Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, September 15, 2020

Redaksi sukabumiNews

Syekh Ali Jaber: Umat Islam Jangan mau Diadu Domba

Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)

sukabumiNews.net, JAKARTA – Ulama kondang Syekh Ali Jaber meminta semua pihak tidak terpancing amarahnya ketika ada orang yang menusuknya. Syekh Ali menyampaikan itu saat menerima kunjungan dari Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di kediamannya kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2020).

"Saya percaya kepolisian akan mengusut tuntas masalah ini. Tolong jangan kaitkan insiden ini dengan unsur-unsur politik," kata Syekh Ali berdasarkan siaran pers KSP.

Syekh Ali mengaku saat ini kondisi kesehatannya sudah membaik. Dia berpesan kepada umat Islam agar tidak mudah terpancing dan diadu domba.

Syekh Ali juga meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintah.

"Jangan ada umat Islam yang mau diadu domba karena kejadian ini," kata Ali.

Moeldoko mengatakan, aparat keamanan saat ini sedang bekerja keras untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini secara transparan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

"Pemerintah mengecam keras aksi penusukan dan tindak kekerasan terhadap ulama. Pemerintah meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Ini bukan kriminalisasi ulama. Syekh Ali Jaber adalah korban," ucap Moeldoko. (tan/jpnn)


COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close