Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, June 2, 2020

Red1

Angka Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Cenderung Menurun

Kusmana, Kepala perwakilan BKKBN Jabar.  
sukabumiNews.net, LEMBURSITU – Jumlah ibu hamil di Kota maupun di Kabupaten Sukabumi selama masa pandemi Covid-19 cenderung menurun dibandingkan sebelum merebaknya wabah Covid-19 (Corona).

Kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) Jabar, Kusmana mewarpadai dan mengkhawatirkan adanya peningkatan jumlah ibu hamil di tengah pandemi Corora. Pasalnya kata dia, hamil pada masa pandemi itu sangat menyulitkan.

"Tapi berdasarkan hasil evaluasi pemantauan dari minggu ke minggu, bulan ke bulan trend nya tidak terlalu menghawatirkan," ucap Kusmana kepada sukabumiNews, Selasa (2/6/2020).

Namun demikian, Kusman belum mengetahui pasti angka ibu hamil pada masa pandemi Covid-19. Namun, kata Kusmana, angkanya cenderung menurun jika dibanding kurun Februari sampai April 2020.

"Adapun data ibu hamil saat ini merupakan data sebelum pandemi Covid-19. Sedangkan pada masa pandemi ini tidak menunjukan gejala yang menghawatirkan," katanya.

Kendati begitu, lanjut Kusmana, potensi terjadinya peningkatan jumlah ibu hamil masih tetap ada.

“Ada beberapa faktor yang berpotensi termasuk pada masa stay at home (tetap dirumah). Salah satu contohnya pada saat suami istri tidak kemana-mana, pada saat itu peluang untuk melakukan kewajiban suami istri cukup tinggi," imbuh Kusmana.

Pewarta : Hendra S
Editor : Azis R/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close