Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, September 7, 2020

Redaksi sukabumiNews

Deklarasi KAMI Jabar Sempat Ditolak Dua Kali, Gatot Nurmantyo Tersenyum

Massa yang menolak digelarnya Deklarasi KAMI melakukan aksi unjuk rasa di Grand Pasundan Hotal, Jalan Peta, Kota Bandung, Ahad, 6 September 2020. (Rio Ryzki Batee/galamedia)

sukabumiNews.net, BANDUNG – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat sempat mengalami dua kali pembatalan sepihak oleh pengelola gedung sewa. Akhirnya, deklarasi tersebut digelar di sebuah rumah di Kota Bandung pada Senin (7/9/2020).

"Kemarin Balai Sartika (Bikasoga) dipersiapkan kemudian dibatalkan. Saya tersenyum 10 kali," ujar Inisiator KAMI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam deklarasi KAMI Jabar.

Kemudian, kata dia, di Grand Pasundan sudah dipersiapkan, oleh Satgas Covid diberi izin. Tapi kemudian didemo, ditarik lagi surat dari Satgas Covid-19 "Saya tersenyum 100 kali," katanya.

Meski sempat mengalami kendala, kata Gatot, usaha yang dilakukan oleh penggerak KAMI di Jabar membuahkan hasil. Karena, tak hanya deklarasi yang dilakukan tapi juga disambung dengan aksi di Gedung Sate.

"Karena Allah SWT punya rencana luar biasa di Bandung. Di sini di tempat ini kita deklarasi, dan di sana bisa bersama-sama di Gedung Sate. Ini bukan rencana manusia, kita tidak boleh marah. Jadi saya selalu ingatkan untuk selalu tersenyum, sebagai bentuk syukur. Jangan marah yang hanya membuang-buang energi," paparnya.

Dalam deklarasi yang dihadiri mantan Ketua Umum PP Muhamaddiyah Din Syamsudin, Ketua Khittah Nahdlatul Ulama Rochmad Wahab dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu itu Gatot bercerita mengenai hutangnya ke Bumi Siliwangi.

BACA Juga: Din Syamsuddin Ungkap 3 Syarat Pemakzulan Pemimpin

"Saya bersyukur sebagai prajurit saya melewati berbagai pertempuran dan sampai di jabatan tertinggi. Saya kemudian bertanya apa yang bisa saya berikan untuk Negeri Pertiwi? Saya dilahirkan di Bumi Siliwangi, meniti karier di Bandung, Bogor, Pandeglang, Dayeuhkolot. Saya berutang pada Bumi Siliwangi ini," kata Gatot.

Menurutnya, kedatangannya ke acara deklarasi pun, tak pernah berkoordinasi sedikitpun dengan inisiator KAMI lainnya. "Karena kita sudah satu hati, dan juga karena utang itulah saya datang, saya ingin berbuat," pungkasnya, dilansir Republika.co.id, Senin (7/9/2020).

BACA Juga: Ogah Tanggapi KAMI, Hasto PDIP Anggap Gatot Nurmantyo Cs Selevel DPC

BACA Juga: Setelah KAMI, Relawan Jokowi-Ma'ruf Deklarasikan KITA

Pewarta : ROL
Editor : Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close