Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, April 1, 2020

Azis Ramdhani

ODP di Kabupaten Sukabumi Alami Peningkatan dari 2638 Menjadi 3087 Orang

Kadinkes Kabupaten Sukabumi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, H. Harun Al Rasyid. 
sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 (Corona) pada pada Rabu (1/4/2020) merevisi hasil penghitungan Rapit tes Covid-19 bertempat di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Hasil situasi dan perkembangan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, kasus yang terkonfirmasi positif dari hasil pemeriksaan Swab yang dikirim ke Puslitbangkes yakni satu orang," beber Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid saat Konfresnsi Pers, Rabu (1/4/2020).

Kendati demikian sambung Harun, sampai saat ini Pasien Positif tersebut masih dalam perawatan dan terakhir tadi pagi pasien mulai menunjukkan keadaan umum yang baik.

"Kemudian hasil dari rapid tes yang telah dilakukan sebanyak 168 orang ditemukan hasil terkonfirmasi dua yang positif sedangkan 22 orang sudah dilakukan pemsriksaan tapi belum terlaporkan semenatara dinyatakan negative," sambungnya.

Harun manambahkan, dari hasil rapid tes dua orang positif ini sudah masuk klasifikasi pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah di rawat di RSUD Palabuhanratu kemudian dirujuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

"Kedua orang berstatus PDP sudah menunjukan keadaan umum yang baik dan untuk pemeriksaan pengambilan Swab dan sudah dikirimkan. Perlu diketahui bahwa rapid tes adalah untuk secrening yang gunanya untuk memudahkan kita di dalam maping area atau pun pemetaan,” terang Harun.

BACA : PDP Asal Cibodas Palabuhanratu Meninggal, Kadinkes: Warga Tak Usah Takut Menguburkan

Hal itu kata Harun dilakukan agar bisa dijadikan rekomendasi apabila banyaknya jumlah positif dari rafid tes untuk lebih memudahkannya saat melakukan pemetaan dan pengambilan untuk diambil tindakan selanjutnya.

Mengenai dua pasien positif Covid-19, tutur Harun, yang satu dirawat di RSUD Sekarwangi, sedang sisanya yang positif dari hasil rapid tes menjadi pengawasan di salah satu puskesmas Kabupaten Sukabumi, dan telah menunjukan keadaan umum yang baik serta akan dilakukan pengambilan Swab guna memastikan hasilnya positif atau negative. “Kita tunggu dari hasil pemeriksaan Swab," ulasnya.

Masih kata Harun, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) total dari awal hingga sekarang sebayak 44 orang, selesai pengawasan 21 orang. Dan terang Harun, memang itu sudah dinyatakan sembuh, tapi menurut protap yang ada, tetap harus dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan serta harus bisa melakukan isolasi mandiri untuk 14 hari ke depan setelah dinyatakan sembuh atau pun usai perawatan. “Jadi, tidak dilepas begitu saja,” tegasnya.

Dijelaskan Harun bahwa orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 23 orang tersebut terdiri dari 11 orang laki-laki 11 dan 12 orang sebagai warga negara indonesia (WNI).

Harun juga mengutarakan bahwa yang berstatus ODP di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan cukup signifikan, dari 2.638 orang meningkat menjadi 3.087, dengan rincian, laki-laki sebanyak 2058 orang, dan perempuan sejumlah 966 orang.

Dari sekian jumlah tersebut lanjut Harun, yang selesai pemantuan sebanyak 63 orang dan sisanya yaitu sejumlah 3024 orang masih dalam pemantauan.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak yang sudah berusaha bahu membahu dengan membentuk satuan tugas baik dari tingkat kecamatan telah terbentuk Kecamatan siaga corona, desa siaga corona, hingga RT/RW siaga corona,” ulasnya.

Kadinkes Kabupaten Sukabumi itu juga menjelaskan, karena di setiap RW ada Posyandu, maka Posyandu ini diarahkan sebagai upaya kesehatan dan diarahkan untuk membentuk posyandu siaga corona.

Harun Juga mengungkapkan bahwa jumlah Posyandu yang ada di Kabupaten Sukabumi saat ini mencapai 3511 Posyandu. “Jadi kalau kita menggunakan sistem karantina atau pun karantina wilayah terbatas bisa dimulai dari tingkat RT lantaran sudah membentuk siaga corona, dibantu oleh tenaga kesehatan tim unsur Muspika mau pun relawan yang peduli terhadap pandemi Covid-19, " pangkas Harun Al Rasyid.

BACA: Waspada Covid-19, Kades Girijaya Pantau Puluhan Pemudik dari Jabodetabek

Pewarta : Azis R
Editor : Red/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close