News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terkait Aduan FKKT, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi akan Segera Lakukan Sidak ke PTPN VIII

Terkait Aduan FKKT, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi akan Segera Lakukan Sidak ke PTPN VIII

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PDIP Paoji Nurjaman saat diwawancara Wartawan di Pendopo Sukabmi. (Foto : Azis R /sukabumiNews)  
sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman menyatakan, pihaknya akan segera melakukan sidak ke lapangan untuk menindaklanjuti aduan dari Forum Komunikasi Kelompok Tani (FKKT) Kawasan Wisata Agro Sukabumi.

Sebelumnya, FKKT telah memberikan laporan pengaduan kepada Komisi I tersebut terkait dugaan adanya tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum pegawai PTPN VIII, beberapa waktu lalu.

"Hari Jumat ini kami akan melakukan sidak kelapangan terkait PTPN VIII Goalpara agar bisa mengetahui keadaan sebenarnya," Kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji kepada wartawan, Senin (16 /3 /2020).

Meski begitu kata Paoji, ia belum bisa memastikan apakah aduan itu seperti yang disampaikan oleh kelompok tani kawasan wisata agro atau tidak. Akan tambah Paoji, Komisi I baru mendapatkan informasi bahwa lahan yang diduga dirusak oleh oknum pegawai PTPN VIII itu bukan lahan yang dialokasikan.

"Tapi kita juga belum menanggapinya karena itu hanya steatment pihak PTPN VIII yang dikutip oleh salah satu media di Sukabumi. Kita juga tidak percaya begitu saja terhadap laporan, makanya kita perlu kroscek kelapangan," tuturnya.

Di lain pihak, Ketua Harian FKKT Kawasan Wisata Agro Sukabumi Utara, Dedi Suryadi mengungkapkan bahwa belasan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Kawasan Wisata Agro sudah melaporkan PTPN VIII ke pihak kepolisian.

"Laporannya tentang pengrusakan, pungli dan pencemaran nama baik," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, laporan tersebut disertai saksi yang mendengar perintah langsung instruksi pengrusakan lahan tersebut. Ia pun sudah menyerahkan bukti pungli atau pemerasan untuk penyewaan lahan dari periode 2017 sampai 2020.

"Jumlah petani yang dipungli ada ratusan, tapi yang berani melaporkan baru 15 orang. Jumlahnya bervariasi namun yang terbesar mencapai Rp 14 juta," pungkasnya.

Pewarta : Azis R
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas