik dengan sejumlah platform media massa banyak dan kuat.

 

Ditambahkan Firman, saat ini publik bisa melihat langsung dan menilai secara sungguh-sungguh indikasi adanya lingkungan pemerintahan yang mencoba untuk melakukan upaya manuver politik guna kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

“Apakah ada di antara staf pembantu misalnya presiden yang melakukan gerakan itu?” imbuhnya.

 

Disinggung mengenai siapa tokoh yang sengaja melakukan kudeta kepada presiden, Firman mengatakan agar masyarakat tenang.

 

“Jadi memang ini untuk kita dengar saja lah. Supaya, kita bisa hidup ini menjadi tenang, riang gembira, jangan terlalu,” tandasnya. (fajar/sn)


BACA Juga: Berbeda dengan Jokowi Soal Pilkada 2020, Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Saya Lebih Baik Ditunda


COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close