Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 20, 2020

Redaksi sukabumiNews

BEM Seluruh Indonesia Demo, Kesal Upaya Penyadapan Aktivis dan Mahasiswa

Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10), guna menolak Omnibus Law Cipta Kerja. (Foto: Ricardo/JPNN)


sukabumiNews.net, JAKARTA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), kembali menggelar unjuk rasa atau demo menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

 

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia Remy Hastian mengatakan, aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB.

 

“Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia.,” kata Bagas dalam keterangannya, Senin (19/10/2020).

 

Tuntutan dalam aksi unjuk rasa hari ini masih sama seperti aksi sebelumnya, yakni menolak UU Cipta Kerja (Ciptaker).

 

“Kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja, padahal mereka bisa melakukan tindakan untuk mencabut undang-undang tersebut,” ujar Remy.

 

Remy menambahkan, pihaknya juga menyayangkan dengan adanya tindakan represif aparat kepolisian kepada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja.

 

“Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja, serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja,” ujar Remy. (jpnn/sn)




Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close