-->

Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga di Dua Kecamatan

Azis Ramdhani
, April 19, 2020 WIB
Diterjang angin puting beliung
Foto : Warga saat membereskan puing-puing bangunan akibat terjangan angina puting beliung. 
sukabumiNews.net, BAROS – Angin puting beliung yang menerjang pemukiman penduduk di dua kecamatan yaitu Kecamatan Baros dan Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Sabtu (18/4/2020) petang, mengakibatkan sedikitnya empat pohon tumbang dan sembilan unit rumah rusak dalam waktu yang bersamaan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16:00 WIB bertepatan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah setempat. Lokasi terdampak terdapat di lima titik didua Kecamatan berbeda yakni, Kecamatan Baros dan Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

"Wilayah yang terdampak yakni dua titik di Kecamatan Baros dan tiga titik di Kecamatan Cibeureum," ujar Zulkarnain kepada wartawan, Ahad (19/4/2020).

Zulkarnain menuturkan bahwa sedikitnya 9 bangunan terdampak dan mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap dan beberapa disebabkan karena tertimpa pohon tumbang.

"Tiga rumah rusak akibat tertimpa pohon dengan ukuran berbeda, antara 30 centimeter sampai 50 centimeter, sedangkan sisanya rusak akibat tersapu angin dengan kekuatan kencang secara langsung," ulasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun satu Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus diungsikan lantaran rumahnya mengalami kerusakan cukup berat akibat peristiwa tersebut.

"Yang mengungsi karena atapnya rusak berat pada bagian atap. Untuk alasan keamanan, penghuni diungsikan kerumah saudaranya yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Untuk kerugian masih dalam tahap penghitungan," terangnya.

Sementara itu Ibrahim (salah satu warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung) di Kampung Rancakadu, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum mengungkapkan, pada saat puting beliung terjadi, ia sempat melihat suasana sekitar cukup mencekam, awan pun  terlihat gelap gumpita.

"Awalnya sih cuaca normal namun tak lama hujan turun beserta angin datang dengan kencang disertai suara bergemuruh. Suasana tiba-tiba menjadi gelap, kejadiannya cukup lama sekitar 15 menit," tuturnya sedih.

Ibrahim yang akrab dipanggil Boyeng menjelaskan, dalam hitungan waktu itu Ia sempat melihat beberapa material bangunan yang terdampak berterbangan dan puing - puing bangunan jatuh disekitarnya.

"Saya mencoba untuk menyelamatkan diri mencari tempat berlindung, setelah anginnya reda saya baru berani memeriksa ke galeri. Setelah dicek seluruh atapnya jebol," sambungnya.

Ibrahim juga mengatakan bahwa saat insiden terjadi, Ia beserta keluarganya tidak mengalami cidera karena berlindung di rumah miliknya yang lain. Namun tutur dia akibat peristiwa itu, ia mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

"Selain atap dan instalasi listrik, beberapa perabotan didalam galeri ikut rusak karena tersiram hujan setelah atapnya rusak. Tafsiran kerusakan senilai Rp 50 juta," pungkasnya.

Pewarta : Azis R
Editor : Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Komentar

Tampilkan

No comments:

Post a Comment

Terkini

khazanah

+