Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, March 3, 2020

Red1

Begini Tanggapan Kadinkes Kabupaten Sukabumi Menyoal Kematian Pasutri

H. Harun Arasyid
Kadinkes Kabupaten Sukabumi H. Harun Arasyid. (FOTO: Istimewa)   
sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI - Menanggapi adanya salah satu pasangan suami istri (Pasutri) yang diduga meninggal akibat terjangkit Visus Corona di Sukabumi baru-baru ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil Labotarium dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

"Saat ini kita masih menunggu hasil Labotarium dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jadi untuk sementara kita menanggapinya apa pun itu, mau suspect atau pun terduga Suspect Perlakukan Pasien itu seperti Corona," ujar Kadinkes Kabupaten Sukabumi Harun Arasyid kepada sukabumiNews, dikonfirmasi melalui sellularnya, Selasa (3/3/2020).

Menurut Harun, pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pasien warga Kampung Cijambe, Cigunung Rt. 001/001 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat itu dengan warga sekitar, meski kata Harun, pihaknya belum mendapatkan hasil Lab dari Kemenkes RI.

BACAViral Diduga Meninggal Akibat Terjangkit Virus Corona, Ini Tanggapan Wali Kota Sukabumi

BACA juga: Ahli Sebut RI Aman dari Corona karena Ras Melayu, Ini Penjelasannya

Dikatakan Harun, belum tentu pasien yang baru pulang dari Negara Arab Saudi usai melaksanakan ibadah Umroh tersuspect virus terbebut mengingat yang meninggal tersebut juga sudah lanjut usia.

"Penyebab Pasien ini bisa timbul dari berbagai faktor, yakni dari segi usia. Kemungkinan karena kecapean, bisa masuk kategori penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, bisa DM atau pun bisa yang dikenal dengan akibat dari cuaca yang panas sehingga dapat menimbulkan penyakit yang di sebut menemitis," jelas Harun Arasyid.

Harun menambahkan, salah satu faktor dari penyakit ini adalah dari lingkungan terutama dari perilaku makanya sekarang kita lebih mengarahkan bagaimana masyarakat berperilaku hidup sehat (PHBS), dimulai dari cuci tangan sebelum makan dan tidur, cuci tangan ketika akan mengusap muka.

Mengenai Status yang sudah menjadi masalah dan skalanya sudah menjadi wabah secara internasional ini, Kadinkes Kabupaten Sukabumi itu mengatakan bahwa untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi pihakanya telah melakukan upaya-upaya yang diawali dari Instansi, khususnya instansi yang ada kaitannya dengan sistem rujukan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu kata Harun pihaknya juga sudah melakukan rencana aksi di tiap daerah mengenai persiapan di dalam pencegahan dan pertolongan Corona jika masuk di wilayah Kabupaten Sukabumi. "Mudah-mudahan kalau pun ada yang suspect hasilnya Negatif untuk di Kabupaten Sukabumi," imbuhnya.

Ditambahkan Harun bahwa pihaknya akan memberikan pemberitahuan kepada dokter dari 58 Puskesmas dan dua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi, dan akan melaksanakan sosialisasi mengenai Covid 19 (Corona) pada hari Kamis (5/3/2020) bertempat di RSUD Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi.

BACA : Jokowi Umumkan Dua Orang di Indonesia Positif Corona

Pewarta : Azis R
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMININEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close