Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, May 27, 2020

Red1

Tiga Kelurahan di Dua Kecamatan Kota Sukabumi Diteror Serangan Ulat Bulu

Petugas BPBD Kota Sukabumi tengah menyemprotkan obat hama ulat. 
sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Dalam waktu satu pekan terakhir, tiga kelurahan di dua Kecamatan Kota Sukabumi diteror serangan ratusan ulat bulu. Hama melata itu menyebar di pemukiman penduduk bahkan, beberapa mengalami kontak dengan penduduk sehingga menyebabkan gatal-gatal.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarkain Barhami mengungkapkan, wilayah yang terdeteksi mengalami teror ulat bulu yakni, Kelurahan Benteng, Nyomplong dan Gunungpuyuh.

"Rata-rata wilayah yang terdeteksi terletak di lingkungan yang berdekatan dengan hutan yang masih terdapat beberapa pohon besar,"ungkap Zulkarnain, kepada sukabumiNews, Rabu (27/5 /2020).

Namun, kata Zulkarnain, di Kelurahan Benteng lokasinya berada di lingkungan pemukiman padat. Ulat bulu bersarang disebuah pohon yang terhimpit diantara bangunan.

"Tempatnya tidak terjangkau warga sehingga tidak terlalu dihiraukan akhirnya menjadi sarang berkembang biaknya ulat bulu," ujarnya.

Zulkarnain menjelaskan, ratusan ulat yang menyerang pemukiman penduduk di tiga kelurahan itu memiliki jenis yang sama. Cirinya berwarna belang kuning dan hitam.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan, jenisnya hampir sama berwarna belang kuning dan hitam," jelasnya.

Zulkarnain menuturkan, penyebab kemunculan ulat tersebut dipengaruhi dari faktor iklim. Curah hujan yang cukup tinggi membuat lingkungan sekitar menjadi lembab.

"Tempat yang lembab cukup ideal menjadi sarang ulat sehingga mereka berkembang biak. Namun, kondisi itu tidak akan berlangsung lama. Ulat akan segera menjadi kepompong dalam waktu yang singkat setelah menghabiskan dedaunan yang sumber makanan disekitarnya," pungkasnya.

Pewarta : Azis R
Editor : Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close