Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, April 27, 2020

Redaksi sukabumiNews

Heboh Bantuan "Nasi Anjing" yang Gegerkan Warga Warakas Tanjung Priok

Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara menerima bantuan makanan siap santap yang berlogo kepala anjing disertai tulisan Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.(Istimewa) 
sukabumiNews.net, JAKARTA – Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikejutkan dengan penerimaan bantuan makanan siap santap berlogo kepala anjing.

Bantuan tersebut diterima warga Warakas yang tinggal di sekitar Masjid Babah Alun pada Ahad (26/4/2020) dini hari.

Di bungkusan makanan itu juga terdapat tulisan " Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting".

Warga merasa dilecehkan

Penerima bantuan makanan yang sebagian besar beragama Islam merasa dilecehkan dengan logo kepala anjing pada bungkus makanan. Pembagian makanan siap santap itu pun sempat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Warga pun melaporkan peristiwa pembagian makanan berlogo anjing tersebut ke polisi.

Tim Tiger Polres Jakarta Utara yang tengah menjalankan patroli langsung mendatangi TKP guna mengklarifikasi pengirim nasi bungkus berlogo anjing itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan pengakuan warga, mereka merasa dilecehkan lantaran menduga nasi bungkus tersebut berisi daging anjing.

"Warga yang menerima makanan tersebut merasa dilecehkan dengan asumsi bahwa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing serta kenapa warga umat muslim diberikan makanan anjing," ujar Yusri kepada wartawan, dilansir dari Kompas.com, Ahad.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi, di antaranya ketua RT dan RW setempat serta dua warga yang menerima bantuan nasi bungkus itu, lalu menyita barang bukti.

Barang bukti berupa sampel makanan siap santap tersebut langsung diperiksa di laboratorium guna mengetahui isi lauk-pauk di dalamnya.

"Kita juga melakukan pemeriksaan laboratoris daging apa yang terdapat dalam bungkusan tersebut," ungkap Yusri.

Makanan dikirim sebuah komunitas di Jakbar

Setelah memeriksa sejumlah saksi, diketahui pengirim makanan itu adalah sebuah komunitas bernama ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat.

Yusri mengungkapkan, polisi mendatangi tempat pembuatan makanan berlogo anjing itu.

Selanjutnya, pengirim makanan langsung mendatangi TKP untuk bertemu warga sekaligus memberikan klarifikasi tentang tujuan penggunaan logo anjing pada bungkus makanan.

Menurut Yusri, komunitas itu memastikan bahwa lauk-pauk dalam makanan itu merupakan makanan halal.

Isinya terdiri dari cumi, sosis daging sapi, dan teri, bukan berisi daging anjing seperti dugaan warga.

Mereka menggunakan logo kepala anjing untuk menggambarkan sifat anjing yang setia dan mampu bertahan di tengah kesulitan.

"Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia dan nasi anjing karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan orang kecil untuk bertahan hidup," ungkap Yusri.

Diminta ganti nama "nasi anjing" dan logo

Warga Warakas pun menerima penjelasan yang disampaikan perwakilan kelompok komunitas ARK Qahal terkait penggunaan logo anjing itu.

Yusri mengatakan, kegaduhan antarwarga saat menerima makanan berlogo anjing itu terjadi karena kesalahpahaman.

"Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pemberi dan penerima nasi bungkus," katanya.

Oleh karena itu, polisi telah meminta komunitas ARK Qahal untuk mengganti logo dan istilah anjing pada bungkus makanan.

Kita telah meminta pihak pemberi makanan untuk mengganti istilah nasi anjing dengan istilah lain yang tidak menimbulkan persepsi lain," ungkap Yusri.

Pewarta: DM
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close