Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, July 6, 2020

Redaksi sukabumiNews

Ribuan Spanduk PC PERSIS Tolak RUU HIP Terpasang di Jabar

Spanduk PC Persis Tolak RUU HIP
Salah satu spanduk PC Persis dalam menolak RUU HIP.

sukabumiNews.net, BANDUNG -- Penolakan terhadap Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) semakin hari kian meluas dan menggema. Hal ini disebabkan lantaran RUU HIP tersebut masih belum dibatalkan.

Ketua PW Persis Jabar H. Iman Setiawan Latief menjelaskan semua elemen Pimpinan dibawah PW Persis Jawa Barat turut memasang spanduk penolakan RUU HIP tersebut.

"Awalnya kami mengintruksikan kepada para ketua PD Persis se-Jabar. Namun ternyata, semua tingkatan memasang spanduk penolakan, mulai dari tingkat PD, PC sampai ke PJ", ungkap Iman, seperti dikutip dari laman persis.or.id.

Pemasangan ribuan spanduk tersebut, disampaikan Iman sebagai bentuk penegasan sikap Persis Jawa Barat dalam menolak RUU HIP tersebut.

"Kita mengetahui, materi RUU HIP banyak yang bertentangan dengan UUD 1945 dan sejumlah UU", tambahnya.

Lebih lanjut, Iman menyebut,  memasukkan Trisila dan Ekasila maupun Ketuhanan yang berkebudayaan ke dalam pasal RUU HIP dengan alasan historis pidato Soekarno 1 Juni 1945, itu sama dengan mereduksi Pancasila rumusan final pada 18 Agustus 1945, serta mengundang kontroversi dengan mengabaikan Piagam Jakarta 22 Juni 1955 sebagai satu kesatuan rangkaian proses kesejarahan.

"Secara hukum kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara sudah sangat kuat. Tidak perlu lagi penafsiran, apalagi dgn RUU HIP ini", ujar Iman.

Rencananya, akan ada aksi massa besar-besaran di Jawa Barat, dalam menyuarakan penolakan atas RUU HIP itu.

"Bahkan dari berbagai daerah sudah melaksanakan aksi tersebut. Baik secara mandiri ataupun bersama-sama dengan elemen lain", imbuhnya.

Iman menjelaskan, tak semua daerah melakukan aksi. Ada yang hanya memasang spanduk, lalu ada beberapa daerah yang melaksanakan audiensi dengan DPRD.

"Melalui spanduk ini, akan lebih efektif karena akan terpasang lebih lama sehingga masyatakat dan pihak-pihak terkait mengetahui sikap kita", pungkasnya.


FOTO : PA 212 Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis

Pewarta : Novi G.
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close