Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, January 2, 2020

Red1

Puluhan Buruh PT Semen Jawa Dijegal Masuk Kerja

buruh pt scg
Para buruh melakukan aksi duduk di luar pagar PT. SCG, Kamis (2/01/2020).  
sukabumiNews.net, GUNUNGGURUH - Puluhan Buruh PT. Semen Jawa yang berlokasi di Jln. Pelabuhan ll Km 5, Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tidak diperbolehkan masuk. Mereka dijegal saat memasuki pintu gerbang utama Perusahaan lantaran tidak mengenakan id card yang baru.

Salah seorang buruh yang merasa dijegal saat mau masuk, Herman Maulana asal warga Pangleseran kepada sukabumiNews, Kamis (2/01/2020) mengungkapkan, dirinya tidak diizinkan masuk lantaran tidak memakai id card perusahaan yang baru.

"Padahal diantara kami rata-rata sudah mengabdikan diri (bekerja) semenjak mulai pembangunan pabrik ini, tapi status kami seolah haram untuk menjadi karyawan tetap dan harus menjadi buruh kontrak seumur hidup," betusnya Herman, kesal.

Atas perlakuan terhadap ia dan rekan-rekannya, para buruh melakukan aksi duduk di luar pagar perusahaan milik negara Thailan itu, Kamis (2/01/2020).

BACA Juga: Merasa Kena PHP, Puluhan Buruh PT SCG Kembali Berunjuk Rasa di Halaman Pabrik

"Setiap tahun Perusahaan asal Negara Thailand ini selalu membuat masalah dan mengabaikan aturan-aturan yang ada di Indonesia khususnya peraturan Ketenagakerjaan yang mengatur semua system hubungan industrial," ujar Ketua DPC F - Hukatan KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriyatna kepada sukabumiNews Kamis (2/01/2020).

Nendar mengatakan, PT. SCG sebagai perusahaan pemberi pekerjaan seharusnya patuh akan regulasi, peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 19 Tahun 2012 pasal 32 ayat 1 dan 2.

"Mereka itu kan karyawan tetap, maka perusahaan baru harus melanjutkan perjanjian kerja yang ada. Bukan kembali lagi ke masa kerja nol masa, 27 buruh ini manusia bukan mesin," tegas Nendar.

Selain itu tambah Nendar, sampai saat ini mereka masih belum ada titik temu terkait permasalahan tersebut.


Nendar juga menjelaskan, para buruh rencananya pukul 09.00 Wib, Jum'at (3/1/2020) besok akan mengadakan pertemuan kembali di kantor PT. SCG dengan melibatkan Perusahaan pihak Out Sourcing.

"Apabila tidak menemukan solusinya maka kami akan melakukan Aksi jalan kaki untuk mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bila perlu, ke Pendopo Kabupaten Sukabumi," tandasnya.

BACA Juga: Ini Kata Presiden Direktur PT Semen Jawa Menanggapi Aksi Puluhan Buruh yang Mengaku Dijegal Masuk Kerja

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close