Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, February 6, 2020

Redaksi sukabumiNews

Bocor, Program PPSMI Masih Dalam Pertimbangan

PM Malaysia Dr Mahatir Mohamad
Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menekankan bahwa masalah ini masih dalam pertimbangan. (Foto Astro AWANI / Shahir Omar)
sukabumiNews.net, PUTRAJAYA – Pemerintah Malaysia belum memutuskan implementasi ulang Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematika dalam Bahasa Inggris (PPSMI) ke dalam sistem pendidikan nasional.

Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menekankan bahwa masalah PPSMI masih dalam pertimbangan.

Dia mengatakan keputusan apakah akan menerapkan kembali PPSMI hanya akan dilakukan melalui menteri kabinet.

“Sebenarnya, kami belum membuat keputusan. Apa yang terjadi adalah bahwa saya hanya menjelaskan kepada para pejabat kementerian. Tetapi entah bagaimana itu bocor dan dilaporkan seolah-olah pemerintah telah memutuskan,” ucap Mahathir Mohamad dalam konferensi pers di Tun Dr Mahathir Mohamad Trust dan Dewan Aspirasi di Putrajaya International Convention Center (PICC) pada Kamis (6/2/2020).


"Pemerintah masih mempertimbangkan. Kadang-kadang pemerintah setuju dengan PPSMI, tetapi ada beberapa perlawanan dan ketahanan. Kali ini kita akan membuat keputusan dengan mayoritas kabinet," tambahnya.

Namun, sambut Mahatir, Dual Language Program (DLP) atau Program Bahasa Ganda ini masih digunakan di sekolah untuk menggantikan PPSMI yang sebelumnya dibatalkan.

Sementara itu, kata dia, pemerintah ingin memperkenalkan cara baru mengajar melalui penyediaan pengajaran oleh para ahli dari dalam atau luar negeri.

“Mereka akan memberikan pelajaran ini dan merekam thumbdrive atau diskdrive dan ini akan ditayangkan di kelas dengan subjek yang akan dibahas. Guru akan memimpin siswa dan mengajar di video yang disediakan,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa siswa tidak akan bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan sesuai dengan standar tertentu jika negara itu dengan cara yang sama mengajar guru di kelas.

“Mengajar bahasa tempat semua orang bisa belajar. Spesialis bahasa akan memberikan pengajaran langsung dan kami yakin itu akan memaparkan siswa pada standar yang diperkenalkan oleh spesialis bahasa,” sambungnya.

Perdana menteri juga menekankan pentingnya menggunakan bahasa Inggris dalam sains terutama dalam menguasai subjek.

Dikatakannya bahwa suatu negara akan berantakan jika tidak menguasai Sains dan Matematika dengan benar.

“Saya mengakui bahwa saya dulu mengajar Sains dan Matematika dalam bahasa Inggris. Diperkirakan bahwa tanpa menggunakan bahasa Inggris kita akan kehilangan bidang penting ini," pungkasnya.

Pewarta: Astro AWANI
Editor: AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

sukabumiNews tidak bertanggung jawab atas pendapat yang diungkapkan melalui artikel/berita ini. Ini adalah pandangan pribadi pemilik akun dan tidak mencerminkan posisi kami. Semua risiko yang dihasilkan dari komentar yang diposting adalah tanggung jawab pemilik akun itu sendiri. Terima kasih.

Memuat...
close