Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, April 16, 2020

Azis Ramdhani

Khawatir Eks Napi dan ‘Bank Emok’ Kembali Berulah, Warga Nyalindung Bangun Pos Kamling Mendadak

Pos Kamling
sukabumiNews.net, NYALINDUNG – Warga Kampung Cibangbara RT. 002/002, Desa Negalasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi mendadak membangun pos kamling.

Informasi yang di himpun sukabumiNews dari warga setempat, mereka membuat pos kamling secara mendanak lantararan khawatir Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota dan Kabupaten Sukabumi, khususnya eks napi yang mendapatkan Asimilasi dan belum lama menghirup udara segar, kembali berulah.

Salah satu Tokoh masyarakat, kampung setempat, Mami (65) mengatakan, pembangunan pos kamling itu hasil kesepakatan para warga dalam menanggapi beredarnya kabar di luar daerah yang menyatakan adanya beberapa tindak kriminal yang dilakukan oleh narapidana yang baru dibebaskan dari rumah tahanan.

"Saat ini kan banyak informasi media bahwa banyak tahanan atau napi yang dibebaskan dan kembali mencuri serta melakukan tindak kejahatan. Mereka ketika keluar kan tidak punya pekerjaan, sehingga dikhawatirkan melakukan tidak kejahatan lagi. Oleh karena itu kami membangun pos ronda," ujar Mami kepada sukabumiNews, Kamis (16/4/2020).

Mami menerangkan, inisiasi pengaktifan kembali kegiatan ronda malam bukan karena ketidakpercayaan warga terhadap aparat kepolisian. Namun, hal itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Bulan Ramadhan (Puasa).

"Ya, biasanya menjelang bulan puasa suka ada aja kejadian baik pencurian maupun kekerasan. Setidaknya dengan ada ronda malam masyarakat bisa tenang dan jika ada warga yang kemusibahan bisa segera direspon," ucapnya.

Selain itu, kata Mami, pos ronda juga difungsikan sebagai pos jaga untuk mengingatkan bank Emok atau pun bank keliling agar tidak memaksakan penagihan terhadap masyarakat selama Pandemi Covid-19 karena bisa memicu percekcokan di kalangan masyarakat.

"Ya, karena saat ini semua sedang sulit. Tapi jika warga merasa mampu untuk membayar tagihan, kami tidak akan melarangnya. Penjagaan dilakukan secara bergantian selama 24 jam," terang Mami.

Pewarta : Azis R
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close