Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, March 10, 2020

Redaksi sukabumiNews

Wan Azizah: 'Pengkhianat' Tidak Dapat Diterima Dalam Kondisi Apa Pun

Ahli Parlemen (MP) Pandan ketika wawancara dalam program yang disponsori Bloomberg pada hari Selasa. (Figengrab / Bloomberg TV)  
sukabumiNews.net, KUALA LUMPUR – Mantan Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail menggambarkan kejatuhan pemerintahan Pakatan Harapan (PH) sebagai akibat dari 'pengkhianat' yang telah mengkhianati partai.

Bahkan, anggota parlemen Pandan itu juga mengatakan bahwa keserakahan dan perasaan tidak mampu tentang apa yang dimilikinya juga merupakan salah satu alasan kejatuhan PH.

“Pengkhianat tidak dapat diterima dalam situasi apa pun,” ujar Wan Azizah dalam sebuah wawancara di sebuah acara yang disiarkan oleh Bloomberg TV, Selasa (10/3/2020).

"Beberapa dari mereka tidak memiliki rasa puas atau tidak pernah puas dan mereka mungkin menginginkan lebih dan itulah yang saya pikir menyebabkan kekalahan PH," tuturnya.

Jelas, ia percaya pada prinsip niat baik untuk membuat Malaysia lebih baik.

“Tetapi tidak semua hilang karena banyak dari kita yang percaya pada prinsip-prinsip niat baik yang dapat membuat Malaysia lebih baik. Inilah yang saya rasakan dan saya telah berjuang selama ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai siapa yang harus dipilih sebagai pemimpin pemerintahan PH baru, Wan Azizah menjelaskan bahwa mereka perlu mengadakan pertemuan terlebih dahulu untuk memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin koalisi.

"Saya pikir kita harus bertemu dulu. Namun, saya pikir itu harus dipegang oleh Anwar (Datuk Seri Anwar Ibrahim)," singkatnya.


BACA : Anwar Ibrahim Ulas Perkembangan Politik Baru-Baru Ini: Kami Dikejutkan oleh Pengkhianatan


Pewarta: Astro AWANI
Editor: AM.
COPYRIGHT © SUKABUMININEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close